
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Keesokan paginya,
Semua orang berkumpul di halaman delan istana, Disana terdapat semua keluarga Xie Yan dari Ayahnya, Kedua Ibunya, Kakak Fan. Xie Ruo bersama dengan tetua sekte phoenix es dan satu murid wanita.
"Hiks...Hiks...Ayah, Ibu, Ibu Lan, Kakak Fan, Kakak Yan. Aku akan pergi," tangis Xie Ruo sedih meninggalkan keluarganya. Dia sebenarnya ingin selalu bersama keluarganya, namun dia juga harus kuat untuk melindungi keluarganya.
"Nak, Kamu harus baik baik disanaya. Kamu harus memperhatikan kesehatanmu," Yang Xi memeluk erat Xie Ruo. Di antara mereka semua, Yang Xi lah yang paling sedih membiarkan putri kecilnya harus meninggalkannya. Dialah yang paling tidak ingin Xie Ruo pergi.
"Ruo'er, Jangan sedih. Kamu harus fokus pada latihan disana, jangan menyianyiakan kesempatan ini." ucap Xie Ru Feng berjalan bergabung dalam pelukan.
Melihat adegan ini, Xie Yan sedikit bersalah. Dialah orang yang membujuk Xie Ruo, namun ini juga bisa membuat Xie Ruo mendapatkan pertemuan yang bagus.
Kemudian mata Xie Yan tertuju pada kedua tetua itu. "Kalian Berdua, INGAT. Jika ada sesuatu ke padanya, aku akan mendatangi Sekte Phoenix kalian..!!" ancam Xie Yan menggunakan Transmisi suara yang hanya bisa dilakukan jika mereka sudah berada di Ranah Raja Surgawi.
Kedua tetua yang mendapat transmisi ini hanya mengangguk paham, mereka berdua merasa Saint mereka berhubungan dengan Ahli Misterius ini.
Setelah adegan berpelukan berakhir. Mata Xie Ruo fokus ke Xie Yan, melihat ini Xie Yan hanya membalas anggukan dengan senyum lembut.
"Percayalah, Kakak akan mengunjungi Ruo Kecil. Jangan Khawatirkan Ayah, Ibu dan yang lainnya, selama ada kakak semuanya akan baik baik saja. Fokuslah bertambah kuat dan mengejutkan Kakak ini..!!" Transmisi suara Xie Yan bergema di kepala Xie Ruo.
"Mmm, aku akan kuat agar membuat Kakak Yan bangga." Gumam Xie Ruo mengepalkan tangannya dan penuh tekad.
"Baiklah, Kami akan berangkat sekarang," Ucap tetua pamit lalu meninggalkan Istana bersama Xie Ruo.
...
Setelah Tetua dan Xie Ruo meninggalkan istana, semua orang kembali melakukan aktivitas masing masing. Sedangkan Xie Yan dia pergi ke Restauran Yannya.
__ADS_1
Disana dia bertemu dengan wanita cantik dengan rambut silver, alis silver dan mata pupil mata hitam legam.
Xie Yan masih berpikir bagaimana dia bisa berakhir menjadi budak dengan tampilannya ini dia layaknya bangsawan kelas tinggi.
"Apa dia dari keluarga bagsawan jatuh..? Mungkinkah dia ditangkap dan dibawah Kekaisaran Blue Sky dengan Anaknya..?" Memikirkan ini Xie Yan merasa bingung.
Setelah melihat kepergian Xie Ruo, dia juga berencana pergi dan membawa beberapa orang dari Asuranya selain Mo Gui yang selalu di bayangan Xie Yan.
Tujuan Xie Yan adalah menyebarkan Kelompok Asuranya dan menguasai Beberapa Kerajaan dan Kekaisaran.
"Ruo Lou, Apakah kau ingin tau identitasku..!" Tanya Xie Yan kepada Ruo Lou, tentu dia tahu bahwa Ruo Lou sangat ingin mengetahui Identitasnya.
Ruo Lou yang mendapat pertanyaan ini sedikit melebarkan matanya, dia tidak tahu mengapa Xie Yan menanyakan pertanyaan ini. Namun dia dengan cepat mengangguk.
"Hmm, Kalau begitu jangan beritahu siapapun kecuali anakmu. Mungkin hanya kalian berdua aja yang mengetahuinya." Ucap Xie Yan perlahan lahan membuka kain yang menutupi wajahnya.
Saat kain itu berpindah, Ruo Lou melihat Pria tampan dengan rambut hitam dan mata merahnya. Dia tidak dapat mempercayai ini, Tentu dia dapat mengenali wajah ini, Wajah ini sedikit terlihat sama dengan Kaisar Blue Sky.
"A-apa..? B-bagaimana mungkin, Anda adalah Pangeran Kedua...??,"Tanya Ruo Lou yang sudah kehabisan kata katanya. Dia tidak menyangka orang yang membantunya adalah Pangeran Kedua dari Kekaisaran kelas tiga dan kekuatannya bahkan sangat kuat. "Apakah Kaisar Blue Sky juga sekuat dirinya..? Tidak, mungkin kaisar atau ayahnya sendiri tidak mengetahui kekuatan anaknya" Batin Ruo Lou pada kesimpulan ini.
"Uhuk, kamu tidak usah terlalu memikirkannya. Tujuanku sekarang adalah keluar dari Ibukota Blue Sky dan aku perlu beberapa pedamping. Jadi, aku memilihmu..!" Jelas Xie Yan terus terang.
"Aku..?? Panger- tidak, Tuan kenapa anda memilih saya..??" Tanya Ruo Lou bingung mengapa Xie Yan memilihnya.
"Hmm, Melalui Tampilan Kamu aku merasa kamu bukan berasal dari Kekaisaran Blue Sky ataupun Kerajaan Kerajaan di bawah Blue Sky.
Apakah aku benar...?" Balas Xie Yan menjelaskan.
"Sepertinya anda sudah memperhatikannya. Karena anda adalah orang yang menyelamatkan saya dan anakku dan memberitahu identitas anda yang sebenarnya, aku juga akan mengatakannya. Aku berasal dari Kekaisaran tingkat lima, Kekaisaran Zart dan keluarga Ruo juga merupakan keluarga kuat dari Kekaisaran Zart.
Aku menikah dengan salah satu tuan muda keluarga Nie yang juga salah satu Keluarga kuat namun masih di bawah Keluarga Ruo," Ucap Ruo Lou dengan nada penuh kebencian.
Xie Yan dapat merasakan kebencian Ruo Lou saat bercerita. "Mmm, Apakah dia membenci keluarga suaminya..?" Batin Xie Yan yang penuh penasaran.
"Namanya adalah Nie Tu, dia sangat berbakat sehingga Patriak Keluarga Ruo yang adalah ayahku sendiri menikahkanku denganya dan aku hanya bisa menerima permintaan ayahku.
Setelah kami menikah dan melahirkan Ruo Ro yang pada saat itu sudah berumur 2 tahun.
__ADS_1
Bencana terjadi pada Keluarga Ruo. Keluarga Nie yang didalangi oleh Suamiku sendiri, diam diam memusnahkan Keluarga Ruo dari dalam lalu menahan ayah dan ibuku diruang bawah tanah," Lanjut Ruo Lou.
Saat Xie Yan mendengar cerita Ruo Lou dia akhirnya paham dari mana kebencian ini.
"Sungguh Tragis, dari cerita ini aku menebak suamimu sebenarnya ingin menguasai keluarga Ruo.?" Ucap Xie Yan.
"Mmm, Anda benar. Bahkan dia sudah memiliki istri sebelum dia menikah denganku," Balas Ruo Lou dengan penuh amarah.
"Baiklah, itu saja sudah cukup. Tidak perlu melanjutkannya." Kata Xie Yan menghentikan ceritanya. Dia secara kasar sudah tau masalah yang terjadi.
"Jadi, Setelah bertemu denganku. Apakah kamu ingin aku membantu membalaskan dendam..?" Xie Yan terus terang.
"B-benar tuan. Awalnya tidak namun melihat kekuatan anda aku merasa memiliki kesempatan." Balasnya.
"Aku bisa saja langsung membunuhnya, tapi bukankah lebih bagus jika kamu membalaskannya sendiri.
Baiklah, aku akan membantumu hingga bisa membalaskan dendammu sendiri." Kata Xie Yan.
Mendengar perkataan Xie Yan dia mengangguk setuju, memang awalnya dia berencana membalas dendam sendiri.
"Baik Tuan" Katanya mengangguk.
"Jadi sudah dipastikan. Kamu yang akan menemaniku! Tapi waktunya masih belum aku tentukan," Ucap Xie Yan kemudian pergi dari Restauran Yan.
...
.
.
.
.
.
__ADS_1