Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 120- Pertarungan (2)


__ADS_3

Pertarungan Xie Yan dan Wang Zhong membuat kerumunan mengelilingi Arenanya Karena seseorang berani melawan salah satu Klan Besar.


Wasit itu kemudian melambaikan tangannya menandakan mulainya pertarungan dan Wang Zhong langsung bergerak cepat dari tempatnya dengan Tinju yang dialiri dengan Energi Qi miliknya. Kali ini Wang Zhong langsung memusatkan semua Kekuatannya Energinya di tinjunya.


Semua orang tahu bahwa Tinju Wang Zhong yang dia lancarkan ke arah wajah Xie Yan sangat kuat. Mereka berpikir Wang Zhong berniat membuat Xie Yan menjadi cacat saar melihat seriusnya Wang Zhong.


Namun yang mengejutkan semua orang, Xie Yan hanya diam ditempat. Banyak yang berpikir dia sudah pasrah terhadap serangan Wang Zhong dan berpikir tendangan Xie Yan awalnya akibat kelengahan Wang Zhong karena Xie Yan tiba tiba ikut campur.


Tapi apa yang mereka pikirkan salah, Xie Yan diam ditempat karena dia merasa serangan Wang Zhong itu sangat lamban bahkan Pukulannya mungkin hanya membuatnya gatal.


Disaat serangan Wang Zhong hampir mengenai Wajah Xie Yan, dia hanya menggelakkan sedikit kepalanya dari tinju Wang Zhong dengan senyuman di wajahnya kemudian..


Plak!...Plak!


Sebuah tamparan terdengar di Arena itu. Semua orang yang menyaksikan itu menjadi hening saat melihat Xie Yan menampar Wang Zhong, bukan hanya sekali tapi Xie Yan langsung menamparnya dua kali.


Wang Zhong yang terkena tamparan itu juga tidak bereaksi. Dia menatap Xie Yan dengan sangat marah, "K-Kau..."


Plak!...Plak!


Saat Wang Zhong membuka mulutnya, Xie Yan menamparnya lagi dan membuatnya tetap diam. Walaupun Xie Yan tidak menggunakan Energi Qi miliknya untuk memukul Wang Zhong sudah cukup menyakitkan baginya terutama Xie Yan menggunakan Lengan Kirinya dimana itu bukan lagi Lengan biasa.


"Ada Apa? Bukankah kau tadi sangat Arogan? Bahkan kau tidak bereaksi dengan tamparan ini!" Ucap Xie Yan dengan nada menghina.


Plak!


Xie Yan menampar Wang Zhong untuk ketiga kalinya, tapi kali ini Xie Yan menamparnya cukup kuat hingga membuatnya terlempar sedikit.


"...."


Semua Orang tidak tahu harus bereaksi apa. Mereka hanya melihat Xie Yan seperti membully anak kecil tapi anak kecil itu adalah seorang jenius Klan besar. Mereka melihat Pipi dari Jenius Klan besar itu sekarang sudah memiliki cap lima jari.


Bahkan Wasit itu tidak tahu harus melakukan apa. Dia memang mendukung Wang Zhong untuk memberi pelajaran Xie Yan tapi apa yang diharapkan malah sebaliknya.


Wang Zhong bukan hanya merasakan sakit di Pipinya tapi dia juga malu setelah Xie Yan menamparnya didepan semua murid luar. "Kurang Ajar! Beraninya kau mempermalukanku!" Teriak Wang Zhong yang sudah tidak tahan dengan penghinaan yang dilakukan oleh Xie Yan.


Dia kemudian memanggil Roh Petarung Tingkat Ungunya yang adalah Harimau Darah yang memiliki Niat Membunuh kuat.


"Sial, Bukankah itu Roh Petarung Tingkat Ungunya?"


"Bukankah ini berbahaya? Apakah Wang Zhong kali ini benar benar mencoba membunuhnya?"


Bahkan penonton sedikit menjauh dari Arena saat Wang Zhong mengeluarkan Roh Petarungnya karena membuat mereka sedikit tertekan.


"Ho...? Jadi sebelumnya kau belum serius? Apa 'Jenius Klan Wang' sekarang sudah serius?" Ucap Xie Yan dengan menekan kata Jenius Klan Wang.

__ADS_1


Wang Zhong menganggap Ucapan Xie Yan barusan adalah Provokasi sehingga membuatnya semakin ingin membunuh Xie Yan. "Bajingan! Sepertinya kau memang tidak ingin hidup lagi!" Kata Wang Zhong.


Tetua yang menjadi Wasit itu sama sekali tidak ingin menghentikan Petarungan Wang Zhong dan Xie Yan walaupun terdapat Niat Membunuh di Pertarungan ini.


Xie Yan yang melihat Roh Petarung milik Wang Zhong hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum. Dia bahkan tidak peduli jika Wang Zhong mengeluarkan sepuluh Roh Pertarungnya.


"Di keadaan ini kau masih bisa senyum?" Ucap Wang Zhong kemudian bergerak menyerang Xie Yan dengan Roh Petarung.


"Matilah!"


BOOMM!


Roh Petarung milik Wang Zhong menyerang dan menghancurkan Arena dimana Xie Yan berdiri. Mereka berpikir Xie Yan sudah akan mati terkena serangan roh petarung tingkat ungu tapi saat abu yang menghalangi menghilang.


"Dimana dia?" Wang Zhong maupun itu penonton tidak melihat adanya Xie Yan disana lagi.


BOOMM!


Tiba tiba tendangan kuat mengarah ke Perut Wang Zhong membuatnya mundur beberapa langkah.


Cough...Cough...


Akibat tendangan itu, Wang Zhong memuntahkan darah segar dari mulutnya kemudian dia melihat orang yang menendang itu adalah Xie Yan, "K-Kau?! Bagaimana bisa menghindari itu!" Kata Wang Zhong tidak percaya Xie Yan bisa menghindari serangan roh petarungnya yang sudah sangat cepat.


"Hahaha...Menghindari itu? Bukankah Serangan Roh Petarungmu memang sangat lambat?" Kata Xie Yan kemudian membentuk Energi Qi miliknya seperti Cakar.


Dengan Kekuatan Xie Yan, Roh Petarung milik Wang Zhong tidak dapat melakukan perlawanan.


"Tidak!" Wang Zhong berteriak. Jika Roh Petarungnya dilenyapkan maka Energinya akan langsung habis.


Wush!


Roh Petarung Wang Zhong seketika lenyap seperti di tiup angin kencang. Setelah Roh Petarungnya lenyap, dia langsung jatuh ke lantai karena kehabisan Energi Qinya. Dia hanya bisa menatap Xie Yan dengan kebencian tapi tidak ada yang bisa dia perbuat karena kekuatan antara Xie Yan dan dia sangat jauh.


"Roh Petarung tingkat ungu dilenyapkan begitu saja?"


"Apa yang baru kulihat ini benar benar nyata?"


Mereka merasa ketidak percayaan saat melihat Xie Yan melenyapkan Roh Petarung tingkat ungu dengan mudah.


Tidak hanya disitu, Xie Yan mendekati tubuh Wang Zhong yang sudah tergeletak di Arena itu. "Yo...Apakah kau masih ingin tidur tiduran disini?" Ejek Xie Yan sehingga membuat Penonton tertawa.


"Bajingan! Akan kubalas ini seribu kali!" Kata Wang Zhong mengancam.


"Hehehe, Membalas? Baiklah akan kutunggu tapi setelah kau menyembuhkan diri!" Balas Xie Yan.

__ADS_1


"Apa Maksudmu...?" Wang Zhong bingung dengan perkataan Xie Yan barusan tapi saat melihat Xie Yan menganggkat kakinya disitu lah dia baru mengetahuinya.


"Aku Menyera.." Wang Zhong ingin mengatakan bahwa dia menyerah tapi Xie Yan sudah melancarkan serangannya.


PAM!


PAM!


"Arrrggghhhh!"


Xie Yan memijak lengan dan kaki Wang Zhong sehingga membuat semua tulang tulangnya hancur hingga tak terbentuk. Xie Yan kemudian menendang tulang rusuknya.


Krek!


"Arrgghh!"


"Hentikan! T-tetua selamatkan aku!" Teriak Wang Zhong dengan air mata kesakitan terpampang di Wajahnya.


BOOMM!


Serangan lain datang mengarah ke Xie Yan dengan cepat hingga membuatnya terlempar jauh keluar dari Arena.


Xie Yan tentu tidak dapat menghindari serangan cepat itu karena jauh dari kemampuannya.


"Cough...Cough..." Xie Yan memuntahkan darah, dia melihat yang menyerangnya adalah Tetua yang menjadi Wasit Pertarungan mereka.


Dia menatap Tetua itu dengan Niat membunuh, "Bagaimana bisa seorang Tetua menyerang Murid Sektenya!" Kata Xie Yan dengan marah sambil mencoba bangkit berdiri.


Murid Luar yang lainnya juga terkejut saat Tetua yang menjadi Wasit itu tiba tiba menyerang Xie Yan. Tentunya Ranah Immortal dengan Dewa Bumi sangatlah berbeda Bahkan jika Xie Yan berubah menjadi bentuk Iblis belum tentu melukai Ranah Dewa Bumi.


Tetua itu cukup terkejut saat melihat Xie Yan masih mampu berdiri saat menerima 40% Kekuatannya. Tentu saja alasan dia menyerang Xie Yan untuk menyelamatkan Wang Zhong yang merupakan anak dari Patriak Klan Wang dan alasan lainnya adalah untuk membalas penghinaan yang diberikan Xie Yan sebelumnya.


Jika Wang Zhong mati ataupun cacat disini, mungkin dia akan berurusan dengan Klan Besar karena bertindak sebagai wasit.


"Kurang Ajar!" Teriak Tetua itu menghilang dari tempatnya mencoba menyerang Xie Yan lagi. Kecepatan Tetua itu sangat cepat sehingga Xie Yan bahkan tidak dapat melihatnya.


"SAMPAH! Beraninya Seorang Tetua ikut campur Pertarungan Murid!" Sebuah Suara terdengar saat Tetua itu hampir mengenai Xie Yan.


......


......_________________________......


Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terimakasih dan selamat membaca...

__ADS_1


:)


__ADS_2