Leveling Demon System

Leveling Demon System
Ch 239- Persembahan


__ADS_3

Xie Yan kemudian mengalihkan pandangan-nya ke semua Tetua Klan Shura. "Sisanya akan kuserahkan kepada kalian..." Kata Xie Yan lalu menghilang dari tempatnya.


***


Di suatu tempat Benua Tianmu,


Seorang pria yang tengah bermeditasi di sebuah batu besar, tiba-tiba saja ia membuka mata-nya.


"Hm, tikus-tikus ku yang kukirim ke kediaman Klan Shura semua-nya telah musnah." Ucapnya dengan nada tenang.


Dia kemudian tersenyum, "Walaupun itu semua hanya tikus lemah, Kekuatan Klan Shura memang tidak bisa diremehkan karena mampu memusnahkan mereka semua dengan mudah."


"Setidaknya lain kali aku harus mengirimkan tikus yang lebih kuat." Katanya lagi kemudian menutup kembali mata-nya.


***


Sekarang Xie Yan sedang berada di dalam hutan yang jaraknya sangat jauh dari Hutan Kematian.


Tiga hari telah berlalu setelah penyerangan kelompok kabut tersebut. Karena Xie Yan sangat ingin meningkatkan kekuatan-nya dengan cepat, dia bertanya kepada Haixin untuk memberitahu-nya dimana letak binatang buas.


Setelah Haixin memberitahu-nya, Xie Yan dengan cepat menuju lokasi tersebut dimana hutan itu penuh dengan binatang buas untuk dia Leveling.


Xie Yan kali ini bergerak sendiri sedangkan Keluarga-nya sudah kembali ke Dunia Jiwa-nya termasuk Yue agar dia berlatih bersama di dalam Dunia Jiwanya dengan yang lainnya.


...


Didalam hutan, Xie Yan sangat kebingungan karena dia hanya bertemu dan membunuh 50 Binatang Buas saja.


"Apakah wanita salah? Bukankah dia mengatakan tempat ini penuh dengan Binatang buas." Gumam Xie Yan.


"Jika begini mungkin Leveling-ku akan sedikit lama." Ujarnya sambil terus meyelusuri hutan tersebut hingga dia mencapai tepi barat hutan.


"Desa? Di tepi hutan ini?" Xie Yan tidak menyangka ditepi hutan akan ada sebuah Desa kecil.


Karena cukup penasaran kenapa Desa ini berani berdiri didekat hutan tanpa takut Binatang buas menyerang mereka, ia akhirnya memutuskan untuk melangkah-kan kaki ke desa tersebut.


Saat Xie Yan baru saja memijakkan kaki ke Desa tersebut, dia merasakan Aura disuatu tempat.


Dia pun berjalan masuk ke dalam Desa itu. Namun, Orang-orang desa yang tadinya beraktifitas biasa tiba-tiba saja mereka semua menghentikan aktifitasnya saat melihat kedatangan Xie Yan.

__ADS_1


Semua mata tertuju kepada Xie Yan terutama penampilan-nya yang sangat tampan dengan pakaian bagus yang sangat berbeda dengan penduduk desa tersebut.


"Mereka semua sepertinya sangat waspada kedatangan orang asing." Pikir Xie Yan tapi setelah dia berpikiran seperti itu, Semua penduduk desa tidak memperhatikan-nya lagi dan kembali melakukan aktifitasnya.


Penduduk desa itu yang tadinya waspada dan berhati-hati dengan kedatangan orang asing, tapi sekarang mereka semua seperti tidak peduli lagi kedatangan-nya.


Melihat hal itu, Xie Yan hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Desa ini sangat aneh." Batin Xie Yan.


Dia pun menuju ke sebuah rumah makan desa yang sangat sederhana.


Sesaat dia memasuki rumah makan itu, seorang pria paruh baya sudah menyambut-nya dengan senyuman hangat.


"Oh, Selamat datang Tuan pengembara..." Kata pria paruh baya. "Apakah anda ingin memakan sesuatu?" Pria paruh baya itu bertanya sambil menuntun Xie Yan ke meja.


Didalam rumah makan itu, hanya ada Xie Yan dan Pria paruh baya itu saja.


Xie Yan mengagguk, "Berikan aku makanan terbaik disini dan sebotol arak."Pinta-nya.


Mendengar itu, Pria paruh baya tersebut langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makanan dan arak.


Setelah beberapa menit, Pria paruh baya itu kembali dengan membawa makana, minuman dan mengantarnya ke meja Xie Yan.


"Tuan pengembara, Desa ini bernama Desa Byor." Jawab Pria paruh baya tersebut.


"Desa Byor ya, mengapa Desa ini di pinggir hutan. Apakah kalian semua tidak ada yang takut jika Binatang buas menyerang desa ini?" Tanyanya lagi.


Pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya, "Tentu saja tidak, karena Dewa pasti menjaga Desa kami." Ucapnya. "Sebaiknya Tuan Pengembara nikmati makanan ini sebelum dingin." Pria paruh baya itu berkata sambil memancarkan senyum.


Setelah mengatakan itu, Pria paruh baya itu pergi meninggalkan meja Xie Yan.


"Dewa...?" Gumamnya.


Xie Yan kemudian beralih ke makanan di mejanya dan menyipitkan matanya menatap makanan yang telah tersedia di hadapan-nya, dia cukup lama memperhatikan makanan tersebut karena merasakan sesuatu didalam makanan itu sebelum akhirnya dia tetap menyantap semua-nya.


Saat Xie Yan sudah menghabiskan setengah makanan-nya, dia merasa kepalanya seperti berputar-putar.


Bruk~ Xie Yan jatuh pingsan di lantai rumah makan tersebut.


Tidak lama setelah Xie Yan jatuh pingsan, beberapa orang masuk ke dalam rumah makan tersebut dan mendekati Xie Yan yang sudah tergeletak di lantai.

__ADS_1


Pria paruh baya yang merupakan pemilik rumah makan itu juga menampakkan dirinya lagi dengan senyuman. "Kalian datang juga..." Ucapnya-nya.


"Kepala Desa..." Panggil orang-orang tersebut kepada pria paruh baya tersebut.


Pria paruh baya itu merupakan seorang Kepala desa, Dia lalu berjalan mendekat ke tubuh Xie Yan.


BAM!


Kepala desa itu melayangkan sebuah tendangan ke perut Xie Yan hingga terlempar dan menghancurkan meja disekitar.


"Sepertinya racun itu bekerja dengan baik..." Kata Kepala desa tersebut. "Angkat dia, kita akan memberikan tubuhnya untuk persembahan ke Dewa Penjaga Desa Byor." Perintah Kepala desa tersebut.


"Baik Kepala desa..." Jawab mereka. "Kepala desa, bagaimana dengan harta pria ini?" Tanya salah satu dari orang itu.


"Oh, aku hampir melupakan hal itu..." Kata Kepala desa tersebut, Dia kemudian mengambil Cincin ruang dari jari Xie Yan.


"Dia sangat kaya..." Kepala desa sangat tercengang saat mengetahui isi harta didalam Cincin ruang Xie Yan. "Bahkan Pengembara yang pernah datang kesini tidak pernah memiliki harta melimpah seperti ini..." Katanya lagi.


Kepala desa itu kemudian menyimpan Cincin rauang Xie Yan, "Sekarang kalian bisa mengangkatnya." Perintah Kepala desa tersebut.


Orang-orang itu pun mulai mengangkat Xie Yan ke suatu tempat tepat di tengah-tengah Desa Byor.


Semua Penduduk Desa Byor sudah berkumpul disana untuk menyaksikan persembahan mereka kepada Dewa penjaga Desa Byor.


"Sayang sekali pria tampan tadi harus dijadikan persembahan untuk Dewa Penjaga kita."


"Sstt...Apa kamu ingin mati? Bukankah itu bagus. Semakin baik persembahan kita maka Dewa Penjaga pasti akan melindungi kita dengan baik." Balas yang lain.


...


Orang-orang yang mengangkat tubuh Xie Yan sudah meletakkan-nya di sebuah Altar dan didekat Altar tersebut terdapat sebuah sumur yang sangat dalam.


Kepala desa Byor naik ke atas Altar tersebut, "Hari ini, kita semua akan menyaksikan persembahan untuk Dewa Penjaga Desa Byor!" Teriak Kepala desa tersebut ke seluruh Penduduk Desa.


......


...[Jangan lupa dukungan kalian dengan,...


...LIKE > GIFT > VOTE > RATE 5!]...

__ADS_1


__ADS_2