
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________***
"Baiklah! Mari kita mulai..." Katanya dan mengarahkan Tombaknya ke Tetua tersebut.
Mereka berdua diam beberapa detik, lalu Fenghua langsung menyerang Tetua tersebut dengan kekuatan peunuhnya. Ini merupakan pertama kalinya dia menggunakan seluruh kekuatannya setelah dia berada di Half Saint tingkat menengah.
Wajah Tetua tersebut masih tampak tenang saat melihat gerakan Fenghua dan mencoba menangkis Tombaknya dengan tangan kosong, tapi disaat tombak Fenghua hampir mengenai lengannya, Wajahnya langsung tampak berubah.
"Gawat!"
BOOMM!
Tombak tersebut langsung mengenai Tetua tersebut hingga membuatnya mundur beberala langkah. Walaupun tetua tersebut tidak terluka parah dia tetap terluka di lengannya saat menahan tombak milik Fenghua.
Dia sangat terkejut, jika dia tidak menggunakan semua kekuatannya didetik terakhir mungkin dia akan mati tertusuk tombak tersebut.
Tetua tersebut menatap Tombak tersebut dengan keterkejutan, dia tentu tidak mengetahui kalau tombak milik Fenghua adalah tingkat Kuno.
Wajah tetua tersebut langsung memancarkan keserakahan saat melihat tombak yang berada di tangan Fenghua, "Hahah..Anak muda, jika kau menyerahkan Tombak tersebut mungkin aku akan mengampuni nyawamu.." Ucap Tetua tersebut.
"Tetua..." Saat Lei Kun mendengar perkataan tetua tersebut, dia mencoba memprotes tindakan Tetua Gunung Suci tersebut yang mengampuni musuhnya. tapi dia langsung menelan kata katanya saat Tetua tersebut menatapnya dengan tajam.
"Cih...Kau ingin aku menyerahkan senjata kesayanganku ini? Bahkan Nyawamu mungkin tidak akan layak digantikan dengan Senjata milikku ini," Balas Chu Fenghua tentu menolak dengan tegas karena tombak tersebut adalah pemberian Kakak Iparnya.
Senyum di wajah Tetua tersebut kembali menghilang, "Sepertinya kau memang ingin mati ya!" Katanya kemudian mengeluarkan Pedang tingkat langitnya.
Dia kemudian langsung menghilang dari tempatnya mengarah ke Fenghua dengan mengayunkan pedangnya.
Tring!
Fenghua dengan cepat merespon menahan serangan Tetua tersebut yang masih menempel dengan tombaknya "Sangat kuat!" Katanya dengan tangan yang bergemetar.
"Ho...Sepertinya responmu sangat cepat!" Puji Tetua tersebut, dengan gerakan memutar, sebuah tendangan mengenai perut Fenghua hingga membuatnya terpental jauh.
BOOMM!
__ADS_1
Fenghua terlempar jauh hingga menabrak banyak pohon dan kemudian tergeletak di tanah. Serangan barusan hampir membuat isi perutnya keluar, serangan tetua tersebut membuat Fenghua terkena telak.
"Bagaimana? Apakah kau sudah mati bocah?! Itu sangat mengecewakan!" Ejek Tetua tersebut.
Fenghua kemudian perlahan bangkit dan mengusap darah dari mulutnya, tubuhnya kemudian dilapisi dengan banyak Qi Iblis yang kuat. Tetua tersebut dapat mengenali Qi Iblis tersebut.
"Qi milikmu...Jadi kau berasal dari Sekte Demonic, aku tidak menyangka sekte Demonic memiliki murid bakat sepertimu! Karena itu aku harus memastikan kematianmu!" Katanya mengira Fenghua adalah Sekte Demonic.
Sekte Demonic adalah Kultivator Manusia yang menjalankan Teknik Iblis yang berasal dari peninggalan leluhur mereka sehingga mereka memiliki Qi Iblis walau tidak sepadat di Dunia Iblis. Karena itu Tetua langsung menebak Fenghua berasal dari Sekte Demonic.
Fenghua tentu tidak mengetahui apa maksud dari perkataan Tetua tersebut, dia hanya memiliki satu tujuan yaitu mengalahkan lawan yang dihadapannya sekarang.
Fenghua dengan gerakan cepat langsung mengarahkan semua kekuatannya bersama Qi Iblisnya menyerang bersama.
Serangan datang tersebut masih dapat dihindari olehnya walaupun sedikit kesusahan, kekuatan Fenghua sudah hampir setara dengan tingkat puncak. "Sialan, Bocah ini sungguh kuat...Dengan Tombaknya Kekauatannya jauh lebih kuat. jika salah sedikit saja mungkin nyawaku akan melayang." Pikirnya, dia tidak bisa meremehkan kekuatan Fenghua lagi yang sudah hampir setara dengannya.
Lei Kun yang menatap Fenghua tentu jejak ketidak percayaan terpampang di wajahnya, "B-Bagaimana bisa dia mengimbangi tetua di umur yang begitu muda!" Katanya dengan ketakutan.
..
Tetua tersebut kemudian mengeluarkan semua kekuatannya setelah tidak mungkin baginya untuk melawan Fenghua dengan kekuatan setengah setengah.
Tring!
Tring!
Tring!
Kekuatan dua Half Saint hampir menghancurkan sebagian wilayah mereka, Lei Kun yang tidak jauh dari sana terlempar jauh akibat merasakan angin pertempuran Dua Half Saint.
Sedangkan Xie Ruo dan yang lainnya baik baik saja karena dilindungi oleh Qi milik Xie Yan. "Saudara Fenghua sangat kuat!" Kata Xie Ruo menatap sekilas pertarungan Chu Fenghua dan Tetua Sekte Gunung Suci tersebut.
"Kamu juga akan merasakan di tingkatan yang sama jika banyak berlatih," Ujar Chu Nan Yu kepada Xie Ruo.
"Hmmm..." Balas Xie Ruo mengepalkan tangannya dengan wajah senang.
...
Hampir satu jam penuh mereka saling beradu dengan seimbang.
Fenghua dan Tetua tersebut mengalami beberapa luka di tubuh mereka akibat senjata mereka masing masing.
__ADS_1
"Ha...Ha...Ha...Bocah, kau memang akan menjadi bencana bagi Sekte kami jika aku melepaskanmu," Katanya dengan menarik nafas akibat sedikit kelelahan.
Sama seperti Tetua tersebut, Fenghua juga kelelahan bahkan energinya hampir habis karena hampir mengeluarkan semua Qi iblisnya. Walaupun Kekuatan milik Fenghua hampir setara dengan Half Saint Puncak tapi banyak Energinya masih lah di Half Saint menegah. Perbedaan banyaknya Energi Half Saint Menegah dan Puncak jelas sangat berbeda.
Setelah mengambil nafas, Tetua tersebut mengeluarkan teknik yang kuat. Dia mengangkat pedangnya ke atas dan menampakkan sebuah Gunung, Walaupun Gunung tersebut tidak seukuran Gunung asli, itu masih bisa menimpah Fenghua dengan mudah. "Rasakanlah Teknik milik Sekte Gunung Suci kami!" Katanya dengan teriakan.
Fenghua menatap ke langit yang melihat sebuah gunung turun ke arahnya. Bukannya takut Fenghua malah tampak tersenyum, "Teknik yang sungguh kuat!" Gumam Fenghua.
Disisi lain, Chu Nan Yu ingin mencampuri pertarungan mereka saat melihat Teknik Tetua tersebut yang mungkin tidak bisa di kalahkan oleh adiknya tapi saat dia mau bergerak, Xie Yan menghentikannya, "Tenang Saja, dia akan baik baik saja," Kata Xie Yan dengan tenang.
Chu Nan Yu tentu mendengar kata kata Xie Yan langsung tenang dan percaya dengan perkataannya, dia kemudian terus menyaksikan pertarungan mereka berdua lagi.
..
Kembali ke Pertarungan
Chu Fenghua menatap gunung tersebut, dia kemudian memasukkan kembali Tombak miliknya ke dalam Cincin Ruangnya.
Saat Tetua dan Lei Kun melihat Fenghua memasukkan Senjatanya ke Cincin Ruangnya, Senyum terpampang di Wajah mereka.
"Sepertinya kau sudah pasrah dengan nyawamu karena tahu tidak akan bisa melawan lagi," Ejek Tetua tersebut dengan senyum penuh kemenangan.
Fenghua bahkan tidak mendengarkan sama sekali perkataan Tetua tersebut dan memfokuskan Qi tersisa miliknya di tangannya.
Gunung tersebut turun beberapa jarak dari Fenghua. Xie Ruo, Ruo Lou dan Ruo Ro menatap gunung menimpa Fenghua hanya menutup mulut mereka karena ketakutan jika sesuatu terjadi,
BOOMM!
Saat Gunung tersebut hampir menimpa Fenghua, Jejak ketidak percayaan terpampang di Wajah Lei Kun, Tetua Sekte Gunung Suci. Bahkan Chu Nan Yu dan yang lainnya juga tidak percaya dengan ketangguhan Fenghua...
.
.
.
.
.
__ADS_1