
Setelah semua Keluarganya mendapatkan tempat masing masing di Istana Giok Putih yang sangat luas, Xie Yan langsung meminta mereka berlatih di Menara Kultivasi untuk meningkatkan Kekuatan mereka lagi.
Menara Kultivasi di Istana Giok Putih juga terdapat berbagai-bagai banyak ruang dan satu orang satu ruang.
Sekarang Xie Yan telah berada di Ruang Menara Kultivasi bersama dengan Xie Ruo yang ingin dia berikan satu tetes darah Phoenix.
"Kakak...Apa yang kamu berikan padaku?" Tanya Xie Ruo saat menerima sebotol giok kecil.
"Ini darah Phoenix Es yang kakak dapat. Jika kamu menyerapnya, Kekuatan kamu akan meningkat pesat." Xie Yan menjelaskan.
Xie Ruo mengagguk, dia duduk bersila lalu membuka tutup botol giok itu dan langsung memasukkan satu tetes darah Phoenix Es itu kedalam mulutnya.
Sedangkan Xie Yan berjaga jaga dibelakang Xie Ruo dengan menyentuh punggungnya dan mengalirkan Qi miliknya ke tubuh adiknya untuk mengurangi sakit saat menyerap darah Phoenix Es.
Berbeda dengan Darah Naga yang Xie Yan dapat, Darah Phoenix Es ini pasti akan membuat benih dalam diri Xie Ruo bangkit dan Xie Yan harus membantunya jika mengalami masalah.
"Ugh..." Xie Ruo berusaha menahan rasa sakit pada tubuhnya, jika Xie Yan tidak membantu dengan mengalirkan Qi miliknya mungkin saja dia tidak akan menahan sakit padanya.
Beberapa menit kemudian, Xie Ruo merasakan tubuh dan jiwanya membeku. Xie Yan dapat merasakannya dan langsung mengalirkan Api Putihnya untuk menghangatkan tubuh dan jiwanya.
Tubuh Xie Ruo kembali hangat berkat Api Putih Xie Yan yang memulihkannya tapi Jiwa Xie Ruo masih terkena Aura dingin.
Xie Yan sangat penasaran apa yang terjadi dengan Jiwa Xie Ruo memutuskan untuk masuk ke dalam Lautan jiwa Xie Ruo dengan Tubuh Spritualnya.
Dalam Lautan Jiwa,
Xie Ruo sedang bertarung dengan Seekor Phoenix Es didalam Lautan Jiwanya.
Phoenix Es itu merupakan benih yang bersamanya saat dia kecil namun karena satu tetes darah yang diberikan Xie Yan membuat benih itu bangkit dan mencoba melawan Xie Ruo.
Tentunya Xie Ruo tidak ingin kalah dan ingin membuat Phoenix Es ini menjadi bagian dari Kekuatannya.
Kiak! Kiak!
BOOMM! BOOMM!
"Patuhlah dengan ku dasar burung jelek!" Tubuh Spritual Xie Ruo terus mencoba menyerang Phoenix Es itu dengan pedang ditangannya.
Kiak! Kiak! Phoenix itu terus menyemburkan Es yang sangat dingin membuat Xie Ruo kedinginan.
__ADS_1
"Sial, Phoenix ini sangat kuat..." Ucapnya yang sudah tampak kelelahan.
Phoenix Es itu tidak memberikan Xie Ruo nafas dan terus melepaskan serangan Esnya mencoba untuk membekukannya.
Krek!
Xie Ruo merasakan kakinya membeku dan terus menjalar naik ke seluruh tubuhnya. "K-Kakak..." Hanya itu yang bisa dia panggil sebelum tubuh spritualnya membeku sepenuhnya.
Phoenix Es yang melihat Xie Ruo sudah membeku sepenuhnya melesat terbang ingin menghancurkannya.
Tapi saat paruh besarnya itu hampir mengenai Tubuh Spritual Es Xie Ruo, Xie Yan yang sudah masuk ke dalam Lautan Jiwa adikknya langsung berdiri di depannya.
"Berani sekali burung sepertimu ingin melukai Adikku!" Kata Xie Yan menjentikkan jari-nya ke kepala burung Phoenix Es itu yang hampir mendekat ke Xie Ruo.
Klik!
BAM!
Phoenix Es itu langsung terlempar dan Xie Yan melepaskan Api Putihnya ke Tubuh Spritual Xie Ruo.
Dia kemudian menoleh kembali ke Phoenix Es itu yang tampak marah dan mencoba menyerang Xie Yan lagi.
"Tch!" Xie Yan mendecakkan lidahnya lalu menggerakkan jari telunjuknya kemudian sebuah rantai tak terlihat mengikat Phoenix Es itu hingga membuatnya sama sekali tidak bisa bergerak.
Xie Yan muncul di depan Phoenix Es itu yang mencoba melepas dari benda yang menjeratnya.
Kiak! Kiak!
"Kau harusnya patuh dan jadilah Kekuatan Adik Kecilku itu karena kau berada ditubuhnya!" Ucap Xie Yan melebarkan telapak tangannya lalu mengepalkannya.
BOOMM!
Tubuh Phoenix Es itu langsung meledak dan menjadi sebuah Energi biru yang sangat dingin. Xie Yan mengumpulkan Energi dari pecahan Tubuh Phoenix Es itu dan memasukkannya ke Tubuh Spritual Xie Ruo yang beku ditubuhnya mulai menghilang.
Xie Yan kemudian menghilang dari Lautan Jiwa Xie Ruo.
Diruang Menara Kultivasi,
Setelah Xie Yan memberikan Energi dari pecahan tubuh Phoenix Es itu kedalam Tubuh Spritual Xie Ruo.
__ADS_1
Kekuatan Xie Ruo terus berterus meningkat dari Dewa Laut puncak naik menjadi Dewa Nirwana menengah.
Sekarang di dahi Xie Ruo terdapat bentuk kecil Phoenix dengan warna biru muda yang menandakan Kekuatan Phoenix Es-nya sudah bangkit dan jika dia mendapatkan darah Phoenix Es lagi dia tidak akan merasakan sakit atau bertarung dengan Phoenix seperti sebelumnya.
Xie Ruo membuka matanya yang dingin seperti Es lalu menoleh ke Xie Yan yang tatapan-nya berubah menjadi hangat saat melihat Kakaknya itu.
"Kakak, Terimakasih kamu membantuku lagi melawan Phoenix itu..." Katanya dengan tulus.
Xie Yan berdiri sambil mengusap kepala Xie Ruo. "Tidak masalah..Itu hanya pekerjaan kecil, lain kali kamu harus bisa mengatasi masalah sendiri." Balas Xie Yan.
Xie Ruo mengagguk patuh, "Baik Kak, Tapi Kak jangan menyebutku dengan Adik Kecil lagi." Katanya.
"Hahaha...Sampai kapanpun kamu tetap Adik kecilku." Jawab Xie Yan lalu meninggalkan Ruang Menara Kultivasi-nya.
Xie Ruo hanya tersenyum lembut dan kembali berkultivasi menstabilkan Energi-nya.
...
Xie Yan yang telah keluar dari Menara Kultivasi-nya. Tidak terasa sudah dua hari berlalu saat dia membantu Xie Ruo untuk menyerap darah Phoenix Es-nya.
"Huaam!" Xie Yan meregangkan tubuhnya seperti senam di bumi. "Aku akan mengumpulkan Poin di Dunia Leveling untuk meningkatkan Dunia Jiwaku lalu pergi mencari Yue." Gumam Xie Yan memikirkan rencana-nya selanjutnya.
"Hmm? Apa yang terjadi dengannya?" Xie Yan bergumam saat melihat An Chyou pergi melesat keluar dari Istana Giok Putih.
Dengan Formasi yang dia buat hanya Keluarganya saja yang bisa Keluar masuk dan jika itu orang lain harus di kontrol untuk membiarkannya masuk.
Yang memegang kontrol dari Istana Giok Putih selain Xie Yan yaitu, Xie Ru Feng, Su Lan dan Chu Nan Yu saja.
Xie Yan yang penasaran ikut melesat turun dari Istana Gioknya mengikuti An Chyou yang menuju Istana Rubah Surgawi.
"Apa yang terjadi?" Tanya Xie Yan kepada An Chyou yang kaget saat Xie Yan mengikutinya.
"Tidak, Qui mengatakan An Kong tidak berada di Istana Rubah Surgawi selama dua hari ini dan An Ran mengatakan kalau dia mencoba bekerja sama dengan Istana Singa Api untuk membunuhku." Katanya masih dengan nada santai.
"Istana Singa Api?" Xie Yan tentu saja tidak mengetahuinya karena dia belum menjelajahi Benua Tianmu ini.
"Benar, Istana Singa Putih adalah musuh Istana Rubah Surgawi kami dan juga Tuan Istana mereka yang membuat luka dalam tubuhku." Jawab An Chyou.
......
__ADS_1
......__________________________......
...LIKE > VOTE > RATE 5...