
Xie Yan menggerakkan Istana Giok Putihnya lebih tinggi ke atas langit dan sangat jauh dari Istana Rubah Surgawi.
Istana Giok Putih-nya tentunya terikat dengannya dan hanya bisa mengecil atau membesar olehnya saja.
Dia dan Jianheeng masuk kedalam Istana Giok Putih itu, Jianheeng langsung turun dan berlari-lari di tempat itu.
Xie Juga membuat Formasi pelindung mengelilingi Istana Giok Putihnya terlebih dahulu agar tempat tinggal Keluarganya tetap aman dan tidak sembarangan orang yang bisa masuk.
Semua di dalam Istana sudah lengkap tanpa ada yang kurang, seperti ruangan, pemandian air panas, taman yang sangat luas, Bahkan Menara Kultivasi juga ada disana yang memiliki Formasi Pengumpul Qi lebih banyak dari Energi diluar dan Tempat itu nantinya untuk orang-orang akan berlatih.
Setelah melihat kedalaman Istana itu, Xie Yan turun kembali ke Istana Rubah Surgawi dimana semua orang masih dalam keadaan tercengang.
"Yan'er, bagaimana bisa tiba-tiba Istana besar melayang di Istana." Tanya Su Lan keheranan, semua orang juga ingin berkata hal yang sama dengan Su Lan.
"Sudah bu, tidak usah dipikirkan yang terpenting sekarang itu adalah tempat kita." Balas Xie Yan. "Sebaiknya kalian cepat, Jianheeng sendiri di atas sana." Kata Xie Yan lagi.
Su Lan hanya mengagguk dan tidak memperpanjang-nya lagi lalu terbang ke atas langit menuju Istana Giok putih diikuti dengan yang lainnya.
An Chyou menatap Xie Yan, "Jika kamu memiliki sesuatu seperti itu, bukankah kamu tidak perlu bertanya pada ku sebelumnya." Ucap An Chyou cemberut.
Xie Yan hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia juga tidak menyangka akan mendapatkan Istana Giok Putih diwaktu yang tepat. "Hahah...Bagaimana pun kamu juga bisa masuk ke dalam sana karena kamu sekarang bagian dari Keluargaku." Kata Xie Yan menggoda An Chyou didepan semua orang Istana Rubah Surgawi.
Wajah An Chyou tampak malu, "Ehmm...Bagaimana dengan ku? Apakah aku bisa ikut? Aku adalah Adik Kakak Chyou." An Qui bertanya pada Xie Yan.
"Hmmm..." Xie Yan menatap Gadis yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek disamping An Chyou. Dia tahu bahwa An Qui ini Tuan Istana Rubah Surgawi juga dan selalu berpihak pada An Chyou saat dua Tuan Istana lainnya tidak menyukai Chyou.
"Baiklah..." Kata Xie Yan, Wajah An Qui tampak bahagia karena Xie Yan memberinya Izin untuk masuk ke dalam Istana melayang tersebut.
Wajah dari Kedua Tuan Istana sedari tadi sudah tampak jelek, mereka langsung kembali ke tempat masing-masing.
Anggota Istana Rubah Surgawi juga tampak Iri dan juga ingin ke Istana melayang tersebut saat Xie Yan memberikan Izin Tuan Istana, tapi mereka tentunya tidak ada satu pun yang berani meminta hal itu dan hanya bisa kembali melakukan aktifitas masing masing dan kembali berlatih.
Xie Yan, An Chyou dan An Qui melesat ke Istana Giok Putih.
__ADS_1
"Waahh...Bukankah ini sangat Indah, bahkan Istana Rubah Surgawi sangat rendah jika dibandingkan Istana ini." Kata An Qui terpesona dengan keindahan Istana Giok Putih.
An Chyou juga tidak berbeda jauh dengan reaksi An Qui, "Bahkan Energi disini lebih banyak dari pada di Istana Rubah Surgawiku." Ucapnya dengan pelan.
Mereka berdua meninggalkan Xie Yan dan melihat lihat tempat lain Istana Giok Putih.
Semua Keluarga Xie Yan juga sudah mendapatkan Ruang mereka masing masing.
Tap...Tap...
Dari belakang Xie Yan datang sesorang, Xie Yan langsung menoleh. "Fenghua, apa yang terjadi dengamu?" Tanya Xie Yan saat melihat Fenghua yang wajahnya memerah.
"K-Kakak Ipar, siapa Wanita yang bersama dengan Saudari Chyou itu?" Dia berbisik kepada Xie Yan.
"Oh, An Qui? Dia adik Chyou tapi tidak ada hubungan darah." Balasnya. "Kenapa kamu menanyakan hal itu?"
"I-Itu...S-Sepertinya aku telah Jatuh Cinta padanya." Kata Chu Fenghua dengan malu-malu.
Fenghua mengangguk, "B-Benar, saat aku pertama kali melihatnya...Hatiku seperti tertusuk panah." Jawabnya.
Xie Yan hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka Fenghua menampilkan perilaku malu-malu, karena dia tahu Fenghua merupakan orang selalu yang bersemangat.
"Huh.." Xie Yan menghela nafasnya. "Jika kamu memang menyukainya, kamu harus berusaha lebih kuat karena Kekuatannya sangat kuat dan bahkan bisa menghancurkan Alam Fana dengan mudah." Kata Xie Yan.
Fenghua memiringkan kepalanya, "Aku tidak dapat mengukur Kekuatanya...Apakah Kakak Ipar tahu ditingkat mana dia?" Tanya Fenghua penasaran.
"Dewa Sejati." Jawab Xie Yan.
Fenghua seperti tersambar petir, tentu dia sudah tahu tingkatan Alam atas dari Xie Yan tapi mendengar Wanita itu yang tampak imut itu berada di ranah Dewa Sejati membuatnya sangat terkejut.
Melihat reaksi Fenghua, Xie Yan berpikir dia akan menyerah.
"Huh...Itu hanya Dewa Sejati! Aku juga bisa." Katanya mengepalkan tangannya penuh dengan tekad.
__ADS_1
"Oh, Sepertinya kamu tidak menyerah." Kata Xie Yan memuji-nya, dengan itu mungkin Fenghua akan lebih dan lebih banyak berlatih.
"Tentu saja, aku tidak pernah menemukan Wanita yang sangat Imut itu terkecuali Keponakanku." Jawabnya. "Lagipula dengan adanya Kakak Ipar aku pasti bisa menjadi lebih kuat!" Katanya lagi-lagi mengandalkan Xie Yan.
Dia kemudian pergi melanjutkan berkultivasi untuk mengejar Kekuatan pujaan hatinya.
Xie Yan hanya bisa tertawa mendengar ucapan Fenghua tadi, "Bukankah itu berarti dia memiliki Kepercayaan diri menjadi kuat karena mengandalkanku?" Kata Xie Yan terkekeh lalu pergi menjumpai Keluarga-nya yang lain.
...
Ditempat lain Istana Rubah Surgawi
An Ran dan An Kong sedang berkumpul bersama dengan wajah muram.
"Aku yakin Istana Melayang itu pasti sebuah Artefak." Ucap An Kong.
"Tentu saja itu sudah pasti, tapi yang membuat aku penasaran bagaimana Manusia itu memiliki Artefak yang seperti itu." Jawab An Ran. "Aku sangat Iri Chyou dan Qui diberi Izin untuk masuk ke Istana melayang itu." Katanya.
"Tch! Manusia itu, aku ingin sekali membalas perlakuan-nya sebelumnya." Ujar An Kong dengan nada marahnya.
Dia kemudian memikirkan ide, "Bagaimana kalau kita mengatakan kepada Tuan Istana Singa Api bahwa Chyou telah kembali dan sekalian membunuh Manusia itu dan mengambil Artefaknya." Katanya tersenyum licik kepada An Ran.
Brak!
An Ran memukul meja dengan kuat. "Apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau ingin bekerja sama dengan Istana Singa Api yang selalu mengaggu Istana Rubah Surgawi!" Katanya berteriak marah.
"Walaupun aku selalu berbeda pendapat dengan An Chyou tapi, aku tidak pernah mencoba membunuhnya dan apalagi bekerja sama dengan Istana Singa Api." Lanjutnya dengan nada tidak senang lalu pergi dari ruangan itu meninggalkan An Kong yang sedari tadi diam tidak berkata apa-apa.
......
......__________________________......
...LIKE > VOTE > RATE 5...
__ADS_1