
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
________________________________________________
***
Setelah Putra Mahkota memenangkan Pedang Pelelangan. Barang yang terakhir di lelang akhirnya keluar, tentu saja banyak orang yang penasaran dengan barang terakhir ini yang mungkin kualitasnya di atas pedang tingkat bumi tadi.
Saat barang itu dibawa ke panggung. Xie Yan merasakan energi harta itu bukan tingkat bumi, rasa penasaran Xie Yan semakin kuat.
Kemudian barang itu dibuka, terlihat kalung manik manik yang berjumlah 21 manik. "Barang terakhir ini adalah kalung manik manik, kami tidak tahu kegunaanya tetapi energi dari kalung berada di tingkat bumi, harga awal nol" Kata Wanita pembawa acara.
Xie Yan memperhatikan terus Kalung itu lalu mengecek dari system,
"Ding!
Artefak (Surga)
Nama: Kalung Jiwa
[Dibuat Oleh Buddha untuk memenjarakan jiwa jiwa dan di masukkan di setiap manik manik]"
"Eh..??" Xie Yan merasa bingung. "bagaimana bisa artefak tingkat surga bisa berada di Kekaisaran Tingkat 5? Apakah ini adalah peninggalan seseorang?" Batinnya.
Yang membuat Xie Yan makin bingung adalah, tidak ada yang dapat mengidentifikasi Artefak itu.
Saat Xie Yan melamun, suara Kakeknya terdengar dari samping, "Ada apa Yan'er? apakah kamu tertarik dengan itu?" tanya Su Jie.
Tentu Xie Yan langsung mengangguk, "Kakek, dimana kalian menemukan kalung itu?" Tanya Xie Yan penasaran.
"Oh, aku menemukannya di sebuah goa dan aku merasa kalung ini adalah artefak tingkat bumi berkelas. Aku melelangnya karena tidak mengetahui apa fungsinya," Balas Su Jie.
Mendengar penjelasan itu, Xie Yan mengangguk paham. "Kakek, aku menginginkan Kalung itu untuk mempelajariny dan sepertinya orang orang juga tidak ingin membeli artefak yang tidak tahu kegunaannya walaupun tingkat bumi." Ucap Xie Yan tersenyum melihat pengunjung hanya diam dan bahkan tuan muda dari keluarga kelas atas tidak menawar.
"Hah...Baiklah, aku akan memberikanmu ini gratis sebagai hadiah," Balas Su Jie lalu memanggil pelayan.
Pelelangan Pavilliun akhirnya berakhir. Barang terakhir diberikan langsung ke Xie Yan atas perintah Su Jie.
Pelelangan kali ini menjual dua tingkat bumi dan hanya satu yang membuat pengunjung tertarik. Walaupun barang terakhir banyak membuat orang bingung kenapa pavilliun menarik kembali barang terakhir tapi setelah ada yang mendengar itu perintah langsung dari pemilik pavilliun mereka semua hanya bisa diam paham, bahkan kaisar mungkin harus mengerti dengan keputusan pemilik Pavilliun jika ingin membatalkannya.
__ADS_1
Di dalam Ruangan Pavilliun Giok, Xie Yan melihat artefak yang baru dia dapat, "Haha, Sepertinya lelang kali ini sangat lancar tidak seperti sebelumnya dan aku bahkan mendapatkan 2500 batu energi rendah," Tawa Xie Yan Lalu melihat barang yang dia beli di lelang, Walaupun barang di hadapannya adalah tingkat surga. Xie Yan masihla terlihat biasa. Di Shop System dia dapat membeli Artefak atau barang lain yang berada di tingkat surga namun akan banyak menghabiskan LP. Walaupun begitu dia sudah mempunyai beberapa artefak atau pedang tingkat surga dari hadiah misterius. Namun fungsi kali ini berbeda, Artefak yang dihadapanya dapat mengumpulkan jiwa jiwa dan mungkin akan berguna di waktu mendatang.
"Sekarang Lebih baik aku menyimpannya. sekarang aku ingin menjumpai Bibi dan Kakek!" Ujar Xie Yan.
...
"Kakek, Bibi Mai," Kata Xie Yan memasuki ruangan yang didalamya ada Su Jie dan Su Mai.
"Kakek, Bibi aku akan kembali dan aku lupa memberitahu kalian dalam satu tahun Kakaku Xie Fan akan menikah di Ibukota Blue Sky. Aku harap kalian menghadirinya." Kata Xie Yan.
"Hahaha, Tentu Kakek dan Bibi mu pasti akan datang. Jadi, Setelah urusanmu dengan Keluarga Nie selesai apa selanjutnya kamu lakukan?" Tanya Su Jie.
"Tentu, aku akan pergi berpetualang. Baiklah, aku pergi dulu," Katanya dengan cepat lalu pergi. Mereka berdua hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
...
Xie Yan kembali ke penginapan sambil memperhatikan Ruo Lou yang sedikit lagi selesai menyerap pillnya.
"Sepertinya tidak membutuhkan satu bulan untuk beraksi, Yah aku sedikit tidak sabar untuk mengisi giok darah yang kudapat di blue sky," Batin Xie Yan.
...
Dua minggu kemudian,
Wushhh...
Energi berkumpul ditubuh Ruo Lou, menandakan kenaikan ke Ranah Raja Surgawi.
Boomm...Boomm...Boomm
Ledakan tiga kali terjadi di dantian Ruo Lou, Ruo Lou masih dalam posisi bermeditasi dengan tubuh yang penuh keringat.
Dibelakang ada Xie Yan menjaga tubuhnya agar tetap dalam kondisi stabil, Ruo Ro dan si kembar menjaga diluar kamar agar tidak mengganggu kenaikan Ruo Lou.
"Hufff...." Ruo Lou menghirup udara lalu membuka matanya, dia melihat sekeliling lalu melihat pria tampan dengan rambut terikat kebelakang, pria itu adalah Xie Yan.
"Kamu sudah sadar? Selamat sekarang kamu sudah berada di ranah Raja Surgawi Tingkat tiga." Puji Xie Yan.
Mendengar pujian Xie Yan dia langsung mengangguk lalu berdiri menunduk ke Xie Yan, "Terimakasih Tuan, aku tidak pernah bermimpi akan berada di Ranah Raja Surgawi," Balasnya dengan nada senang.
"Uh...Tidak masalah, sekarang aku keluar dan ganti baju kita akan makan," Ucapnya membuang muka lalu pergi.
Ruo Lou tanpa sadar mengalihkan perhatiannya ke pakaiannya yang dipenuhi keringat hingga membentuk lekuk tubuhnya, Wajah Ruo Lou seketika merah semerah tomat. "Tidak, bagaimana aku bisa malu dengan orang yang jauh lebih muda dariku," Katanya dengan malu malu.
__ADS_1
Setelah Xie Yan keluar, dia melihat Ruo Ro dan si kembar menunggu dengan penasaran.
"Tuan, Apa kenaikan Ibu berhasil?" Tanya Ruo Ro.
"Benar Dermawan, Apakah bibi sudah menembus?" Tanya si kembar.
Xie Yan mengangguk, "Benar, sekarang dia sudah berada di Ranah Raja Surgawi," Balas Xie Yan.
mendengar balasan Xie Yan, Ruo Ro dan Si kembar sangat bergembira dan tidak lupa berterimakasih ke Xie Yan. Awalnya sikembar tidak percaya jika bibinya akan menjadi raja surgawi yang sangat sulit dicapai tapi setelah melihat hasil dihadapannya mereka mau tidak mau harus mempercayai keajaiban ini.
...
Setelah Kenaikan Ruo Lou, mereka makan malam bersama. "Jadi Ruo Lou, setelah kamu sudah berada di Raja Surgawi tingkat tiga apa kamu yakin kita akan menyerang Keluarga Nie besok?" Tanya Xie Yan.
Ruo Lou mengangguk, "Benar tuan, tapi apa yang akan kita lakukan jika Kekaisaran ikut campur? Tidak mungkin kaisar ingin salah satu kekuatan kekaisaranya jatuh," Tanya Ruo Lou.
"Hmm, benar juga. Yah...Untuk kekaisaran setahkan saja urusanku dan Ruo Ro apakah kamu siap melawan Ayahmu nanti?" Ujar Xie Yan.
"Tidak tuan, dia bukan ayahku! Dan aku akan menghabisi orang yang sudah membuat ibuku menderita!" Balas Ruo Ro.
Mendengar perkataan Anaknya, dia merasa sedih karena harus melawan ayahnya sendiri walaupun dia seharusnya tidak pantas menjadikan dia ayahnya.
"Hmm..Bagus besok kita akan bergerak. Si kembar dan Ruo Ro akan menuju penjara Keluarga Nie menyelamatkan Sandera," Perintah Xie Yan.
"Baik.." Balas mereka.
"Dan setelah itu aku akan menyerap esensi mereka untuk membuka portal dari giok darah," Batinnya.
Keesokan paginya, Xie Yan dan yang lainnya sudah bersiap mengarah ke Kediaman Keluarga Nie...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1