
Nie Gong yang langsung memerintah bawahannya dan beberapa Tetua Klan Nie untuk menangkap Nie Lay tapi itu semua sia sia karena dia sudah kabur dari Klan Nie.
Nie Gong sempat mengamuk karena membiarkan Nie Lay lepas, tapi dia langsung meredakan amarahnya karena ada Xie Yan sebagai tamu penting Klan Nie.
Keesokan harinya setelah menyembuhkan Istri Nie Cheng, Xie Yan menjumpai Nie Gong.
"Tetua, Apakah kamu tahu lokasi Cabang Pavilliun Pembunuh di Kota ini?" Tanya Xie Yan.
Wajah Nie Gong sedikit mengerut lalu dia mengangguk, "Apa Nak Xie Yan memiliki masalah dengan Pavilliun Pembunuh?" Tanya Nie Gong.
Xie Yan tidak membalas pertanyaan barusan dan Nie Gong juga tidak menanyakannya lebih lanjut lagi.
Dia lalu memberitahu letak Cabang Pavilliun Pembunuh di Kota Yerb. Setelah Pertemuannya dengan Anggota Pavilliun Pembunuh yang menggunakan Rantai Siluman, Xie Yan sekarang memfokuskan untuk mencari tahu apakah Pavilliun Pembunuh memang memiliki hubungan dengan Siluman.
Jika memang Pavilliun Pembunuh memiliki hubungan dengan Siluman, maka Xie Yan berencana memusnahkan setiap Cabang-Cabang Pavilliun Pembunuh.
Setelah mengerahui lokasi cabang Pavilliun Pembunuh di Kota Yerb ini, Xie Yan tidak langsung menyerangnya.
"Oh ya, Tetua...Apakah di Klan Nie memiliki Ruangan untuk menempa pedang?" Tanya Xie Yan yang ingin menempa senjatanya sendiri.
Nie Gong mengangguk, "Apakah Nak Xie Yan juga seorang Penempa?" Tanya Nie Gong dan Xie Yan membalas dengan anggukan. Kemudian dia membawa ketempat dimana Klan Nie biasanya untuk membuat pedang. "Disini, Kamu bisa menggunakannya sesuka hati." Katanya yang sudah tiba dimana Ruang Penempa.
Xie Yan kemudian memasuki Ruang Penempa itu, "System...Tingkatkan semua Jobku ke Tingkat Dewa!" Perintah Xie Yan
"Ding!~
Master Talisman (Surga) >> (Dewa)
Master Penempa (Surga) >> (Dewa)
Master Array (Surga) >> (Dewa)"
Untuk meningkatkan semua Jobnya, Xie Yan menghabiskan 5 T LP untuk satu Job. Walaupun begitu Xie Yan masih memiliki banyak LP yang tersisa
Setelah dia memiliki Job Tingkat Dewa, Xie Yan memungkinkan untuk menempa Senjata Tingkat Dewa. Di Alam Atas ini Senjata Tertinggi hanya berada di Tingkat Legenda dan itupun sangat jarang.
Xie Yan kemudian mengeluarkan Tungku Naga dan Phoenixnya dari Systemnya. Dia juga mengambil beberapa bahan seperti Perunggu Tulang Naga Langit, Baja Bintang yang dia temukan di Istana.
Bahan Bahan seperti Tulang Naga Langit dan Baja Bintang bukanlah bahan yang sembarang.
Baja Bintang adalah Baja yang sangat cocok untuk membuat pedang karena berat baja tersebut sangatlah ringan, Sedangkan Tulang Naga memiliki Ketahanan yang tak tertandingi.
Dengan bahan itu, Xie Yan berencana membuat Pedang yang kuat namun gesit.
Perunggu sebagai bahan utama, Baja Bintang untuk meringankan pedang dan Tulang Naga Lagit sebagai Penguat Pedang
Setelah bahan untuk penempaan sudah selesai, Xie Yan lalu mengeluarkan Api Neraka miliknya untuk memanaskan Tungku Naga dan Phoneix itu.
Dengan Api Neraka yang merupakan salah satu Api terkuat, Xie Yan menggunakannya untuk memelehkan Tulang Naga dan juga Baja Bintang.
Setiap Penempa harus memiliki Api yang kuat untuk melelehkan Bahan Bahan yang akan ditempa, terutama untuk senjata di Tingkat Dewa yang harus menggunakan Bahan setingkat dewa yang sangat sulit untuk dilelehkan.
Saat Tungku itu sudah memanas, Xie Yan memasukkan Perunggu dan Baja Bintang ke dalam tungku untuk melelehkannya.
__ADS_1
Hanya dalam beberapa Menit, Perunggu dan Baja Bintang sudah meleleh. Xie Yan kemudian memisahkan dengan Qi milik lalu dia melanjutkan dengan memasukkan Tulang Naga Langit untuk dilelehkan.
Selagi menunggu melelehkan Tulang Naga Langit, Xie Yan menaruh Cairan dari campuran Perunggu dan Baja Bintang ke dalam dua cetakan berbentuk pedang. Karena Xie Yan membuat dua buah pedang dia menggunakan dua cetakan terpisah dan dengan bahan yang sama.
Setelah dia menaruh cairan perunggu dan baja bintang kemudian disusul dengan cairan naga langit yang sudah dilelehkan didalam tungku.
Didalam Cetakan berbentuk pedang, Cairan dari Perunggu, Baja Bintang dan Tulang Naga langit menyatu sepenuhnya. Dia juga menaruh pasir hitam dan biru agar membuat pedang berwarna. Xie Yan kemudian menunggu beberapa jam agar cairan itu benar benar mengeras dengan baik.
Setelah beberapa jam telah berlalu, Xie Yan mengetuk cetakan berbentuk pedang hingga pecah dan memperlihatkan pedang hitam dan biru yang berkilauan.
Tidak sampai disitu, Xie Yan mengambil Palu dan memukul mukul pedang yang baru saja jadi agar membuatnya semakin tajam. Setiap pukulan yang dilakukan Xie Yan tidak kuat dan tidak pelan. Dia kemudian memanaskan pedang itu dan memukulnya lagi hingga beberapa kali hingga Pedang Dewa buatan Xie Yan akhirnya berhasil.
Xie Yan melihat kedua pedang itu tampak puas, ini adalah pertama kalinya dia membuat pedang dewa. Xie Yan tersenyum beberapa lama, lalu dia membuat gagang pedang dan sarungnya.
Setelah semuanya jadi, Xie Yan meletakkan di atas meja memandang kedua Pedang itu. "Pedang Kembar!" Xie Yan memberi nama Pedang itu sebagai Pedang Kembar yang akan dia berikan ke Anak Kembarnya.
Xie Yan tiba tiba memikirkan sesuatu lalu dia mengambil Artefak Kalung Jiwa dari Penyimpanan Systemnya.
Ditangannya sudah terdapat Kalung Jiwa, Xie Yan kemudian mengalirkan Energi Qi miliknya ke Kalung Jiwa itu.
Kalung Jiwa itu bercahaya lalu memunculkan sepotong jiwa kecil. "Hahaha...Akhirnya aku bebas!" Kata Suara itu yang adalah Iblis ditemuinya di Dunia Iblis.
"Siapa yang bebas..?" Ucap Xie Yan membuat Jiwa Iblis itu terkejut saat melihat kebelakang.
"S-Siapa kau..??" Kata Jiwa Iblis itu dengan nada bergetar. Dia tentunya tidak mengenali Xie Yan dalam bentuk manusianya dan dia juga dapat merasakan Pemuda yang dihadapannya sangat mengerikan dari setiap Energi yang terpancar di tubuhnya.
Iblis itu merasa tatapan Xie Yan seperti melihat semut dihadapan Naga Sejati.
"Hahaha...Iblis Kecil, Sepertinya kau melupakanku Ya...??" Kata Xie Yan mulai berTransformasi ke bentuk Iblisnya.
"Terkejut...? Tentu saja! Sekarang aku ingin kau menjadi Roh Pedang itu!" Kata Xie Yan menunjuk Pedang Hitam.
"Apa..? Roh Pedang? Bukankah itu sama dengan kau memintaku dipenjara...?" Kata Jiwa Iblis itu.
Xie Yan lalu menatap Jiwa Iblis itu dengan Aura Membunuh tersebar ke setiap ruanga..
"Hiiikkk!" Jiwa Iblis itu bergetar merasakan Aura Membunuh Xie Yan.
"Itu bukanlah Permintaan! Itu adalah Perintah!" Kata Xie Yan dengan senyum tapi Iblis itu melihat Xie Yan seperti siap menghancurkannya.
"B-Baiklah..." Kata Jiwa Iblis itu dengan pasrah.
Saat Jiwa Iblis itu menerimanya, Xie Yan menarik kembali Aura membunuhnya. "Lagipula, Jika menjadi Roh Pedang semakin banyak pedang itu membunuh maka semakin Kuat juga kau!" Ucap Xie Yan.
"Benarkah..?" Tanya Jiwa Iblis itu.
"Benar, Tapi..." Xie Yan menembakkan Energi Qi miliknya ke Jiwa itu untuk memberinya tanda.
"Itu adalah Segel dari Energiku! Jika kau berani menghianatiku maka Jiwamu akan lenyap sepenuhnya!" Ujar Xie Yan.
Jiwa Iblis itu kemudian masuk ke dalam Pedang Hitam itu dengan sukarela dari pada harus mati.
Xie Yan kemudian melihat Status dari Pedang hitam itu.
__ADS_1
"Ding!~
Nama : Pedang Kembar (Hitam)
Tingkat : Dewa
Skill : Menyerap Darah Musuh."
"Bagus...Untuk Pedang Biru mungkin akan kutemukan jiwa lain." Ucap Xie Yan lalu memasukkan kedua pedang itu kedalam Penyimpanan Systemnya.
Setelah dia keluar dari Ruang Penempa, Xie Yan kembali ke Ruangan miliknya yang sudah disediakan oleh Klan Nie. Besok, Xie Yan berencana untuk menyelidiki Pavilliun Pembunuh.
......
......_______________________......
Kultivasi God :
Dewa Awal :
(Rendah - Menengah - Puncak)
- Dewa Bumi
- Dewa Laut
- Dewa Langit
- Dewa Nirwana
- Dewa Perak
- Dewa Emas
- Dewa Giok
Tingkat Senjata, Pill, Teknik Beladiri, Array, Dao Talisman:
- Kelas 1-9
- Bumi
- Langit
- Surga
- Kuno
- Suci
- Legenda
- Bintang
__ADS_1
- Dewa
......________________________......