
Setelah Tamparan Xie Yan melayang ke Tong Cu hingga membuat kepalanya berputar-putar, dia langsung mati ditepat didepan bangunan Panti asuhan.
Wan Yin dan Jendral Hao yang menyaksikan kekejaman Xie Yan tentu tidak bisa berkata apa-apa. "Dia memang tidak ingin melepaskannya. Siapapun tidak mungkin akan selamat dari tamparan sekeras itu." Batin Wan Yin dan Jendral Besar Hao melihat Kepala Tong Cu yang sudah berubah arah.
Xie Yan yang menatap Pria gendut itu dengan wajah datarnya. Dia kemudian berbalik lalu menjentikkan jarinya.
Ctak!
Tubuh Tong Cu dan kelima bawahannya langsung diselimuti api hitam hingga terbakar habis menjadi abu.
Xie Yan berjalan ke arah Wan Yin dan Jendral Besar Hao. "Ayo kita masuk, urusan diluar sudah selesai." Kata Xie Yan saat melihat Wan Yin dan Jendral Besar Hao masih diam ditempat.
Mendengar perkataan Xie Yan, Wan Yin dan Jendral Hao kembali sadar lalu bergerak dengan kaku mengikut Xie Yan dari belakang masuk ke dalam ruangan.
Didalam Ruangan Yue sudah menunggu kedatangan Xie Yan. Dia langsung menghampiri Xie Yan setelah melihatnya masuk kedalam ruangan.
"Paman, apa yang terjadi dengan pria gendut itu?" Tanya Yue.
Xie Yan tersenyum lalu mengelus kepala Yue, "Tentu saja dia sudah paman bakar karena berani menyentuh Yue." Ucapnya dengan nada pelan kepada Yue.
Wajah Yue tampak bahagia mendengar jawaban Xie Yan. "Ohya...Yue, Paman akan pergi bersama paman ini," Dia menunjuk Jendral Besar Hao. "Tinggalah sementara bersama dengan temanmu disini dan Kakak Wan." Ucap Xie Yan kepada Yue.
Yue sedikit bingung, "Apakah Paman akan lama meninggalkan Yue?" Tanya Yue. Xie Yan membalas dengan menggelengkan kepala. "Tidak, ini tidak akan lama dan Paman akan kembali ke sini, ada yang harus paman lakukan." Kata Xie Yan.
Yue mengagguk paham, "Bagus, Jangan meninggalkan tempat ini seperti sebelumnya ya." Kata Xie Yan kemudian menatap Wan Yin. "Nona Wan, tolong jaga Yue sementara waktu disini." Xie Yan meminta.
Mendengar permintaan itu, Wan Yin menjawan dengan cepat, "Tidak masalah Tuan, anda bahkan sudah membantu anak anak lain dan saya. Jadi tentu saya akan menjaga Adik Yue dengan baik." Wan Yin berkata dengan tulus.
__ADS_1
Xie Yan cukup puas dengan balasan Wan Yin. Dia tidak tahu mengapa Wan Yin lebih memilih mengasuh anak anak dari pada memfokuskan dirinya untuk berlatih. Dengan bakatnya, Jika Wan Yin berlatih lebih serius dan mengumpulkan dana-nya untuk bahan bahan berkultivasi mungkin dia menjadi seorang ahli. Tapi demi membiayai anak anak, dia harus tertahan di Ranah Nirwana.
Dia cukup salut dengan kebaikan Wan Yin terutama dia masih lebih muda dari pada Xie Yan.
Xie Yan kemudian melemparkan cincin ruang kepada Wan Yin, "Apa ini Tuan?" Tanya Wan Yin.
"Didalam sana ada kebutuhanmu untuk berkultivasi dan beberapa senjata." Kata Xie Yan, "Walaupun aku tidak tahu alasan kamu ingin merawat mereka tapi, bukankah kamu terlalu lemah untuk melindungi mereka? Dan kejadian sebelumnya akan selalu terulang jika kamu tidak memiliki kekuatan. Jadi jika kamu ingin melindungi mereka bukankah kamu harus lebih sering berkultivasi dan menjadi kuat. Isi cincin ruang itu adalah hadiah dariku untuk kamu berlatih dan disaat aku kembali dalam beberapa hari, aku ingin melihat kamu sudah tidak berada di Ranah Nirwana lagi." Ucap Xie Yan kepada Wan Yin.
Mendengar perkataan Xie Yan barusan, tanpa sadar Wan Yin menjatuhkan air matanya, "Terimakasih, Terimakasih Tuan...Saya akan menggunakan hadiah yang anda berikan dengan baik dan menjadi kuat." Ucap Wan Yin hampir berlutut dihadapan Xie Yan tapi dia menahannya dengan Qi miliknya.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi. Yue tunggu aku kembali." Kata Xie Yan kepada Yue dan dianggukkan olehnya Lalu dia meninggalkan panti asuhan bersama dengan Jendral Besar Hao langsung menuju Istana Kekaisaran.
Walaupun Xie Yan sebenarnya sangat malas datang ke Istana tapi, dia sangat penasaran apa yang diingkan Kaisar kepadanya.
...
Tidak lama kemudian, Xie Yan dan Jendral Besar Hao sudah tiba didepan Istana Kekaisaran Ruby yang sangat megah. Bahkan sebelumnya Xie Yan sudah melihat dari jauh kemegahan Istana tersebut.
Mendapati hormat itu, Jendral Besar Hao mengagguk dan terus melangkah masuk diikuti oleh Xie Yan dari samping Jendral Besar Hao.
Beberapa Prajurit Istana tentu penasaran siapa Pemuda tampan yang besama dengan Jendral Besar Hao. "Siapa Pemuda yang bersama dengan Jendral Besar Hao? Melihat dia berjalan bersampingan dengan Jendral Besar Hao sepertinya pemuda itu orang penting." Mereka berbisik mengenai Xie Yan.
Jendral Besar Hao yang mendengar bisikan dari Prajurit itu langsung menatapnya dengan tajam, "Kembali bekerja!" Perintahnya dengan tegas membuat mereka langsung menunduk dengan ketakutan.
Jendral Besar Hao dan Xie Yan berjalan disekitar Istana menuju Ruang Istana Kekaisaran. "Tuan Xie...Kaisar Tan memiliki 1 Permaisuri, 5 Selir dan 9 Pangeran." Jendral Besar Hao menjelaskan keluarga Kaisar Tan selagi mereka menuju Ruang takhta.
Xie Yan mengerutkan keningnya bingung mengapa Jendral Besar Hao menjelaskan hal itu. "Lalu? Apakah ada masalah?" Kata Xie Yan.
__ADS_1
Jendral Besar Hao tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak, Aku hanya ingin Tuan Xie mengetahui keluarga Kaisar Tan." Kata Jendral Besar Hao.
Xie Yan dan Jendral Besar Hao akhirnya tiba di Pintu besar Ruang takhta Kekaisaran Ruby.
"Jendral Besar Hao masuk ruang." Kata Prajurit berteriak lalu membuka pintu aula.
Saat pintu terbuka, Xie Yan langsung berfokus kepada seorang Pria paruh baya yang masih tampan duduk di Kursi Takhta dengan jubah emasnya, itu adalah Kaisar Tan dan disampingnya ada seorang Wanita yang sangat cantik, Bahkan Xie Yan seketika terhipnotis melihat kecantikan Wanita itu, itu adalah Permaisuri Qixuan.
Disana juga sudah berjejer beberapa kursi yang diisi oleh Pangeran dan beberapa petinggi.
Jendral Besar Hao dan Xie Yan melangkah masuk kedalam dengan perlahan melewati Pangeran dan beberapa petinggi yang menatap Xie Yan dengan tajam.
Jendral Besar Hao kemudian berlutut tidak jauh dihadapan Kaisar Tan, "Hamba...Jendral Besar Hao menghadap Yang Mulia Kaisar." Kata Jendral Besar Hao dengan hormat.
Disamping Jendral Besar Hao yang sedang berlutut, Xie Yan masih berdiri dengan tenang menatap Kaisar Tan.
Xie Yan dapat merasakan Kekuatan Kaisar Tan yang berada di Ranah Dewa Emas menengah dan bukan hanya itu, dia juga merasakan di belakang Kaisar Tan terdapat dua orang didalam kegelapan dengan tingkat yang sama dengan Kaisar Tan, mungkin hanya Xie Yan saja yang sadar akan kehadiran mereka yang tampak menjaga Kaisar Tan.
Begitu juga Permaisuri Qixuan yang sama cantiknya dengan Istrinya juga berada di Ranah Dewa Emas menengah. Xie Yan cukup terkejut dengan Kekuatan dari Kekaisaran Ruby ini.
"Salam Kaisar Tan." Xie Yan memandang Kaisar Tan dan menyapanya dengan mengangkupkan tangannya.
Bahkan di hadapan Pemimpin dari Kekaisaran yang memiliki banyak Dewa Emas menengah, Xie Yan masih berdiri tegak dan bahkan tidak memiliki niatan untuk membungkuk sedikit pun.
"Sombong!" Tiba-tiba, suara dari arah samping Xie Yan terdengar.
......
__ADS_1
......__________________________......
...LIKE > VOTE > KOMEN > RATE 5...