
Pelaku utama yang membuat heboh Murid Luar sedang bersantai di tempat tidurnya.
"Sudah dua bulan aku di alam atas, apakah anak anakku sudah tumbuh sedikit?" Gumam Xie Yan merindukan Keluarganya di Alam Fana.
Dia kemudian bersikap Lotus dan mengaktifkan Tittle Penguasanya untuk melihat Keadaan Alam Fana.
Segera, Tanda di dahi Xie Yan muncul. Dia kemudian memfokuskan Tujuan penglihatannya ke Alam Fana.
Tidak lama kemudian, Xie Yan mulai melihat semua di Alam Fana seperti menatapnya dari atas. Dia juga dapat merasakan setiap mahluk hidup yang ada di Alam Fana.
Dia kemudian melihat ke Lokasi kediaman miliknya yang berada di Tanah Duoqi. "Oh, itu mereka!" Gumam Xie Yan mulai melihat Xie Ruo, Ruo Ro dan Chu Fenghua dengan giat berlatih.
Xie Yan juga melihat ada Ibunya, Su Lan, Yang Xi bersama Chu Nan Yu dan Ruo Lou bermain dengan Jianheeng dan Lian Mei. "Hahaha...Mereka berdua sudah tumbuh dan sekarang mereka mulai merangkak di Taman."
"Eh?" Xie Yan memperhatikan Ruo Lou, dia merasakan sesuatu pada dirinya. "Ada Kehidupan lain diperutnya?" Xie Yan sangat terkejut.
"A-Apa dia juga akhirnya hamil?" Xie Yan tidak tahu harus berkata apa karena Ruo Lou tidak memberitahunya. Dia merasa sedikit bersalah meninggalkannya disaat sedang mengandung. Walaupun begitu dia tetap senang karena akan memiliki anak dari Ruo Lou.
Dia juga melihat Xie Ru Feng sedang berada di Kekaisaran Blue Sky membantu Xie Fan. Bahkan Kakaknya sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.
Setelah Xie Yan sudah puas memandang mereka, dia kemudian menghentikan Tittle Penguasanya. "Aku harus bertambah kuat dan membawa mereka untuk Tinggal di Alam atas." Kata Xie Yan kemudian melanjutkan Latihannya di Dunia Leveling.
...
Di Alam Fana
Tanah Duoqi, Tempat Tinggal Xie Yan
Disaat Chu Nan Yu sedang memperhatikan tingkah laku kedua anaknya, dia tiba tiba sentak melihat ke atas langit.
"Ada apa Yu'er?" Tanya Su Lan.
Chu Nan Yu menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa bu." Balas Chu Nan Yu. "Apa ini hanya perasaanku saja kalau aku merasa Xie Yan seperti sedang memperhatikan dari langit?" Batinnya.
"Sepertinya aku hanya merindukan Bajingan itu!" Gumam Chu Nan Yu.
...
Alam Atas.
Beberapa hari Setelah kejadian pembunuhan Tetua Sekte, Penjagaan di dalam Sekte semakin ketat.
Sedangkan pelaku pembunuhan masih tenang di kediamannya berlatih di Dunia Leveling. Sekarang Kekuatan Xie Yan selangkah lagi akan naik ke Ranah Dewa Bumi menengah.
Dia berencana untuk menantang salah satu dari tiga peringkat murid luar agar naik menjadi murid dalam dan kemudian dia harus mencapai Dewa Laut sebelum berpetualang di Alam atas.
Setelah dia kembali kedunianya, Xie Yan keluar dari Kediamannya dan langsung mengarah ke Arena Murid Luar.
Disaat menuju Arena, Xie Yan dipanggil oleh seseorang. "Saudara Yan!" Kata suara perempuan berteriak memanggil Xie Yan.
"Ha?" Xie Yan menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya itu. "Fai Changyi?" Xie Yan bingung mengapa dia memanggilnya.
"Saudari Changyi? Ada apa?" Tanya Xie Yan penasaran karena tidak biasa untuk Fai Changyi untuk memanggil pertamakalinya.
Dia menggelengkan kepalanya, "Apakah Saudara Yan akan menantang lagi?" Tanyanya. Dia tidak menyangka Xie Yan sekarang berada di Peringkat Lima Murid Luar dimana baru dua bulan bergabung dengan Sekte, sedangkan Fai Changyin sudah berada di Peringkat 45 Murid Luar.
Fai Changyi merasa di hadapan Xie Yan tidak ada yang namanya Jenius. "Iya, Aku berencana untuk melawan Salah satu dari Peringkat 1 dan 3 untuk bisa masuk ke murid dalam," Balas Xie Yan.
__ADS_1
"Benarkah? Itu hebat! Mungkin hanya Saudara Yan yang dapat menjadi Murid dalam dalam dua bulan!" Puji Fai Changyi dengan tulus.
Xie Yan tertawa sambil menggaruk kepalanya, "Apakah Saudari Changyi juga ingin menantang Murid Luar lain?" Tanya Xie Yan.
Fai Changyi mengangguk, "Benar...Tapi aku tidak mungkin melawan di atas Peringkat 20 seperti yang dilakukan oleh Saudara Yan," Jawabnya.
"Hahaha...Baiklah, kalau begitu ayo kita ke Arena bersama." Tawar Xie Yan.
Xie Yan dan Fai Changyi bersama menuju Arena. Tidak jauh dari sana, Wang Zhong melihat kedekatan mereka berdua.
"Berengsek kau Xie Yan! Aku tidak pernah melihat Changyi menampilkan wajah seperti itu! Aku harus meminta Kakak untuk membunuh dia!" Kata Wang Zhong lalu dia meninggalkan Tempat Itu dan Kembali untuk memulihkan dirinya setelah apa yang dibuat oleh Xie Yan.
..
"Hei, Lihat...Bukankah itu Xie Yan?"
"Benar, apa dia kesini untuk menantang lagi?"
Semua orang sudah mengenal Xie Yan dengan baik berkat Kekuatannya yang sangat mendominasi disaat mengalahkan musuhnya hanya dengan satu serangan.
Tidak lama kemudian setelah Xie Yan dan Fai Changyi datang, 2 Orang Pemuda dan 1 Orang Wanita muncul tampak gagah.
"Itu...Tidak mungkin! Bukankah mereka berempat adalah Peringkat teratas di Murid Luar?"
"Benar, itu adalah Pang Huaxin yang berada di Urutan Pertama, ada Ji Xuan di Urutan kedua dan Niu Ni urutan Ketiga."
"Bukankah mereka sedang mempersiapkan untuk menjadi Murid dalam?"
Semua orang saling berbicara dengan yang lain yang dimana mereka sangat ingin tahu kedatangan Ketiga Peringkat Atas Murid Luar.
Dia kemudian menoleh ke Ji Xuan, dari awal Xie Yan melihat wajah Ji Xuan sudah tahu memiliki sifat yang tidak berbeda jauh dengan Wang Zhong yang cukup arogan dan dia juga merasakan Niat Membunuh cukup kuat yang terpancar darinya.
Sedangkan Niu Ni memiliki kecantikan yang setara dengan Fai Changyi namun di Xie Yan menebak bahwa gadis ini sangat aneh karena disaat dia menatapnya, Xie Yan seperti tertarik. "Apa dia menggunakan Teknik Pengodaan?" Pikir Xie Yan.
Xie Yan sudah merasakan Kekuatan mereka, Ji Xuan dan Niu Ni cukup setara di Ranah Half God Menengah. Walaupun sama sama Half God Menengah, tetap saja Pang Huaxin adalah yang terkuat.
Ji Xuan melihat lihat sekelilingnya seperti mencari sesuatu, "Oh...ketemu!" Katanya kemudian dia berjalan mendekat ke arah Xie Yan.
...
Di Area Murid Inti
Kediaman milik Wang Ciao, seseorang memasuki kediamannya. "Tuan...Diluar ada tamu!" Katanya.
"Siapa?" Balas Wang Ciao.
"Dia adalah Saudara Tuan," Jawabnya.
"Oh, Zhong'er...Sepertinya dia sudah sedikit membaik. Biarkan dia masuk!" Perintah Wang Ciao.
Tidak lama kemudian,
"Kakak! Sudah lama aku tidak melihat mu!" Kata Wang Zhong dengan nada senang.
"Hahahaha...Zhong'er, maaf kakakmu terlalu fokus berlatih. Jadi, ada apa kamu datang ke Kediamanku?" Tanya Wang Ciao.
"Seperti yang diharapkan dari Kakak. Aku ingin meminta Kakak untuk membalaskan dendamku! Karena dia aku harus dipermalukan..." Ujar Wang Zhong.
__ADS_1
"Kalau urusan orang yang melukaimu aku sudah mendengarnya." Kata Wang Ciao.
"Ah...Jadi kakak sudah tahu kekalahanku ya..?" Wang Zhong menunduk dengan malu.
"Tenanglah Zhong'er, tidak perlu malu. Lagipula saat dia bertarung mungkin dia sudah menyembunyikan Kemampuannya sehingga kamu Kalah." Wang Ciao menenangkan Adiknya yang tampak malu dengan kekalahannya.
"Aku juga sudah memerintahkan Ji Xuan, Peringkat dua untuk menghabisi Xie Yan di Arena. Ji Xuan juga dikenal sangat kejam, bahkan di umur 5 tahun dia sudah memutilasi pelayannya." Katanya lagi.
"Benarkah! Kakak memang yang terbaik!" Wang Zhong berkata dengan bahagia.
"Hehehe...dengan begini Xie Yan mungkin akan dihabisi olehnya! Aku tidak sabar melihat wajah putus asanya," Gumam Wang Zhong dengan senyum menyeringai.
...
Kembali ke Arena Murid Luar
Ji Xuan mendekati Xie Yan dengan Senyum, namun Senyum itu terdapat Niat Membunuh.
"Lihat, Dia mendekati Xie Yan!"
"Benar, Apa tujuan mereka kesini memang untuk bertarung dengan Xie Yan?"
Murid Luar yang menyaksikan Ji Xuan sangat penasaran disaat dia mendatangi Xie Yan.
"Apa kau Xie Yan?" Tanya Ji Xuan ke Xie Yan.
Pang Huaxin dan Niu Ni melihat Ji Xuan berkata seperti itu langsung menatap Xie Yan juga.
"Benar!" Jawab Xie Yan singkat. Xie Yan merasa dia sedikit dejavu seperti saat melawan Peringkat dua puluh itu.
"Hahaha...Bagus, Kalau begitu aku menentangmu!" Ucap Ji Xuan.
Seperti ditiup angin, semua murid luar sangat antusian melihat Xie Yan dan Ji Xuan yang saling berhadapan. Mereka semua menunggu Jawaban dari Xie Yan.
"Kukuku...kebetulan! Aku juga ingin mengambil Posisimu itu!" Kata Xie Yan. Dia sudah menebak dari Niat Membunuh Ji Xuan bahwa dia mungkin salah satu suruhan Kakak Wang Zhong.
"Wang Ciao Ya! Sepertinya dia tidak henti hentinya menyuruh seseorang untuk membalaskan Kekalahan adiknya yang bodoh itu!" Batin Xie Yan.
Ji Xuan melihat kepercayaan diri Xie Yan seperti di ruomorkan. Dia mengagguk lalu naik ke atas arena.
"Saudara Yan, Apakamu yakin akan melawannya?" Tanya Fai Changyi saat melihat Xie Yan menerima tantangannya.
"Hmmm...Tenang saja, dia masih bukan lawanku!" Balas Xie Yan dengan percaya diri.
"Baiklah, Hati-Hati...Dia dikenal cukup sadis ke lawan lawannya." Fai Changyi memperingati Xie Yan untuk berhati-hati.
Xie Yan mengagguk kemudian berjalan menaikki Arena dengan Wajah tenang seperti tidak akan bertarung.
......
......________________________......
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terimakasih dan selamat membaca...
:)
__ADS_1