Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 102


__ADS_3

"Bunga sayang, sudah lah nak lebih baik kamu membawa ibu mertuanya untuk masuk ke dalam kamar,"


Sesampai di kamar, Bunga dan Ara membantu Laras untuk membaringkan tubuh di atas kasur "Lebih baik biarkan mama Laras istirahat,"


Salvira meminta Bunga dan Ara untuk keluar. Awalnya Bunga menolak namun Salvira meminta anaknya untuk mengerti "Sayang, kamu harus bisa dan jangan keras kepala nak. Jika kamu sayang dengan ibu mertua mu, dengari mama!"


Bunga akhirnya menuruti ucapan maminya dengan berat hati ia meninggalkan ibu mertuanya. Sebelum pergi, Bunga menyelimuti tubuh ibu mertuanya. Ia tidak sanggup melihat keadaan Laras seperti itu

__ADS_1


Bunga segera berlari pergi, Ara dan Salvira mengejar Bunga. Mereka pun menuruni anak tangga dengan berlari "Bunga, hati-hati nak. Kamu bisa jatuh, pikirkan kondisi bayi kamu!" Bunga berhenti, memegang pegangan tangga di sampingnya. Satu tangan memegang dahi dengan gemetar, ia tidak tega melihat ibu mertuanya yang sangat kosong.


Salvira memeluk anaknya "Kamu harus kuat nak! Jika kamu lemah, siapa yang akan menguatkan ibu mertua kamu?"


Apa yang dikatakan oleh mamanya memang lah benar, Bunga harus kuat demi keluarganya "Mi, tapi Bunga enggak tega melihat mama Laras seperti itu,"


"Mami, Ara juga. Kasihan Tante Laras," namun Ara jauh lebih tegar dari Bunga. Mungkin jika tentang rumah tangganya, Bunga bisa lebih tegar namun masalah keluarga membuatnya hancur. Ia sangat menyayangi Laras seperti ibu kandungnya sendiri. Dan siapa yang tidak hancur melihat mertua kesayangannya hancur seperti itu

__ADS_1


Bunga menatap maminya, ia pun kembali mengeratkan pelukannya, mengapa selama ini Bunga tidak pernah memikirkan tentang perasaan dan duka maminya? Ia hanya memikirkan tentang kebahagiaan dan penderitaan dirinya juga ibu mertuanya, namun melupakan penderitaan mama kandungnya sendiri


"Mami jauh lebih terluka, anak semata wayang mami kecelakaan dan hilang ingatan. Mami terluka saat mengetahui anak kesayangan mami di khianati, bahkan di saat kondisi hamil seperti ini. Suaminya tinggal bersama wanita lain, tinggal dengan madu anak mami sendiri, apa kamu mengira mami tidak sakit? Mami sakit, namun mami harus kuat demi kamu!"


Salvira memegang pipi anaknya "Mami belajar dan mencoba kuat demi anak mami, karena mami sangat menyayangi dan mencintai kamu. Jika kamu sayang dengan ibu mertua kamu, kamu juga harus bisa kuat. Mami tahu itu enggak mudah, namun jika mama Laras melihat kamu lemah. Ia akan semakin merasa bersalah, karena anaknya telah menyakiti kamu!"


Apa yang dikatakan oleh Salvira memang lah benar, kita tidak bisa terus berlarut dalam kesedihan yang berkepanjangan.

__ADS_1


Walau semua terasa berat, namun harus tegar dalam badai yang menghantam sekaligus


"Nak, jangan menunjukkan kelemahan kamu di depan ibu mertuamu jika kamu ingin ibu mertua mu bahagia, namun jika kamu ingin ibu mertua mu terus merasa bersalah. Tidak masalah! Menangis lah terus didepannya!"


__ADS_2