Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 55


__ADS_3

"Astaga, mengapa pria itu sangat menyebalkan dan begitu perhitungan,"


Ara sangat menginginkan es itu, namun ia malu jika kembali lagi karena orang-orang pasti akan menertawakannya.


Sebenarnya, Gerry tidak lah perhitungan. Ia hanya sengaja dan senang melihat wajah kesal Ara.


*******


Ade mulai kesal sekarang, ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah Jasson saat Jasson tidak pernah memperdulikannya.


Kali ini, Jasson sendiri yang membukakan pintu


Jasson panik, sekaligus terkejut "Sa-sayang,"


Ade menatap sinis kekasihnya "Aku tidak ingin alasan lagi, aku ingin kita menikah sekarang. Dan aku mau tinggal atau aku akan memberitahu Bunga dan mertua mu!"


"Sayang, tolong jangan lakukan itu!"


"Kenapa? Selama ini kau selalu saja menyepelekan aku bukan? Baik lah, kau lihat sekarang! Kita harus menikah atau aku akan memanggil ibu mertuamu!"


Jasson tak ada pilihan, ia pun setuju untuk menikah dengan Ade "Baik lah, kita akan menikah namun aku membutuhkan waktu. Tapi sekarang, tolong pergilah dulu!"


"Aku mau sekarang! Kau harus ikut dengan ku, kita akan menikah sirih!"

__ADS_1


Jasson yang takut Bunga atau mertuanya melihat Ade pun mengalah, ia ikut dengan kekasihnya.


Ade tersenyum penuh kemenangan, sebentar lagi ia akan menikah dengan kekasihnya. Penantiannya selama bertahun-tahun kini akan terwujud. Mereka berdua pergi naik mobil Jasson


"Aku mohon lain kali jangan seperti ini!"


Ade tak menjawab ucapan Jasson, mereka pun sampai di rumah Ade. Ternyata, wanita itu sudah mempersiapkan semuanya bersama sang adik yang bernama Ratu.


"Kedua mempelai sudah hadir, ayo! Penghulu dan yang lainnya sudah menunggu sejak tadi!"


Jasson tak menyangka jika kekasihnya sudah menyiapkan segalanya kini tak ada alasan lagi bagi Jasson untuk menolak. Ia pun akhirnya menyerah, keduanya duduk dan mengucapkan janji pernikahan.


******


"Kenapa aku bermimpi Jasson di ambil oleh wanita lain, ada apa ini?"


Detak jantung Bunga berdegup sangat kencang "Ada apa ini? Apakah ada sesuatu yang terjadi kepada Jasson? Atau ini hanya terbawa oleh mimpi saja?"


Bunga bangkit dari tempat tidur, menuju bawah menjadi suaminya


Jasson!


Jasson!

__ADS_1


Namun tak ada sahutan dari Jasson, yang datang malah ibu mertuanya "Bunga, ada apa nak? Kenapa kamu memanggil nama Jasson? Memangnya kemana ia?"


"Bunga enggak tahu, ma! Saat Bunga terbangun, Jasson sudah tidak ada. Makanya Bunga mencari Jasson sekarang!"


"Bukan kah tadi Jasson bersama kamu?"


"Iya, ma. Jasson tadi bersama Bunga tidur. Tapi saat Bunga terbangun, ia sudah tidak ada!"


"Sayang, kenapa kamu terlihat sangat gelisah?" Laras menuntun menantunya untuk duduk di sofa "Bunga tadi mimpi, Jasson menikah lagi mom. Ada wanita lain yang merebut Jasson dari Bunga,"


Laras terdiam, namun tidak mungkin anaknya menikah dengan wanita itu tanpa sepengetahuan dirinya. Laras tersenyum "Nak, itu hanya sebuah mimpi saja. Kamu jangan terlalu khawatir, tidak Mungkin Jasson melakukan itu,"


"Namun Jasson kemana ma? Namun, mungkin saja Jasson mengkhianati Bunga. Mami pernah memberitahu Bunga jika pernikahan kami ini hanya karena perjanjian,"


Laras terdiam, walau menantunya hilang ingatan namun bukan berarti Bunga itu bodoh. Ia sangat cerdas "Nak, Jasson sangat mencintai kamu. Dia tidak mungkin mengkhianati kamu, ini hanya mimpi kamu saja,"


"Ada apa ini?" Salvira tiba-tiba datang membuat Laras semakin gugup


"Sayang, kamu kenapa seperti gelisah begitu?" Bunga menatap maminya "Mi, tadi Bunga mimpi jika Jasson menikah dengan wanita lain," Salvira tersenyum. Dan mengatakan kepada anaknya jika itu hanyalah bunga tidur saja.


"Nak, itu hanya sebuah mimpi. Kamu jangan merasa cemas!" Laras lega, ia pun mengatakan kepada besannya jika dirinya sudah memberikan pengertian kepada menantunya itu "Iya mbak, saya juga sudah mengatakan kepada Bunga jika itu hanya mimpi dan tidak perlu di bawa pusing, namun Bunga masih saja merasa gelisah!"


"Nak, sudah ya? Kamu jangan seperti ini! Nanti kamu bisa sakit, mami enggak mau anak kesayangan mami sakit!"

__ADS_1


__ADS_2