Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 159


__ADS_3

Jasson menunggu kehadiran pengacaranya "Salam tuan Jasson," ia dan mamanya berdiri menyambut pengacara tersebut


"Salam tuan syah," Laras memberikan salam kepada pengacara anaknya itu "Apa yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin hak asuh cucu saya jatuh ke tangan putera saya,"


Laras menceritakan dengan detail apa yang terjadi kepada anaknya


"Baik, saya akan mempelajari kasus ini dan bagaimana nanti akan segera saya hubungi,"


Laras dan Jasson mengangguk, pengacara itu segera pergi meninggalkan mereka.


"Ma, Jasson berharap jika nanti Jesslyn akan dipelukan Jasson,"


"Jangan khawatir sayang! Anak kamu akan bersama kita, mama yakin jika pengacara tersebut akan memenangkan kasus ini,"


*********


Jesslyn yang sudah mulai sehat mengajak mamanya untuk liburan "Mommy, ayo kita liburan. Jesslyn bosan jika di rumah sakit saja,"


Jesslyn memaksa mommynya untuk membawa ia pulang ke hotel. Bunga pun menuruti anaknya karena menurut ia kesehatan Jesslyn sudah lebih baik.

__ADS_1


"Iya sayang, mommy akan bicara dengan dokter setelah itu kita akan pulang ke rumah oke?"


"Iya mommy,"


Jesslyn bertanya keberadaan Gerry "Mommy, kenapa Daddy belum kembali? Ayo mommy, minta Daddy untuk kembali,"


"Iya sayang, kamu harus sabar ya? Daddy akan segera kembali,"


Jesslyn mengangguk, ia ingin Gerry bersamanya. Bunga meminta kepada Ara untuk menghubungi Gerry


Cekrek!


Pintu ruangan terbuka "Daddy!" Jesslyn berteriak dengan semangat, ia senang karena Gerry sudah kembali


"I Miss you too, dear!" Ia memeluk Jesslyn dengan penuh cinta "Lama sekali Daddy kembali, dari mana saja?"


Bukan Jesslyn namanya jika tidak bawel "Maaf sayang, tadinya Daddy pergi untuk membawa papa Jesslyn ke sini, namun Jesslyn tidak ingin bertemu dengan papa Jesslyn. Dan meminta Daddy kembali, dan Daddy kembali sekarang,"


"Jesslyn hanya butuh Daddy saja! Jesslyn tidak butuh papa! Ada mommy, mami, Oma dan Daddy, juga adik Justin, juga adik yang ada di perut mami,"


Semua tertawa mendengar celoteh Jesslyn yang sedikit sulit untuk dimengerti "Sekarang, Daddy sudah kembali dan Jesslyn jangan bersedih lagi ya?"

__ADS_1


Jesslyn pun mengangguk, dan tersenyum dengan penuh haru


"Maaf nona, kita harus segera kembali ke kota,"


"Kenapa?"


Bunga bertanya dengan penasaran "Kenapa kita harus kembali? Jesslyn sudah sehat dan kita akan berjalan-jalan di sini,"


"Maaf nona, tapi ada yang lebih penting dari hanya liburan,"


"Apa?"


"Saya mendapatkan kabar, jika tuan Jasson dan mamanya sudah membayar pengacara untuk merebut hak asuh Jesslyn,"


Bagaikan disambar petir, kabar itu berhasil membuat Bunga merasa hancur, mengapa Jasson dan mamanya sangat tega? Padahal Bunga berencana untuk menemukan Jasson dan anaknya Jesslyn.


"Apa? Ternyata mereka ingin perang dengan kita? Dasar kurang ajar!" Salvira terlihat marah "Seharusnya saya memberikan pelajaran untuk dua manusia tidak tahu diri seperti mereka! Lihat lah, karena kebaikan kita mereka semena-mena sekarang! Seharusnya kita melaporkan mereka dahulu atas segala perbuatan mereka kepada kita,"


"Mami, tenang lah! Mami jangan emosi seperti ini, enggak bagus untuk kesehatan mami!"


"Bagaimana mami tidak emosi sayang? Lihat kelakuan mereka? Mereka sudah keterlaluan,"

__ADS_1


"Manusia-manusia tidak tahu diri! Kemana saja mereka dahulu? Jangan kan memberikan nafkah kepada Jesslyn, menanyakan kabar anaknya saja tidak pernah dan sekarang mereka ingin berkuasa untuk Jesslyn? Aku akan menemui mereka serta mencabik-cabik tubuh mereka dengan geram,"


Ara pun emosi mendengar kabar itu "Ini bukan saatnya untuk marah atau pun sedih, kita harus kembali dan menyiapkan segalanya di pengadilan,"


__ADS_2