Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 157


__ADS_3

"Mommy," Bunga menoleh kepada anaknya yang memanggil dirinya "Sayang, kamu udah sadar nak? Jesslyn enggak apa-apa sayang?"


"Mommy, Jesslyn di mana?" Bunga tersenyum kepada anaknya, mengelus rambut Jesslyn dengan lembut "Kamu di rumah sakit sayang, karena kamu sakit. Udah jangan memikirkan itu ya sayang, kamu harus sehat!"


Jesslyn mengangguk, meminta maaf kepada mommynya "Maafin Jesslyn mommy,"


"Hust! Sudah sayang! Jangan mengatakan hal itu lagi ya? Mommy sangat cinta dan sayang banget sama kamu,"


Bunga mengecup kening anaknya dengan penuh cinta "Jesslyn juga cinta banget sama mommy,"


Bunga merasa bahagia mendengar ucapan anaknya, ibu mana tidak senang mendengar ungkapan cinta dari seorang anak?


"Sayang, kamu enggak kenapa-kenapa? Mommy akan membawa papa kamu ke sini ya sayang?"


Jesslyn mengangguk dengan cepat, Bunga bingung melihat anaknya "Kenapa sayang? Daddy sedang menjemput papa Jesslyn ke sini,"

__ADS_1


"No mommy! Jesslyn enggak mau!"


"Kenapa sayang?"


"Jesslyn enggak mau, papa aja enggak sayang Jesslyn! Kalau papa sayang, papa enggak akan pergi. Mommy segera hubungi Daddy, minta Daddy datang tanpa papa,"


Bunga menatap maminya Salvira "Nak, sebaiknya ikuti saja permintaan anak kamu. Daripada nanti Jesslyn semakin histeris, itu tidak akan baik untuk kesehatannya,"


"Sayang, bukannya Jesslyn mau ketemu papa?"


"No mommy! Tadinya begitu, tapi sekarang tidak! Jesslyn tidak mau ketemu dengan seseorang jika seseorang itu tidak mau bertemu dengan Jesslyn! Jika papa sayang, papa tdiak akan pergi dari sini, papa akan menemui Jesslyn tanpa di bawa oleh Daddy!"


"Iya mommy," Bunga menoleh ke arah Ara, ia meminta tolong kepada sahabatnya untuk menghubungi Gerry. Bukannya ia tidak mau menghubungi Gerry, namun Bunga tidak mau mendeluankan sahabatnya itu, baginya Ara jauh lebih berhak.


"Ara, tolong minta Gerry segera kembali. Jangan memanggil Jasson, aku tidak mau karena itu kesehatan Jesslyn kembali buruk,"

__ADS_1


"Aku mengerti Bunga, jangan khawatir! Aku akan meminta suami ku untuk segera kembali,""


"Terimakasih banyak Ara,"


Ara pun keluar dari ruangan untuk menghubungi suaminya, setelah panggilan terhubung Ara segera meminta suaminya untuk segera kembali dan mengurungkan niat mereka.


********


Jasson melamun, memandangi setiap sudut demi sudut rumahnya. Begitu banyak kenangannya bersama mama, papa dan juga Bunga. Bagaimana tidak? Bunga dan Jasson adalah sahabat sejak kecil, tentu saja Bunga sering menghabiskan waktu di rumahnya kedua orang tua Jasson, begitu juga dengan sebaliknya.


Jasson tanpa sadar menghapus air matanya "Mengapa semuanya sangat berbeda?" Biasanya, Jasson sangat bahagia di rumah ini. Namun sekejap, dunianya di jungkir balikan. Sekarang, ia kesepian dan hanya ditemani oleh mamanya.


"Karena kebodohan ku di masa lalu, aku kehilangan segalanya,"


Jasson tidak menyalahkan Ade, karena wanita itu juga korban dari keegoisannya. Jasson menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang ia lakukan di masa lalu. Ia tahu, kesalahannya begitu fatal sehingga tidak bisa dimaafkan lagi.

__ADS_1


"Aku sudah merusak kehidupan kedua wanita yang begitu baik, aku tahu. Kesalahan yang Ade perbuat, itu semua karena aku. Jika aku bisa tegas waktu itu semuanya tidak akan terjadi," gumam Jasson dengan pelan.


Laras mendekati dan memegang bahu Jasson "Nak, sudah lah mau sampai kapan kamu sedih seperti ini? Jangan terus menyalahkan diri kamu seperti ini!"


__ADS_2