
"Tidak ada cinta yang lebih kuat selain cinta dari seorang ibu dan juga istri setelah cinta Tuhan."
Bunga hanya perlu bersabar, untuk membuat situasi seperti yang dia inginkan.
Jasson pun pergi meninggalkan Bunga seorang diri, Bunga hanya bisa terdiam.
Memang benar, yang ada dipikiran Jasson saat ini hanyalah kekasihnya, Ade.
Ia hanya memikirkan perasaan Ade, tanpa memikirkan perasaan Bunga.
Bunga tidak bisa berbuat apapun selain hanya bisa bersabar.
"Tuhan, kuatkan aku! Semoga aku bisa menjalaninya dengan baik."
******
Di kamar, Ade yang mulai membaik kini semakin kesal.
Jasson kembali menghampiri Ade, memeluk kekasihnya dengan manja
"Jasson, aku ingin kita menikah!"
"Sayang, sudah aku katakan kepadamu. Kita akan menikah tiga bulan lagi oke?"
Ade mengangguk, dia pun tidak mau lagi membantah.
Namun Ade harus tetap bersiap menghadapi hari yang akan datang, ia tahu. Jika terus begitu, Jasson bisa mencintai Bunga dan posisi dirinya akan semakin terancam.
********
Kedua orang tua Jasson sangat merindukan masakan menantu mereka. Namun keduanya pun harus sabar, karena sebentar lagi Bunga dan Jasson akan memberikan keturunan untuk mereka. Dan ibunya Jasson tahu jika Bunga sedang mengandung. Besannya pasti akan memberikan sebagian hartanya kepada Jasson.
"Pa, mama enggak sabar lihat menantu kita hamil. Dan papa juga tahu kan, kalau menantu kita hamil, Jasson akan mendapatkan kekayaan dari besan kita itu."
"Sudah lah, Ma! Yang kamu pikirkan hanyalah harta saja, tanpa memikirkan kebahagiaan anak kita!"
"Papa bagaimana sih! Jika ada harta anak kita juga akan bahagia, Pa!"
David hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya yang seperti itu. Kesalahannya yang dulu selalu memanjakan sang istri dengan harta, dan setelah mereka bangkrut seperti ini, istrinya masih belum bisa menerima kenyataan.
"Apa papa tidak senang jika menantu kita itu hamil?" Laras mendekati suaminya
"Papa senang sekali, Bunga anak yang sangat baik! Tapi papa sedih kalau mama menyayangi menantu kita hanya karena hartanya saja."
Laras terdiam, rasanya ia marah dengan suaminya!
"Pa! Mama juga menyayangi menantu kita, apalagi Bunga wanita yang baik, cantik, berkarakter, dan wanita karir!"
"Iya, Ma! Kamu benar,"
"Tapi enggak salah dong kalau mama berharap lebih? Menantu dan besan kita memiliki harta yang berlimpah, mereka harus dong membagi sebagian hartanya untuk kita. Mereka kan juga tahu kalau keluarga kita sedang mengalami kesulitan, Pa!"
David malas bertengkar dengan istrinya yang mata duitan! Lebih baik ia menghindar, di luar seorang wanita paru baya yang begitu elegan dan sangat berwibawa mendengarkan ucapan keduanya.
Wanita itu adalah Salvira, ibu dari Bunga. Salvira hanya menggeleng, lalu memilih pergi dari rumah besannya.
__ADS_1
Niat kedatangannya kerumah orang tua Jasson untuk berbagi kerinduan terhadap anak dan menantunya. Namun pernyataan dari ibunya Jasson membuat dirinya kaget bukan main, ternyata besannya itu hanya menyayangi Bunga semata-mata demi harta.
"Sungguh kasihan anakku!"
Di dalam mobil, Salvira memikirkan nasib anaknya yang memiliki mertua seperti itu!
Salvira berjanji akan menjaga anaknya, ia tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan sang anak.
*****
Sebulan berlalu
Bunga dan Ade sudah terbiasa tinggal bersama. Bunga selalu menyiapkan makanan setiap hari untuk keduanya, walau ia enggan namun Bunga melakukan itu untuk suaminya, Jasson.
Jasson baru bangun dari tidurnya, ia segera pergi ke ruang makan. Sudah pasti dirinya membersihkan tubuh terlebih dahulu
Harum tubuh Jasson begitu tenang, walau Bunga tidak bisa duduk di samping suaminya namun duduk tepat didepan sang suami sudah lebih dari cukup untuk dirinya!
Bunga mengambilkan lauk untuk Jasson, Ade tidak mempermasalahkan itu karena dirinya tidak bisa melayani Jasson jika mengenai urusan dapur.
Ade menikmati makanannya dengan santai, setelah memindahkan beberapa lauk di wadah Jasson. Jasson pun menyantap makanan yang begitu lezat.
"Hari ini aku akan masuk ke kantor!" Bunga mengatakan itu dengan dingin, Jasson tidak menolak. Ia pun mengangguk, Ade menoleh kearah kekasihnya Jasson pun membalas tatapan Ade. Ia hanya mengangguk, meyakinkan Ade
Ade yang kesal pun menghabiskan makanannya dengan wajah cemberut.
"Jadi aku di rumah sendiri?" Ade bertanya kepada Bunga namun wanita itu tidak menjawab
Ade semakin kesal, ia pun marah! "Lihat istrimu! Aku bertanya namun dia menganggap ku angin lalu!" Ade protes kepada Jasson, Jasson menegur istrinya itu! "Apa salahnya menjawab pertanyaan Ade? Lagipula dia bertanya dengan baik, mengapa kau selalu seperti ini?"
Bunga menatap Jasson dan Ade, menghela nafas panjang.
Bunga mengatakan itu dengan kesal, ia pun langsung beranjak pergi untuk bersiap-siap.
*********
Bunga yang sudah bersiap-siap pun kembali ke ruang bawah, ia akan membawa mobil sendiri. Terlihat Bunga wanita karir yang sangat elegan
"Aku meninggalkan semuanya demi lelaki yang bahkan tidak pernah mencintaiku!" Bunga meringis pedih, begitu bodohnya ia hanya karena cinta. Bahkan selama satu bulan ini, ia merasa sesak dan begitu sabar dengan suami dan juga selingkuhan suaminya.
Bunga sudah tidak mau lagi mengalah, ia akan fokus kepada dirinya.
Ade tercengang melihat kecantikan dan elegannya Bunga. Begitu juga dengan Jasson yang tiada henti menatap istrinya tanpa berkedip.
Bunga jauh lebih cantik dari biasanya, selama ini rumah selalu memakai baju tidur dan tanpa make-up dirumah.
Berbeda dengan Ade yang selalu berpenampilan seksi.
"Cantik." tanpa sadar Jasson mengatakan hal itu, Ade memukul kekasihnya "Jadi dia lebih cantik dari aku?" Jasson tersadar dan menjelaskan kepada Ade jika kekasihnya itu sangat cantik, tidak ada yang mengalahkan kecantikan Ade. Model terbaik se-Asia.
Bunga mendekati Jasson dan Ade "Jasson, aku akan berangkat terlebih dahulu kekantor. Aku akan membawa mobil!"
Jasson melarang, jika ia dan Bunga tidak pergi berbarengan, maka semua yang ada di kantor akan curiga. Bahkan karyawan akan mengadu ke mertuanya.
"Kita akan berangkat bersama," Ade menoleh kearah Jasson seakan ingin memprotes. "Aku tidak mau, jika kita pergi terpisah. Karyawan akan bertanya dan mungkin kabar ini akan sampai ke mama. Akan ribet nantinya!"
__ADS_1
Ade mulai tenang dengan jawaban Jasson, apa yang kekasihnya katakan itu memang benar. Bunga pun hanya mengangguk saja
Jasson berpamitan kepada kekasihnya, ia pun mencium kening Ade tepat di hadapan Bunga. Bunga membuang muka ke sembarang arah, tega sekali Jasson bersikap seperti itu kepada dirinya.
Tanpa memikirkan perasaannya, Jasson bermesraan dengan wanita lain tepat di hadapannya.
Jasson pun mengajak Bunga untuk berangkat bersama, dengan langkah yang sedikit kecewa Bunga tetap mengikuti suaminya.
Mereka pun naik kedalam mobil, di dalam mobil keduanya diam tanpa membahas apapun.
Terlihat Jasson hanya bahagia jika bersama dengan Ade saja.
*****
Mereka pun sampai di kantor, karyawan menyambut Bunga dengan meriah.
Bunga CEO yang sebenarnya, selama ini Jasson hanya menggantikan posisinya untuk sementara waktu saja.
Bahkan semenjak kehadiran Bunga yang kembali ke perusahaan, Jasson tidak di pandang oleh rekan-rekan yang bekerja sama dengan perusahaan mereka.
Kolega-kolega tersebut hanya menganggap Bunga sebagai pemilik perusahaan itu, bahkan Salvira turut hadir dalam penyambutan anaknya.
"Nak, keputusan kamu memang tepat!"
Salvira mengatakan itu kepada Bunga. Ia senang karena anaknya sudah mengambil langkah yang baik.
Bunga memeluk ibunya, ingin sekali rasanya Bunga berbagi kepedihannya kepada sang mama, mamun bagaimana pun, Jasson adalah suaminya. Ia harus tetap menutup aib suaminya dengan baik
Biarlah ia menelan kepahitan itu sendiri, Bunga tidak mau membebani pikiran mamanya lagi. Kepergian sang papa sudah membuat mamanya sedih.
"Sayang, ayo ikut dengan mama!"
Salvira mengajak anaknya untuk masuk kedalam ruangan, meninggalkan Jasson sendirian
Keduanya masuk kedalam ruangan pribadi Salvira, wanita paru baya itu memberikan kode kepada pengawalnya untuk pergi meninggalkan ia dan anaknya berdua di dalam ruangan.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahanmu?" Salvira langsung melontarkan pertanyaan itu kepada anaknya setelah pengawal pergi.
Bunga terdiam, naluri seorang ibu sangat kuat.
"Iya ma, Bunga bahagia!"
Salvira mendekati dan menatap mata anaknya, walau Bunga mengatakan itu, rasanya Salvira tidak percaya.
"Mama melihat kebohongan di mata kamu,"
Bunga terdiam sejenak, tangisan hampir memuncak. Namun ia berusaha untuk tetap kuat!
"Benar, Ma! Bunga itu bahagia banget, mama tahu kan kalau Bunga sangat mencintai Jasson!"
"Lalu bagaimana dengan Jasson?"
Bunga terdiam sejenak, mencoba untuk tetap tenang
"J-jasson juga mencintai, Bunga. Bahkan kita baru balik dari bulan madu," Bunga memasang senyuman manis untuk sang mama
__ADS_1
"Jangan berbohong dengan mama, Nak!"
"Bunga enggak bohong kok, Ma. Mama tenang aja ya? Bunga bisa menjaga diri dan kebahagiaan Bunga!" Bunga pun memeluk ibundanya, dalam hati ia meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada sang mama karena sudah membohongi Mamanya.