
Laras memeluk suaminya, meminta maaf "Papa jangan menyalahkan diri seperti itu! Semua ini bukan kesalahan papa!"
"Semua ini kesalahan papa, jika saja papa tidak bangkrut. Kalian tidak akan memanfaatkan kebaikan orang lain, Ma. Menantu dan juga besan kita itu sangat baik."
Laras terdiam, ia memang tahu jika menantunya sangat baik. "Sudah lah pa! Mama enggak mau lagi berdebat dengan papa!"
David menggeleng, entah sampai kapan istrinya mau memahami. Ia berharap, jika istrinya segera sadar.
******
"Perkenalkan, ini adalah Ara. Ia yang akan mengurus keuangan di perusahaan ini. Saya minta, kalian bisa bekerja sama dengan baik kepada Ibu Ara!"
"Baik, Bu!"
Seluruh karyawan pun berkenalan dengan Ara, "Ara, sedang apa kau di sini?"
Jasson yang baru datang kaget melihat kedatangan Ara, "Ara yang akan mengurus keuangan di perusahaan ini mulai sekarang,"
Jasson menatap istrinya, biasanya Jasson yang akan menangani keuangan. Jasson menarik Bunga untuk bicara. Bunga pun mengajak Ara, tak lupa Gerry mengikuti langkah bosnya
Mereka masuk ke dalam ruangan "Mengapa Ara yang mengurus bagian keuangan? Bukan kah aku biasanya?"
Bunga tersenyum kepada Jasson "Sayang, aku melihat kau begitu sangat sibuk sehingga sangat larut malam pulang. Aku kasihan kepadamu, sebab itu aku membagi bebanmu kepada Ara."
"Tapi, Ara saja tidak tamat kuliahnya, bagaimana bisa ia menyelesaikan bagian keuangan?"
Ara merasa sedih, seolah Jasson merendahkan dirinya. Memang benar, Ara tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena keadaan. Bunga mengepalkan kedua tangannya "Memangnya kenapa jika Ara tidak selesai kuliah? Aku percaya dengan kemampuan sahabatku! Ara wanita yang mandiri, tidak seperti mu atau aku! Kita bisa menyelesaikan kuliah hanya karena harta orang tua kita. Sedangkan Ara? Ia bangkit dan berdiri di kakinya sendiri. Tidak pernah memanfaatkan orang lain!"
Bunga seakan menyindir suaminya "Sudah lah Bunga, lebih baik aku pulang saja. Aku tidak mau kalian bertengkar! Yang di katakan Jasson itu benar. Atau lebih baik, aku bisa bekerja sebagai cleaning service di kantor mu! Itu lebih pantas untukku!"
__ADS_1
"Siapa kau yang berani mengatur dan memantas kan dirimu sebagai apa? Ara, kau ini terlalu berharga!" Bunga mendekati sahabatnya, memegang kedua pipi Ara. Menatap mata sahabatnya yang mulai berkaca-kaca.
"Aku sudah memutuskannya, dan tidak ada seorang pun yang bisa menentang keputusan aku! Dan kau Jasson, kau memang suamiku! Tapi kau tidak berhak mengatur ku jika itu berurusan tentang perusahaan. Aku tahu mana yang terbaik untuk perusahaan almarhum papaku! Perusahaan ini membutuhkan seseorang seperti Ara, agar uang perusahaan tidak habis sia-sia!"
Bunga menatap tajam suaminya, Jasson yang merasa sering menyalahgunakan uang perusahaan hanya diam. Jika Jasson kembali protes, Bunga akan memberikan bukti bagaimana Jasson sudah banyak memakan uang perusahaan.
Dirinya masih baik hati, tidak melaporkan Jasson ke kantor polisi atau memberitahu kebusukan Jasson kepada semua orang.
Bunga kembali menatap Ara "Dan kamu Ara, jangan pernah mengeluarkan uang perusahaan jika tidak aku langsung yang datang dan menandatanganinya!"
Ara mengangguk, kini Jasson semakin tidak berkutik. Bagaimana bisa ia memberikan fasilitas yang mewah untuk kekasihnya jika begini?
Bunga mengerti apa yang di pikirkan oleh suaminya, ia pun tersenyum puas. Bunga ingin melihat bagaimana Jasson bisa memenuhi kebutuhan kekasihnya itu?
Jasson pergi meninggalkan semua yang ada di ruangan tanpa mengatakan apapun lagi.
"Bunga, jika kau melakukan ini agar menghina Jasson lebih baik jangan! Aku tidak ingin mengecewakan mu, aku pun tidak memahami bagaimana tentang laporan keuangan masuk dan keluar. Aku takut,"
Ara masih bimbang, namun Bunga meyakinkan sahabatnya berulang-kali!
Gerry melihat kebaikan Bunga semakin hari, Bunga hanya bersikap buruk kepada suaminya saja. Mungkin karena bosnya telah di khianati, namun mengapa Bunga masih mempertahankan rumah tangganya? Itu hanya akan membuat bosnya semakin sakit dan sulit!
"Ayo, aku antar kamu keruangan mu!"
Bunga menggandeng tangan Ara, menuju ruangan yang akan Ara tempati. Begitu mewah, tidak berbeda dari ruangan Bunga "Aku masih merasa tidak pantas!"
"Kau pantas, bahkan sangat pantas! Sudah ya!"
******
__ADS_1
~Sayang, aku membutuhkan yang dua puluh juta. Aku ingin pergi ke salon!
Pesan masuk dari Ade, membuat kepala Jasson terasa ingin mau pecah!
Bagaimana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Sedangkan sekarang Ara yang mengambil ahli tentang bagian keuangan perusahaan. Dan Bunga sudah mengingat kan Ara agar tidak memberikan uang kepada siapapun tanpa tanda tangan dari Bunga langsung.
Ponsel Jasson terus berbunyi, Ade terus saja menghubungi nya. Jasson takut untuk mengangkat panggilan itu, apa yang harus ia katakan nanti kepada kekasihnya?
Jasson berniat untuk mencuri beberapa uang, namun saat ia ingin ke ruangan bagian keuangan. Bunga dan Ara sudah berada di ruangan itu terlebih dahulu "Sial! Aku terlambat, lalu bagaimana ini?"
"Jasson!" Ara memanggil suami dari sahabatnya saat melihat Jasson yang berdiri. Bunga pun segera menoleh ke arah suaminya. "Apa kau memerlukan sesuatu?"
Jasson hanya menggeleng, lalu pergi meninggalkan Bunga dan juga Ara "Ara, ini ada dokumen tentang keuangan. Kau bisa membaca dan memahaminya, namun jangan tergesa-gesa! Santai saja! Oke? Aku harus pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi!"
Bunga mengejar Jasson "Tunggu Jasson!" Namun Jasson tidak menghiraukan ucapan dari Bunga, ia masuk ke dalam ruangan. Bunga pun masuk, bertanya ada apa yang terjadi "Apa yang terjadi?"
Jasson menatap Bunga dengan sorotan yang kesal "Mengapa kau melakukan ini?"
"Melakukan apa?"
"Jangan berpura-pura seperti itu, aku mengerti dan memahami maksud mu. Mengapa Bunga? Apa kau sengaja merendahkan aku?"
Bunga tetap tenang, tanpa terbawa emosi "Kau marah karena Ara?"
"Iya! Aku kesal dan aku merasa terhina! Kau tahu jika biasanya aku yang menangani bagian keuangan. Namun sekarang kau merebutnya dariku!"
Bunga tertawa "Sayang, mengapa kau marah? Itu hanyalah masalah kecil. Kau tidak perlu pusing lagi karena memikirkan tentang perusahaan bukan? Dan tidak perlu pulang malam atau bermalam di kantor. Aku dan Ara akan membantu pekerjaan mu! Kau tidak akan merasa pusing sendirian!"
Jasson hanya diam, ia pun tidak mungkin mengatakan kepada Bunga apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Kau jangan khawatir! Semuanya akan membaik, dan aku akan memberikan uang gaji mu untuk kau berikan kepada wanita itu! Aku tahu, mengapa kau menjadi gelisah. Tidak perlu khawatir! Kau cukup bekerja dan aku akan memberikan gajimu. Dari gaji mu itu, kau bisa memberikannya uang!"
Bunga pasti sudah mengetahui pesan yang Ade berikan. Karena tanpa sepengetahuan Jasson. Ponsel milik Jasson udah ia Sadap.