
Setelah semuanya sudah membaik Jasson pun memutuskan untuk menemui istri keduanya itu
"Sayang, mami Jasson harus pergi sebentar ya?"
"Mau kemana lagi?"
"Ada yang harus Jasson lakukan,"
Jasson mengendarai mobil, Bunga melihat mobil suaminya yang sudah menjauh.
"Aku tidak salah dengar dengan apa yang aku dengar tadi. Namun aku tidak memiliki bukti, lebih baik aku mengalah dan mencari tahu semuanya" batin Bunga
******
Ade yang sedang mengemil pun bersantai di ruang tamu "Kak, kau sudah menikah mengapa tidak tinggal dengan suami mu?"
"Sudah lah, jangan di perpanjang lagi! Aku sedang malas berdebat masalah itu,"
Bel rumahnya berbunyi, dengan semangat Ade membuka pintu yang ia pikir itu adalah suaminya namun ternyata adalah Eyden.
"Kau? Sedang apa kau ke sini?"
"Aku ingin bertemu dengan mu dan anak kita,"
"Jaga ucapan mu, Eyden! Aku sudah menikah dan suami ku sebentar lagi akan datang. Pergi lah!"
"Tidak! Ini hak aku sebagai ayahnya!"
Ratu mendekati Eyden "Kak sedang apa kakak ke sini?"
Eyden tersenyum dengan ratu "Kakak sedang berkunjung menemui anak kakak!"
Ratu menarik tangan Eyden dan memintanya untuk masuk "Kak ayo masuk lah!"
Ade tidak habis pikir dengan adiknya "Apa yang kau katakan ratu? Mengapa kau memintanya masuk?"
"Kak sudah lah! Biarkan kak Eyden masuk!"
__ADS_1
Eyden pun masuk ke dalam rumah, Ade merasa gelisah karena sebentar lagi suaminya akan datang dan benar saja saat Ratu membawa Eyden masuk, Jasson pun sampai
Ia langsung memeluk dan mencium kening, juga pipi Ade secara bergantian
"Sayang, terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan aku!"
Ade tersenyum, namun terlihat wajahnya sangat gelisah. Membuat Jasson merasa curiga "Ada apa sayang? Kenapa kamu terlihat sangat cemas?"
"Ti-tidak! Aku ingin makan ice cream. Ayo kita ke toko ice cream!"
Wanita itu langsung menarik Jasson agar segera pergi, ia takut jika Jasson bertemu dengan Eyden dan lelaki itu akan mengatakan segalanya
Saat mendengar suara mobil menjauh, Eyden melihat "Kakak mu pergi kemana? Aku datang untuk menjenguknya namun ia malah pergi seperti ini!" Eyden terlihat kesal
"Kak, suaminya datang dan wajar kalau kakak ku pergi dengan suaminya. Kakak kenapa sih kak, tolong dong jangan ganggu kakak aku! Dia sudah menikah, di luar sana masih banyak wanita yang mencintai kakak dengan tulus. Buka dong mata kakak!"
"Tapi aku hanya mencintainya, Ratu! Aku mencintai kakak mu,.mungkin banyak yang lebih baik darinya namun hati ku padanya aku bisa apa?"
Ratu terdiam, jujur dalam hatinya terasa sesak. Namun ia tidak tahu harus apa "Percuma kak, saat ini dia sudah menjadi istri orang lain! Kakak enggak akan bisa memiliki kakak aku,"
"Tidak kak! Itu bukan anak mu, itu anak suaminya. Kakak jangan mengatakan hal yang tidak benar, jangan karena obsesi kakak kepada kakak ku. Kakak mengaku-ngaku jika itu adalah anak kakak!"
Namun Eyden tetap bersih keras jika itu adalah anaknya, dan ia mengatakan akan melakukan tes DNA jika anak itu lahir
"Saat ini dia bisa mengelak, tapi saat anak itu lahir aku akan melakukan tes DNA untuk membuktikan jika anak yang ia kandung adalah anak ku!" Ujar Eyden dengan yakin, Ratu terdiam karena ia juga tahu jika itu memang anaknya Eyden!
*****
Sesampai di toko ice cream, Ade memesan ice cream kesukaannya
"Kamu mau makan apa sayang?"
"Vanilla saja, ini kesukaan aku dengan Bunga,"
Wajah Ade langsung berubah saat suaminya menyebut nama wanita lain "Udah cinta kamu sama dia? Sampai-sampai kamu ingat dia?"
Ade terlihat kesal, Jasson pun tidak mengerti mengapa tiba-tiba ia menyebut nama Bunga tanpa sadar "Sayang, maaf kan aku!"
__ADS_1
"Sudah lah! Aku enggak selera lagi untuk makan ice cream!"
Ade langsung pergi dari toko ice cream tersebut, Jasson mengejarnya namun wanita itu udah keburu emosi dengan Jasson
"Lepasin aku! Sudah kamu pergi saja dengan istri pertama mu itu! Tidak usah dengan aku!"
"Maafin aku sayang! Aku enggak sengaja,"
"Enggak sengaja kamu bilang? Kamu udah terang-terangan menyakiti hati aku Jasson! Apa kamu pikir aku enggak punya hati? Bertahun-tahun kita pacaran, lalu kamu menikah dengan wanita lain. Dan aku di sebut sebagai pelakor, bahkan aku di labrak dan di permalukan oleh orang yang enggak aku kenal. Dan sekarang, saat aku sudah menjadi istri kamu, suami aku justru hanya ingat dengan istri pertamanya. Kamu enggak mikirin hancurnya aku? Aku terluka, dan aku menderita. Kenapa? Kenapa sesakit ini mencintai kamu? Padahal dia yang merebut kamu dari aku, tapi di sini seolah-olah aku lah perebutnya!" Ade berteriak kepada Jasson. Hatinya merasa hancur "Sayang tolong maafkan aku! Aku enggak bermaksud membuat kamu merasa sedih. Tolong ampuni aku sayang!"
"Sudah lah! Aku mau pulang, dan aku enggak mau lihat wajah kamu! Kamu pulang aja, jangan ikuti aku. Sampai satu langkah saja kamu ikuti aku, aku enggak mau ketemu kamu lagi!"
Jasson pun tidak lagi mengejar istri keduanya itu, ia merasa bersalah. Namun ia juga tidak mengerti dengan perasaannya, mengapa saat bersama Ade pikiran justru ke Bunga. Apakah Jasson sudah mencintai Bunga?
Tidak! Jasson menepis pikirannya, mungkin saja karena mereka sudah berteman sejak kecil. Dan hampir semua makanan kesukaan mereka berdua itu sama
Ade naik taksi, ia pun menangis di dalam mobil. Mengapa sangat sakit menjadi yang kedua? Seharunya ia yang pertama namun takdir bersikap tidak adil kepadanya.
Ia bahkan tidak mengerti dengan kehidupannya, ingin pergi pun ia tidak sanggup karena cintanya kepada Jasson
"Mengapa kau memposisikan aku di posisi serba salah seperti ini Jasson?" Gumamnya pelan, nadanya juga sudah terasa berat. Mata yang berkaca-kaca dan hati yang sesak Ade menyandarkan kepalanya di kursi belakang.
Air mata berlinang, ia menghapus dengan wajah yang datar
"Nona, kita sudah sampai," ujar Driver taksi tersebut setelah memberikan beberapa lembar uang. Wanita itu langsung turun
Ternyata Eyden masih ada di rumahnya, Eyden melihat wajah Ade yang sedih "Ade, ada apa? Mengapa kamu terlihat sedih?"
Wanita itu tidak menjawab, ia langsung pergi namun menghentikan langkah kakinya saat Eyden mengatakan sesuatu "Apa kau tidak bahagia dengan suami mu? Katakan kepada ku jika dia menyakiti mu! Kau pantas bahagia, lepaskan dia jika dia membuat mu sedih. Aku akan selalu ada untuk mu, Ade! Bahkan aku akan menunggu hingga kamu janda,"
Ade menahan tangisnya, mengapa orang yang tidak ia cintai bisa begitu mencintainya dan orang yang ia cinta justru mempermainkannya.
Ade tak menjawab ucapan Eyden, ia langsung masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang hancur
"Apakah sesakit ini mencintai lelaki yang juga menjadi suami orang lain?" Ade masuk ke dalam kamarnya, ia meringkuk dan terisak merasakan sakit yang luar biasa seperti ini. Bahkan di saat ia sudah menjadi istri Jasson, posisinya tetap menjadi yang kedua
"Mungkin aku tidak seberuntung wanita itu, aku tidak kaya sepertinya sebab itu Jasson memilih menikah dengannya walau aku yang sudah berpacaran dengannya selama bertahun-tahun. Ternyata, cinta aja tidak cukup," gumamnya terisak
__ADS_1