
"Bunga enggak apa-apa kok ma, pa!" Bunga tidak mau membuat ayah mertuanya sakit, kebenaran tentang Jasson sudah membuat David sering drop, kini Bunga tidak mau menambah beban untuk ayah mertuanya.
"Papa sudah cukup menderita selama ini, dan jangan lagi!"
David mengelus rambut menantunya "Papa akan tenang jika kamu bisa mengingat semuanya nak! Saat kamu sendiri menyadari siapa diri kamu di situ lah papa akan merasa tenang dan tidak bersalah lagi,"
"Papa janji ya? Saat Bunga sudah mengingat semuanya papa juga harus melupakan rasa sakit itu?"
David mengangguk, ia berjanji kepada menantunya membuat Bunga merasa lega.
"Bunga akan berusaha bangkit papa! Bunga akan mengingat segalanya, Bunga akan berusaha untuk mengingat masa lalu Bunga,"
David pun tersenyum ia percaya dengan menantunya. Begitu juga dengan Laras yang percaya jika menantunya akan segera pulih mengingat segalanya dengan baik
Mereka pun berpelukan layaknya anak dan menantu. Jika awalnya Laras menyayangi Bunga hanya karena uang. Kali ini dia memang tulus menyayangi menantunya.
Bunga pun bersiap-siap, ia akan ikut dengan Ara ke kantor. Walau Ara merasa ragu namun ia juga harus mendukung sahabatnya untuk segera pulih. Ara enggak boleh egois "Bunga tapi aku mohon nanti kamu jangan terlalu memikirkan apapun ya, maksud ku jangan di paksa kalau kamu enggak ingat! Aku enggak mau kamu nantinya sakit oke?"
__ADS_1
Bunga pun berjanji "Kau jangan khawatir Ara! Aku akan baik-baik saja."
Ara tidak lagi mau berdebat dengan sahabatnya, yang terpenting saat ini baginya adalah kesehatan Bunga
Mobil datang yang di ketahui itu adalah Gerry. Gerry terkejut melihat bosnya yang sudah masuk bekerja
Namun ia tidak bertanya, dengan sigap Gerry membuka pintu mobil "Silahkan nona!"
Ara dan Bunga segera masuk ke dalam mobil, Bunga melihat Gerry yang begitu perhatian terus saja memandangi wajah Ara.
Terlihat jelas Gerry yang selalu memandangi wajah Ara dari kaca depan mobil.
"Hey, fokus kan pandangan mu ke depan..nanti kita bisa menabrak!" Ara meminta Gerry untuk tidak memandanginya secara tidak langsung
Bunga terkekeh melihat keduanya. Mengapa Ara terlihat malu-malu seperti itu? Dan Gerry juga tidak membantah tuduhan dari Ara
"Ara, mengapa kau galak sekali?"
__ADS_1
"Bukan begitu Bunga! Namun ia harus fokus pandangannya ke depan. Aku enggak mau jika dia lalai dan membuat kita celaka!"
"Jangan khawatir nona, selama dua bulan ini keselamatan anda aman dengan saya! Saya tidak akan sebodoh itu membiarkan kalian terluka,"
Ara terdiam, Bunga pun hanya tersenyum "Apa yang dikatakan olehnya memang benar Ara! Jika dia ingin membuat mu terluka, mungkin saat ini kalian tidak akan bersama,"
"Bersama apanya? Sudah lah Bunga kamu jangan mengada-ada. Ini dia itu orang suruhan mu, memang sedikit aneh tapi tidak lupa tanggungjawab kok!"
Walau Ara kesal dengan Gerry, namun ia tetap memuji Gerry di depan sahabatnya. Ia tidak mau jika Bunga menganggap Gerry tidak becus dengan tugasnya.
Selama ini Gerry juga membantunya jika ia kesulitan
"Aku percaya kok orang sepertinya pasti akan bertanggung jawab dengan semua tugas yang ada,"
"Jangan di puji, nanti telinganya bisa naik!" Ara berbisik di telinga Bunga, Bunga hanya menggelengkan kepala Saja.
Terlihat jelas jika Ara juga menyukai Gerry namun wanita itu gengsi mengungkapkannya.
__ADS_1