Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 130


__ADS_3

Laras seperti menyindir mantan istri kedua Jasson yang bernama Ade. Naira banyak mengetahui semua kisah Jasson dengan masa lalu Jasson yang kelam


"Tante, Naira paham kok! Tapikan, Jasson harus bisa melupakan Bunga. Mereka juga udah berpisah, lalu untuk apa Jasson terus memanggil Bunga dengan sebutan istri? Tante, belum tentu loh Bunga masih sendiri, siapa tahu saja dia sudah menikah. Jasson dan Tante sudah pergi begitu lama dan tidak mungkin ibunya Bunga membiarkan anaknya terus sendirian, apalagi Bunga punya anak,"


Laras seperti mempertimbangkan ucapan Naira, wanita cantik itu "Naira, apa yang kamu katakan mungkin ada benarnya. Apa mungkin Bunga sudah menikah lagi? Dan jika memang benar, wajar saja apalagi Jasson sudah sangat menyakitinya,"


Naira tersenyum menatap Laras dengan penuh arti, ia senang karena wanita tua itu terpengaruh dengan ucapannya "Tante, apakah Jasson selamanya harus sendiri? Jika mantan-mantan istrinya saja sudah memiliki kehidupan lain,"


"Sayang, sebenarnya Tante sangat ingin Jasson dan Bunga bersatu. Dan Jasson bahagia dengan keluarganya, namun jika Bunga pun sudah memiliki keluarga baru, seharusnya Jasson juga harus bisa bahagia dengan wanita lain bukan? Namun apalah daya Tante? Jasson sangat mencintai Bunga. Dan Tante tidak mau memaksakan kehendak Tante seperti kesalahan di masa lalu yang Tante lakukan,"


Laras tidak mau jatuh kedalam lubang yang sama, ucapan Laras membuat Naira sedikit tidak suka, ia pun beralasan untuk pergi meninggalkan Laras "Tante, Naira ke sana dulu ya?" Wajahnya tidak seramah tadi, membuat Laras bingung

__ADS_1


Apakah ucapan ku menyakiti hatinya? ~batin Laras.


Laras pun mengabaikan Naira, ia sangat menyukai dan menyayangi Naira namun Laras tidak mau memaksa anaknya lagi yang akan berdampak buruk untuk kehidupan anaknya kedepan.


"Sebagai Seorang ibu aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan anak ku, aku akan mendukung semua keputusannya! Namun, untuk memaksakan kehendak itu tidak akan mungkin bagi ku! Jasson sudah sangat hancur dan menderita karena kesalahan yang aku buat. Dan aku tidak mau semua terulang kembali,"


Laras melihat anaknya dari jauh, Jasson bisa bangkit seperti ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit tentunya. Setiap malam, Laras selalu menyaksikan anaknya menangis dengan penuh penyesalan. Dan bukan hanya Jasson, namun juga dirinya


******


"Ara, dan Gerry kalian tidur lah dan istirahat! Begitu juga dengan Bunga. Biar anak-anak sama mami, kalian pasti lelah!"

__ADS_1


Bunga menggelengkan kepalanya "Tidak mami! Sebaiknya mami yang istirahat, biar Jesslyn dan Justin di kamar Bunga."


"Sayang, kita memang satu kamar. Karena sebelumnya mami meminta kepada Gerry memesan kamar untuk kita. Mami mau satu kamar dengan kamu, dan anak-anak,"


Bunga mengangguk mengerti "Lalu mami mau kemana sama Jesslyn dan Justin?"


"Mami mau membawa mereka jalan-jalan di dekat hotel sebentar,"


Bunga tidak setuju, begitu juga dengan Ara. Salvira pasti juga lelah karena perjalanan mereka "Mami, sebaiknya kita semua istirahat terlebih dahulu. Anak-anak juga terlihat lelah, setidaknya istirahat sejam. Setelah itu kita akan membawa anak-anak keluar," ujar Bunga..Ara pun setuju dengan ucapan sahabatnya


"Aku setuju dengan mu Bunga, kita hanya istirahat sejam saja,"

__ADS_1


Bunga menoleh ke arah Ara "Terkecuali kau! Kau harus istirahat yang total, jika ingin jalan-jalan besok saja sampai keadaan mu benar-benar sudah sehat oke?"


Ara cemberut, Gerry setuju dengan ucapan Bunga. Kondisi Ara jauh lebih penting daripada liburan ini membuat Ara tidak berkutik atau pun membantah


__ADS_2