Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 152


__ADS_3

Laras terkejut, mengapa Bunga datang dan mencari anaknya? "Mama yakin, kedatangannya pasti untuk meminta kita menjauh dari Jesslyn,"


Jasson ragu, karena jika memang benar mengapa Bunga membawa anaknya? "Jasson tidak yakin ma, jika memang benar. Kenapa Bunga membawa Jesslyn?"


Laras terdiam karena ia juga tidak tahu alasannya "Ma, Jasson akan menghubungi Bunga nanti. Karena Bunga meninggalkan nomernya,"


"Tidak Jasson! Jangan! Untuk apa? Mama yakin itu hanya untuk meminta kamu menjauh dari Jesslyn. Lagipula, untuk apalagi? Sekarang Bunga sudah menikah, tidak mungkin dia mau berhubungan dengan pria lain saat dia sudah menjadi istri orang lain. Kamu tahu bagaimana Bunga sangat setia dan selalu menjaga perasaan pasangannya,"


Jasson setuju dengan ucapan mamanya, karena Bunga adalah wanita yang sangat setia. Ia tidak akan mengambil resiko membuat pasangannya bersedih.


"Sayang, lebih baik kita bertemu dengan mereka nanti di pengadilan. Dengan begitu, Bunga tidak akan melakukan apapun lagi,"


Jasson setuju, ia menuruti semua ucapan mamanya karena baginya. Apa yang mamanya katakan itu semua demi kebaikan.


"Kamu jangan khawatir nak! Mama akan membuat semuanya membaik. Percayakan segalanya dengan mama!"


Jasson tahu, mamanya akan melakukan apapun demi kebaikannya.


"Jasson percaya sama mama, dan Jasson akan melakukan apapun yang mama inginkan. Karena Jasson tahu ma, hanya mama yang selalu ada untuk Jasson. Bukan siapapun, mama sangat menyayangi Jasson,"

__ADS_1


"Karena kamu adalah anak mama,"


**********


Bunga yang sudah menenangkan anaknya langsung keluar dari kamar untuk menenangkan diri.


Sungguh, semua itu sangat berat untuk anaknya Jesslyn. Bunga berniat untuk kembali ke cafe itu, mencari Jasson. Ia harus berbicara dengan Jasson, Bunga tidak mau lagi mengikuti egonya, baginya sekarang kebahagiaan anaknya itu yang paling penting


"Bunga,"


Ia mendengar suara lelaki memanggilnya, Bunga menoleh kebelakang


Bunga tersenyum, ia tidak mengingat siapa lelaki ini namun dirinya tidak mau menyakiti hati orang lain.


"Aku Angga, kau ingat?"


"Angga?"


"Iya, teman kampus mu dahulu. Kau lupa?"

__ADS_1


"Hei Angga, maaf. Aku sedikit lupa, karena penampilan mu sangat berbeda. Apa kabar?""


"Aku baik, kau sedang apa di sini? Dan bagaimana kabar Jasson?"


Senyuman manis di wajah Bunga memudar saat mendengar nama Jasson "Aku di sini liburan dengan anakku, dan sekarang. Aku tidak bersama Jasson lagi, sudah lama sekali lima tahun belakangan ini aku sudah berpisah dengannya,"


"Maafkan aku Bunga, sungguh aku tidak tahu. Maafkan aku,"


Bunga kembali tersenyum "Tidak apa-apa, oh iya apakah kau di sini liburan dengan keluarga mu?"


Angga menggelengkan kepalanya "Tidak Bunga, aku belum menikah. Aku di sini, ada pekerjaan."


Bunga pun mengangguk, ia juga meminta maaf dengan Angga karena sudah menyinggung tentang pernikahan "Maaf jika perkataan ku sangat lancang tadi,"


"Tidak Bunga, sama seperti aku yang tidak tahu. Kau juga tidak tahu, kemarin iya aku memang sudah mau menikah, namun batal. Karena wanita itu sudah hamil anak orang lain,"


Bunga turut prihatin dengan nasib teman lamanya itu "Kau jangan bersedih, aku yakin suatu saat nanti kau akan menemukan jodoh yang terbaik untuk mu,"


"Tidak ada yang lebih baik selain diri mu, Bunga!"

__ADS_1


Bunga terdiam, mendengar ucapan Angga karena dahulu lelaki itu pernah mengutarakan perasaannya kepada Bunga. Apakah Angga masih menyimpan perasaannya kepada Bunga?


__ADS_2