Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 49


__ADS_3

"Haha, kau salah paham sayang! Kemarin ponsel teman ku rusak, ia meminjam ponsel ku. Karena keuangannya sangat buruk, dan kemarin ia mengembalikannya. Mungkin istrinya tidak tahu kalau ponselnya sudah di kembalikan. Lihat lah, ini! Ponsel ku ada dua. Dan hanya yang satu ini aku pakai! Yang ini, kemarin di pakai oleh teman ku. Dan aku ingin memberitahumu kemarin, namun aku lupa!"


Jasson mengelak, untung saja ponsel Bunga selalu stay di sakunya. Bunga tidak tahu jika yang Jasson tunjukkan adalah ponsel Bunga sendiri.


"Jika kamu tidak percaya, aku akan menghubungi mereka!"


"Tidak perlu! Aku tidak enak jika harus bertanya kepada mereka. Aku takut mereka menganggap aku istri yang berlebihan, aku mempercayai mu Jasson "


"Ini, aku belikan langsung lima bungkus untuk mu! Kau sangat menyukai ini bukan?"


Bunga tersenyum, ia mengangguk. "Terimakasih Jasson, maaf jika aku tadi menuduh mu. Seharusnya aku bertanya lebih dahulu kepada mu. Namun maaf, sebaiknya kau jangan meminjamkan ponsel pribadi mu dengan orang lain. Karena itu akan merusak dan membuat rumah tangga kita salah paham!"


"Iya, aku mengerti maksud mu. Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi!"


Bunga pun mengiyakan ucapan Jasson, dengan bodohnya ia langsung percaya dengan buaian manis Jasson.


Keduanya pun kembali ke rumah, Salvira melihat anaknya yang memegang banyak permen kembang


"Sayang, kau ini sudah dewasa namun masih saja jajan sembarangan. Dan Jasson! Sudah berapa kali mami katakan, jangan pernah mengajak atau memberikan Bunga jajanan kaki lima lagi. Apalagi Bunga sedang tidak enak badan!"


"Mami, tolong jangan memarahinya. Ini semua kesalahan Bunga! Bunga yang memaksa Jasson,"


"Huft! Kamu memang dari dulu tidak pernah berubah, mami yakin. Ini bukan jumlah yang sebenarnya kan?"


Bunga menyengir, dia memang sudah menghabiskan dua bungkus permen kembang itu di perjalanan.


"Mi, Bunga tidak ingat jika ini adalah makanan kesukaan Bunga. Namun, saat Bunga mencicipinya ada sesuatu gelegar yang tidak bisa Bunga jelas kan! Sungguh, Bunga sangat menikmatinya!"


"Karena itu makanan kesukaan kamu, sebelum kamu menikah dengan Jasson. Hampir setiap hari kalian membawa ini, dan mami selalu mengomel kebiasaan kalian ini, sudah sekarang masuk!"


Salvira mengomel kepada anaknya seperti mengomel kepada anak kecil. Bunga pun hanya terkekeh kecil, lalu ia memberikan bungkusan yang berisi bakso

__ADS_1


"Ini, Bunga bawakan untuk mami, untuk mama dan semua orang yang ada di rumah."


Laras dan Salvira pun mengambil bungkusan itu, Bunga berpamitan kepada mama dan juga mama mertuanya untuk masuk ke dalam kamar. Kedua wanita paru baya itu pun mengangguk, Bunga menaiki anak tangga satu persatu


Lalu Salvira mendekati menantunya "Terimakasih ya nak Jasson, kamu sudah membuat anak mami ceria lagi seperti ini. Sungguh, mami merasa gembira. Kemarin Bunga selalu seperti orang yang tidak memiliki arah hidup. Namun hari ini, ia begitu ceria seakan tidak memiliki beban apapun!"


"Mami tidak perlu mengucapkan terimakasih seperti itu, itu sudah tugasnya Jasson untuk membuat Bunga happy. Dan Jasson akan membantu Bunga untuk mengingat semuanya dengan perlahan!"


Salvira memegang bahu anaknya "Mami percaya dengan ketulusan cinta kamu!"


Jasson hanya diam, ia melakukan itu bukan karena dirinya mencintai Bunga. Namun karena mengikuti hatinya saja.


Jasson pun tidak mengerti, mengapa tiba-tiba saja ia melakukan kenangan mereka berdua saat belum menikah.


Salvira pun meninggalkan menantunya setelah mengucapkan terimakasih. Ia tahu jika kebahagiaan anaknya terletak di diri Jasson.


Laras mendekati anaknya "Rencana Jasson berhasil kan ma?"


"Iya ma, Jasson berhasil membuat Bunga dan Mami percaya dengan ketulusan Jasson!"


Laras tersenyum kecut, ia mengira jika anaknya melakukan itu dengan tulus "Tapi mami percaya, jika kamu melakukan itu dengan hati yang tulus. Kamu mungkin tidak menyukainya namun hati kecil kamu memaksa kamu untuk melakukan itu tanpa kamu sadari!"


Jasson pun terdiam, memang ia melakukan itu tanpa adanya paksaan. Dan saat Bunga bahagia, hatinya pun merasa senang dan tenang


"Sudah lah, Jasson! Jangan memikirkan apapun, lakukan saja yang mama minta. Dan mama yakin, kamu dan Bunga akan merasakan itu tanpa adanya beban!"


"Iya ma, Jasson ingin melakukan ini hanya sebagai teman kecil. Bagaimana pun, kami sudah berteman sejak masih sangat kecil. Jasson akan menjaganya sebagai seorang sahabat!"


Laras mengangguk, namun ia percaya. Seiring berjalannya waktu, Jasson akan mencintai menantunya, Bunga.


Dan masalah anak yang di kandung oleh kekasihnya Jasson, itu akan menjadi urusan belakang. Yang terpenting saat ini, Jasson dan Bunga harus fokus memiliki anak. Bukan lagi karena Laras ingin anaknya memiliki warisan, namun agar hubungan anak dan menantunya semakin kuat.

__ADS_1


Jasson pun meminta mamanya untuk makan "Mama makan lah! Dan papa juga, di mana papa?"


"Papa mu sedang istirahat, kamu tahu jika papa mu tidak bisa terlalu lelah. Mama tidak mau papa mu semakin drop!"


"Iya ma, dan Jasson berharap. Agar papa tidak mengetahui masalah ini!"


Laras mengangguk, ia pun meminta kepada Jasson agar bisa menjaga sikapnya "Mama harap, kamu bisa menjaga sikap kamu dan mengendalikan diri kamu! Mama enggak mau karena kecerobohan kamu, papa yang akan menanggung semuanya. Mama tidak akan bisa memaafkan kamu jika sesuatu terjadi kepada papa!"


"Jasson mengerti, Ma! Apapun akan Jasson lakukan untuk mama dan papa! Jasson sangat menyayangi dan mencintai kalian!"


*******


Bunga ingin masuk ke dalam kamarnya, namun ia melihat papa mertuanya yang meringis kesakitan saat ia melewati kamar mertuanya.


"Papa!" Bunga masuk, ia melihat papa mertuanya yang meringis kesakitan


"Papa kenapa?" Bunga langsung mengambil segelas air putih dan obat yang ada di meja dekat tempat tidur ayah mertuanya.


Bunga langsung memberikan obat kepada papa mertuanya, "Minum lah dahulu pa!"


David meminum obat yang di berikan oleh menantunya, kini rasa sakitnya sudah mulai berkurang. Bunga mengambil gelas dari tangan ayah mertuanya.


"Papa ada apa? Jika membutuhkan sesuatu katakan dan beritahu kepada Bunga atau yang lainnya!"


David tersenyum kepada menantunya "Papa akan baik-baik saja jika menantu papa ada di sini!"


David mengusap rambut menantunya dengan lembut "Papa beruntung memiliki menantu yang begitu baik dan juga cantik seperti kamu. Bukan hanya paras mu, namun hati mu juga sangat cantik nak!"


"Tidak pa! Bunga masih jauh dari kata baik, bahkan Bunga tidak mengingat apapun, Bunga juga tidak ingat siapa papa, mama, mami, Jasson dan juga diri Bunga sendiri jika bukan karena kalian yang memberitahu!"


"Sudah nak, jangan bersedih! Papa selalu berdoa agar kamu bisa kembali pulih seperti dahulu!"

__ADS_1


__ADS_2