
Mereka pun kembali istirahat, namun Bunga tidak bisa berhenti memikirkan Jasson suaminya. Ia sangat mencintai Jasson, dan rasanya ia sangat berat melupakan kejadian tadi.
Namun Bunga mengingat wanita yang ada disamping Jasson, air matanya berlinang membasahi pipi "Jasson memang tidak pernah mencintai ku, lalu kenapa aku menangis dan berharap jika dia akan kembali,"
Bunga menutup mulutnya takut suara isakan tangis itu terdengar ditelinga mami dan anaknya. Hatinya masih terasa sangat sakit melihat semua itu, namun ia memiliki alasan lain untuk bahagia yaitu kehamilan kedua Ara sahabat yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri. Bunga menghapus air matanya dan tersenyum "Untuk apa aku menangis? Sebaiknya aku bahagia karena sahabat ku sedang mengandung anak keduanya. Jesslyn dan Justin akan memiliki adik,"
*******
Di sisi lain, Laras yang melihat anaknya kembali pun menghampiri "Jasson, kamu dari mana? Tamu undangan tadi mencari kamu, namun kamu menghilang. Kamu dari mana?"
"Jasson tadi bertemu dengan Bunga, ma!"
__ADS_1
"Bunga?" Laras tersenyum penuh dengan antusias, ia juga bertanya kabar mantan menantunya itu "Bagaimana kabarnya? Apakah dia baik-baik saja? Dan anak kalian, cucu mama bagaimana apakah kamu bertemu dengannya juga?"
Jasson menatap mamanya lalu menggelengkan kepala "Tidak mami, Jasson tidak bertemu dengan Jesslyn,"
"Jesslyn? Cucu mama perempuan? Namanya indah sekali, pasti dia juga sangat cantik seperti Bunga,"
"Iya ma, Jesslyn cucu mama, putrinya Jasson. Walau Jasson belum bertemu dengannya, tapi Jasson tahu jika anak Jasson sangat cantik sekali,"
Jasson menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang sedih "Kamu kenapa sayang?"
"Sepertinya Bunga sudah memiliki suami lagi, ma. Karena Bunga mengatakan jika Jesslyn sudah bahagia dengan seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan Daddy. Dan yang Jesslyn anggap sebagai papanya,"
__ADS_1
Raut wajah Laras langsung berubah, ia sangat kecewa mendengar pernyataan anaknya "Tidak bisa seperti itu sayang! Jesslyn itu anak kamu, keturunan kita lalu kenapa orang lain mengambil hak itu dari kamu? Kamu jangan diam saja dong! Kamu harus memberitahu Jesslyn jika kamu adalah papa kandungnya! Mama tidak perduli apakah Bunga sudah memiliki suami baru namun yang terpenting Jesslyn harus tahu siapa kamu!"
Jasson mengangguk, ia mengatakan kepada mamanya jika dirinya akan mengatakan yang sebenarnya kepada Jesslyn. Agar anaknya tahu jika ia adalah papa kandung Jesslyn "Mama sudah berulangkali katakan kepada kamu, jika Bunga belum tentu setia menunggu kamu. Namun, kamu selalu percaya dengan keyakinan kamu terhadap dia. Lihat sekarang! Bahkan dia menggantikan posisi kamu!"
"Mama sudah lah! Jasson tidak mau membahas ini di saat suasana sepertinya ini,"
"Biar kamu tahu dan membuka mata kamu. Bunga enggak seperti dahulu lagi yang mencintai kamu, mama juga tidak menyalahkan dia. Karena dia sudah terlalu kecewa dengan kamu Jasson! Bunga sudah melanjutkan kehidupannya dan mama mau kamu juga melanjutkan kehidupan kamu kedepannya kamu harus melanjutkan kehidupan kamu lagi,"
Jasson hanya diam, tidak mengatakan apapun. Hatinya merasa sakit namun ia tidak mau menunjukkannya kekecewaannya itu
"Ma, Jasson mau menyambut tamu yang lain dulu ya?" Laras tahu jika anaknya hanya ingin menghindar dari percakapan keduanya.
__ADS_1
"Sayang, mama tidak membenci Bunga namun mama ingin kamu bisa melanjutkan kehidupan kamu seperti Bunga yang sudah melanjutkan kehidupannya dengan memiliki keluarga baru,"