Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 96


__ADS_3

"Menerima kamu bilang? Apa aku harus menerima jika suami aku mencintai wanita lain?" Ade terlihat histeris mendengar pengakuan cinta Jasson untuk Bunga


"Jika kamu cinta sama dia, kenapa kamu menikah dengan aku? Kenapa kamu memberikan harapan demi harapan kepada aku? Semua yang kamu ucapkan selama ini omong kosong! Kamu berbohong!"


Jasson tidak tega melihat kondisi Ade namun ia juga tidak bisa terus menutupi semua perasaannya kepada Bunga "Maafkan aku, namun itu lah kenyataannya,"


"Aku benci sama kamu! Aku benci!" Ade beranjak bangkit dari duduknya, dengan perut yang membuncit ia pun keluar dari kamar. Jasson langsung mengejar istirnya itu, bagaimana pun Ade juga istirnya dan ia tidak mau sesuatu terjadi kepada wanita itu.


"Ade, tolong dengarkan aku!" Keduanya berlari, menuruni anak tangga


Wanita itu terus berlari ke bawah, menangis. Ia tidak bisa menerima semua pengakuan Jasson!


"Kau pengkhianat Jasson! Aku sudah mengorbankan segalanya untuk mu namun ini balasan mu kepada ku!"


Ade tidak mau mendengarkan Jasson, bahkan ia lebih kencang berlari, dengan hati yang sakit.

__ADS_1


Hingga membuat wanita itu terpeleset dan jatuh dari anak tangga


"Ade!" Jasson terkejut, ia pun langsung menghampiri istrinya


"Kakak!" Ratu yang baru pulang dari pemotretan pun langsung berlari mendekati kakaknya, segera ia menghubungi dokter yang biasa mereka pakai.


Kebetulan, rumah dokter itu juga satu komplek dengan mereka. Jadi, tidak membutuhkan waktu lama untuk sang dokter datang


"Astaga Ade, apa yang terjadi?"


Jasson menggendong tubuh istrinya dan meletakkannya di sofa "Ini kita harus membawanya ke rumah sakit! Lihat, dia pendarahan! Dan harus mendapatkan perawatan yang serius,"


Keluarga Ade memang sudah dekat dengan dokter itu, bahkan dokter itu menganggap keduanya seperti anak.


"Gunakan mobil saya saja, sebentar saja akan mengambil mobil,"

__ADS_1


Karena saat ini Jasson tidak memiliki mobil, maka dokter itu dengan baik hati menggunakan mobil pribadinya.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, ratu terlihat sangat cemas. Ia menangis, apalagi melihat darah yang terus mengalir dari paha kakaknya "Brengsek kamu! Kamu apain kakak aku? Kamu lelaki kurang ajar!"


Dokter itu menenangkan ratu "Tenang Ratu, fokus kepada kakak kamu, biarkan itu menjadi urusan belakangan! Jangan membuat keributan sekarang!" Dokter itu pun meminta ratu untuk tenang, wanita itu pun mencoba tenang.


Walau ia sebenarnya saat marah, namun ia berusaha tenang dan menuruti ucapan dokter itu. "Jika sesuatu terjadi sama kakak aku, aku enggak akan maafin kamu. Bahkan aku tidak akan segan-segan melaporkan kamu ke polisi!"


Jasson merasa sangat bersalah, akibat ulahnya Ade jadi seperti ini "Maafkan aku Ade,"


Mereka sampai ke rumah sakit, segera Jasson menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam


*******


Bunga terlihat hening di kamarnya, ia memikirkan permintaan almarhum papa mertuanya sebelum meninggal

__ADS_1


"Pa, apa yang harus Bunga lakukan? Bukannya Bunga ingin melawan namun Bunga belum siap di madu pa. Bunga enggak bisa jika cinta Jasson di bagi, kebahagiaan Jasson hanya kepada wanita itu. Dan Bunga tidak bisa melakukan apapun, sekuat apapun Bunga bertahan itu tidak akan guna,"


Bunga mengelus perutnya, ia berharap agar anaknya bisa kuat melewati semua ini "Nak, kamu bantu mama ya? Bantu mama untuk kuat menghadapi semuanya. Dan mama enggak mau kamu nantinya membenci mama atau papa,"


__ADS_2