Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 150


__ADS_3

"Nak, kamu masih terlalu kecil untuk memahami semuanya. Sudah ya? Jesslyn jangan memikirkan itu, percaya dengan mommy nanti jika sudah tepat waktunya Jesslyn akan mengerti,"


Jesslyn mengangguk, anak kecil itu bahkan tidak selera lagi untuk makan. Bunga tidak tega dengan anaknya, namun ia tidak bisa melakukan apapun lagi


"Sayang, jangan bersedih ya nak?"


"Mommy, Jesslyn mau pulang!"


Bunga yang tidak mau anaknya bersedih lagi langsung berpamitan untuk pulang terlebih dahulu "Mi, Ra, Gerry aku dan Jesslyn pulang duluan ya? Aku enggak mau kalau Jesslyn semakin sedih,"


"Iya,"


"Sayang, mami ikut dengan kalian ya?"


"Tidak usah mi, mami di sini saja. Lagipula, Justin juga masih mau berjalan-jalan. Biar Bunga dan Jesslyn saja yang pulang terlebih dahulu,"


Salvira mengangguk, ia juga sedih merasakan kekecewaan yang dirasakan oleh cucunya

__ADS_1


"Ini semua kesalahan mami,"


Salvira mengatakan itu saat anak dan cucunya sudah menjauh "Mami, sudah lah! Jangan menyalahkan diri mami seperti itu!"


"Ini memang kesalahan mami, andai saja mami tidak menikahkan Bunga kepada Jasson waktu itu, semua ini tidak akan terjadi."


"Mami sudah lah! Semuanya sudah berlalu, mami jangan menyalahkan diri mami lagi! Percaya, semuanya akan baik-baik saja dan bahagia dengan sendirinya,"


"Sayang, lihat lah! Semenjak Bunga menikah dengan Jasson, tidak ada lagi kebahagiaan di hidup Bunga, bahkan sekarang. Jesslyn harus merasakan sakit yang sama, kenapa Jasson sangat jahat dengan Bunga? Bahkan dia juga tega dengan anaknya sendiri,"


"Oma, kenapa Oma marah?" Justin bertanya dengan bingung, Ara meminta maminya untuk tidak membahas sekarang "Maaf mi, namun tidak baik membicarakan hal ini didepan Justin. Ara yakin, semua ini akan segera berlalu,"


"Ya sudah kita makan, kita akan membahasnya nanti,"


Ara mengangguk, mereka melanjutkan makannya.


*******

__ADS_1


Bunga dan Jesslyn sudah sampai dikamar hotel, Bunga mendekati anaknya "Sayang, sudah ya nak jangan sedih? Mommy janji, kalau papa menghubungi mommy nanti, kita akan menemui papa."


"Mommy, kenapa papa jahat?"


Bunga menggelengkan kepalanya dengan cepat "Tidak sayang! Jangan mengatakan hal itu ya sayang? Papa enggak jahat kok, papa kan enggak tahu kalau kita mau bertemu dengan papa nak. Kamu jangan marah sama papa ya?"


"Ma, Jesslyn hiks,"


"Sudah nak!" Bunga memeluk anaknya dengan hati yang terluka, ia merasa sedih dengan apa yang dialami oleh anaknya. Hatinya juga hancur, namun tidak bisa berbuat apapun. Bukannya ia sengaja tidak mempertemukan anaknya dengan Jasson namun Jasson telah pergi meninggalkan kota ini.


"Jasson, sekali saja kau menghubungi ku tolong! Ini semua demi anak kita," batinnya, Bunga tidak lagi memikirkan egonya lagi. Hanya demi kebahagiaan anak semata wayangnya itu


"Mommy akan melakukan apapun untuk kamu sayang. Jangan menangis lagi,"


Bunga mengelus rambut Jesslyn dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hingga Jesslyn tertidur dipangkuan Bunga.


Saat anaknya tidur, barulah Bunga meneteskan air matanya dengan sedih "Sayang, kenapa kamu harus merasakan penderitaan yang selama ini mommy rasakan? Itu alasan mengapa dahulu mommy merahasiakan tentang papa kamu, karena mommy takut kamu merasakan sakit dan luka seperti yang mommy rasakan sejak dahulu,"

__ADS_1


Mengelus rambut Jesslyn dengan lembut, ia pun menghapus air matanya tidak mau Jesslyn mengetahui jika dirinya menangis. Bunga harus kuat di hadapan anaknya itu


__ADS_2