Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 137


__ADS_3

Jasson bertanya kepada mamanya "Jasson sudah melanjutkan kehidupan Jasson ma, apalagi yang harus Jasson lakukan?"


Laras menghela nafas panjang "Kamu juga harus menikah lagi,"


Jasson kaget mendengar permintaan mamanya "Tidak ma! Jasson tidak akan pernah menikah!"


Laras menatap anaknya dengan kesal "Lalu mau sampai kapan kamu menyendiri seperti ini Jasson? Kamu sudah cukup lama sendirian, dan saat kamu tahu Bunga sudah menikah lagi, kamu tetap sendiri? Kenapa Jasson?"


"Karena Jasson mencintai Bunga mama! Jasson tidak perduli apakah Bunga sudah menikah lagi atau tidak, intinya Jasson mencintai Bunga dan Jasson akan menebus semua kesalahan Jasson kepadanya,"


Laras menggelengkan kepalanya, Jasson pun memilih pergi meninggalkan mamanya karena tidak mau berdebat lagi.


Laras mengatakan jika mereka akan membahas ini sampai di rumah.


**********

__ADS_1


Acara telah selesai, kini Jasson dan Laras kembali kerumahnya "Bunga sekarang tinggal di sini?"


Laras membuka topiknya kembali, Jasson menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak tahu "Jasson tidak tahu ma, mungkin tidak atau mungkin benar dia di sini,"


"Sayang, kamu sudah memikirkan ucapan mama tadi?"


"Ma, tolong lah! Jasson tidak mau membahas ini lagi, dan mama tahu. Jasson tidak memiliki kekasih, Jasson menikah dengan siapa?"


"Kamu pasti tahu jawabannya,"


"Dulu kamu juga tidak mencintai Bunga, namun sekarang?"


Jasson segera menoleh ke arah mamanya "Jadi mama mau Jasson melakukan kesalahan yang sama seperti dulu lagi? Mama mau Jasson masuk kedalam lobang yang sama?"


"Tidak sayang! Ini jauh berbeda, dan kamu harus paham itu! Kamu juga berhak bahagia,"

__ADS_1


"Tapi kebahagiaan Jasson hanya kepada Bunga, Ma!"


"Sayang, dulu kamu juga mengatakan itu saat kamu tidak mencintai Bunga dan mencintai wanita lain. Namun nyatanya? Kamu dan wanita itu tidak bahagia, padahal kamu sangat mencintainya dulu. Dia juga mengkhianati kamu! Kenapa kamu tidak mengerti?"


"Tapi dia bukan Bunga, Ma!"


Laras hanya menggelengkan kepalanya, ia bingung mau sampai kapan anaknya mengerti, Laras hanya ingin kebahagiaan untuk anaknya Jasson "Jika papa kamu masih hidup, papa juga akan melakukan hal yang sama sayang! Papa akan mengatakan apa yang mama katakan sekarang!"


"Tidak ma! Jika papa masih hidup, papa tidak akan pernah meminta hal konyol dari Jasson seperti yang mama lakukan!"


Laras hanya membuang muka ke-sembarang arah, ia tidak mau lagi berdebat dengan anaknya itu "Terserah kamu saja sekarang! Mama tidak mau lagi berdebat dengan kamu lagi!"


Jasson mengatakan jika dirinya juga tidak mau berdebat dengan mamanya "Sama ma! Jasson juga tidak mau berdebat dengan mama dan Jasson ingin kita hidup tenang dan damai seperti biasanya. Jangan lagi ada pemaksaan untuk pernikahan, Jasson sekarang sudah dewasa ma! Bahkan Jasson sudah menjadi ayah sekarang dan Jasson tdiak mau mama mengatur kehidupan Jasson jika itu tentang pernikahan, karena dahulu mama yang memaksa dan Jasson ikutin. Lalu semuanya hancur berantakan!"


"Hancur berantakan kamu bilang? Sayang, kamu yang membuat semua ini hancur. Dulu, mama meminta kamu menikah dengan Bunga kamu sayangi dan cintai dia. Namun kamu keras seperti sekarang, kamu bilang kamu mencintai wanita pengkhianat itu, dan mama mengikuti semua keinginan kamu. Kamu menikah kembali diam-diam saat kamu masih menjadi suaminya Bunga!"

__ADS_1


__ADS_2