Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 63


__ADS_3

Orang lain selalu menganggapnya sebagai wanita yang tidak baik, karena merebut suami orang lain


Padahal dongengnya sudah direbut oleh wanita lain demi dongeng yang wanita itu ciptakan sendiri. Ratu masuk ke dalam kamarnya kakak, ia melihat kakaknya yang menangis


"Ada apa kak? Apakah Jasson telah menyakiti hati mu?"


"Iya, Ratu! Dia sangat menyakiti hati ku! Rasanya aku sudah menyerah! Aku ingin melepaskannya!"


Ratu tidak bisa membiarkan itu semua terjadi, jika kakaknya pisah dari Jasson maka akan ada kesempatan untuk Eyden mendekati Ade kembali


"Hey kenapa kakak ku menjadi lemah seperti ini? Kau harus mempertahankan hak mu! Untuk apa penantian mu selama bertahun-tahun ini? Apa akan sia-sia begitu saja?"


"Aku sudah lelah ratu! Aku lelah dengan semuanya, bahkan saat aku sudah menjadi istrinya pun percuma. Hatinya sudah untuk wanita itu!"


"Mengapa bisa kau mengalah demi wanita yang sudah merebut lelaki yang kau cinta kak?"


Ade masih terdiam "Aku sudah tidak perduli dengan itu semua,"


"Lalu bagaimana dengan anak yang kau kandung? Kau ingin orang-orang berbicara buruk tentang mu? Bahkan, Jasson akan menganggap kau wanita yang buruk. Dia akan di pengaruhi oleh istri pertama nya itu kak!"


Ratu terus saja meracuni pikiran kakaknya yang ingin pergi dari hidupnya Jasson "Lalu aku harus apa?"


"Kau harus kuat kak! Ambil kembali yang menjadi milik mu! Jangan biarkan wanita itu menang! Dia akan senang jika kau menyerah!"


"Tapi aku lelah, aku sangat lelah!"


"Kak, sejak kapan kau lebih menggunakan hati mu? Ingat, kau sudah tidak melakukan pemotretan lagi. Jika kau pergi dari hidupnya, bagaimana dengan hidup mu? Juga anak yang kau kandung? Kau mau menderita? Saat ini, yang kau harapkan untuk hidup mu adalah Jasson. Jika kau pergi, kau akan menjadi wanita jelek karena tidak bisa perawatan. Apa kau mau? Kalau untuk memberi kamu dan anak kamu makan saja aku mampu, membelikannya susu juga aku mampu. Namun untuk perawatan mu, sekolah anak mu aku enggak mampu. Kebutuhan aku saja masih kurang, kamu mau bagaimana kalau kamu pisah dari Jasson?"


Ade terdiam, membenarkan ucapan adiknya "Tidak perlu mengikuti kata hati kamu kak! Yang terpenting kamu bisa hidup enak, ke salon setiap bulannya, shopping! Sudah, jangan memikirkan hal yang lain!"


"Tapi apakah aku mampu melewati semuanya?"


"Aku yakin kau mampu kak! Menyerah pun tak ada gunanya!" Ujar ratu kepada kakaknya, ia berharap agar kakaknya tidak melakukan keputusan yang salah.


Ia menyayangi kakaknya, namun ia juga mencintai Eyden. Ratu enggak akan bisa melihat kakaknya dengan lelaki itu namun saat Ade terus bersama dengan Jasson makan tak akan ada kesempatan untuk Eyden mendekati kakaknya.

__ADS_1


"Sudah lah kak hapus air mata kamu! Jangan lemah seperti itu! Kamu akan terlihat sangat jelek kalau begitu!"


Ade menghapus air matanya, ia mengatakan jika dirinya akan membawa Jasson ke dalam pelukannya


******


Di perjalanan, Jasson mengutuk perbuatannya berulangkali. Mengapa ia bisa mengingat Bunga sedangkan ia bersama dengan Ade.


"Aku mencintai mu Ade, dan sangat mencintai mu tapi mengapa setelah kita menikah. Aku merasa bersalah dengan Bunga, aku merasa telah mengkhianatinya padahal sebenarnya ia juga tahu tentang hubungan kita. Apakah karena Bunga sedang hilang ingatan sehingga aku merasa begitu bersalah kepadanya?"


Sepanjang jalan, Jasson berbicara sendirian. Kini ia merasa sangat dilema, ia tidak tahu harus melakukan apa-apa lagi.


"Kau memang bodoh Jasson, mengapa kau menyakiti dua wanita yang mencintai mu dengan tulus? Mengapa kau mengkhianati Bunga juga Ade? Mereka tidak bersalah dalam hal ini!" Ia pun berteriak frustasi, kini keduanya sudah menjadi istri sah-nya Jasson walau Bunga tidak tahu pernikahan suaminya dengan wanita lain.


Jasson pulang dengan perasaan yang sedih "Baru pulang?" Bunga bertanya dengan lembut, Jasson menatap Bunga dengan mata yang berkaca-kaca. Ia menggenggam tangan Bunga dengan lembut, membawa istrinya ke dalam kamar


"Bunga, maafkan aku ya!" Ia langsung memeluk istrinya dengan hati yang lemah. Bunga bingung dengan apa yang di lakukan oleh suaminya "Ada apa Jasson? Apakah kamu memiliki masalah?" Jasson tidak menjawab, ia hanya menangis di dalam pelukan Bunga.


Jasson merasa menjadi lelaki pecundang di Dunia ini. Bisa-bisanya ia menyakiti dan membohongi Bunga di saat istrinya sedang kehilangan jati dirinya.


Ia mengambil momen untuk menikah dengan wanita lain. Berada dalam pelukan Bunga membuatnya merasa nyaman


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memeluk mu saja."


Bunga pun membalas pelukan suaminya, walau ia tidak tahu apa yang terjadi namun Bunga yakin jika suaminya saat ini membutuhkan dirinya


Maafkan aku Bunga, apakah kau akan tetap memaafkan aku saat kau mengetahui semua kebenaran ini? batin Jasson!


Selama pernikahan, Jasson selalu abai dengan Bunga. Bahkan akhir-akhir ini ia bersikap manis karena menginginkan sesuatu dari Bunga bukan karena tulus.


Namun saat ia sudah menikah dengan wanita pujaan hatinya, tidak membuat Jasson merasa tenang. Ia justru merasa gelisah dan bersalah kepada Bunga


"Jasson bicara lah, apakah kamu mempunyai masalah? Atau kamu membuat kesalahan kepada ku sehingga kamu menangis sebegitunya?"


Jasson ingin mengatakan semuanya namun ia tidak sanggup. Ia tidak memiliki hati yang begitu besar untuk menceritakan semua kebenaran, dan ia pasti tidak sanggup melihat kehancuran Bunga

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau cepat ingat semuanya Bunga!"


Setidaknya Jasson ingin Bunga mengingat semuanya dulu, baru ia akan bicara. Jika Bunga sudah sehat, dan mengingat semuanya Jasson hanya perlu memberitahu tentang pernikahannya dengan Ade. Namun jika ia menceritakannya sekarang, ia harus menceritakan semuanya dari awal. Dan Jasson benar-benar tidak sanggup.


Kini ia tidak memikirkan harta lagi, jika pun sekarang Bunga mengingat semuanya. Ia sudah siap menerima segala resiko termaksud di usir dan di ambil semua fasilitasnya dari maminya Bunga


"Maaf Jasson jika keadaan aku sekarang membuat mu sedih! Aku selalu berusaha mengingat semuanya namun aku enggak bisa, aku enggak sanggup walau aku ingin! Aku memang manusia yang lemah, Bahkan untuk mengingat saja aku tidak sanggup," ujar Bunga yang mengeratkan pelukannya lebih dalam lagi. Suaranya memberat.


Jasson mengatakan kepada istrinya untuk tidak menyalahkan diri sendiri "Jangan menyalahkan diri mu sendiri, Bunga! Ini sudah jalannya!"


Keduanya saling melepaskan pelukan satu sama lain. Jasson menuntun Bunga untuk menuju ranjang.


Entah mengapa, akhir-akhir ini Jasson lebih nyaman menyentuh Bunga daripada wanita yang ia cintai. Bahkan walau mereka sudah menikah, Jasson tidak pernah menyentuh Ade. Padahal sebelum mereka menikah, Jasson paling senang dan bahagia menghabiskan waktu bersama untuk memainkan tubuh wanita yang ia cintai itu.


Jasson dan Bunga terhanyut dengan suasana yang ada. Keduanya pun menghabiskan waktu berdua sebagai suami dan istri. Jasson bahkan tidak mengingat Ade saat sedang bersama Bunga.


******


Ara merebahkan tubuhnya yang cukup lelah dengan aktivitas seharian di kantor menatap langit-langit kamar.


Bunga dan keluarganya Bunga sudah cukup baik dengan Ara. Bahkan di berikan tempat tinggal yang begitu mewah secara gratis, ia tidak perlu memikirkan biaya hidup.


Mungkin tanpa bantuan keluarga Bunga, Ara akan menjadi wanita jalanan. Ia akan hidup di jalanan, apalagi tamatannya yang begitu rendah.


"Aku banyak berhutang Budi kepada mu dan mami mu Bunga. Andai kau tidak memberikan amanah itu kemarin kepada ku, mungkin aku akan memberitahu orang kebenaran yang ada. Tapi apalah daya ku Bunga? Sebelum kecelakaan yang akhirnya merenggut semua ingatan mu. Aku sudah bersumpah kepada mu untuk tidak memberitahu mami apa yang sudah terjadi. Ketidakberdayaan apa ini Bunga?"


Tak terasa, air mata Ara menetes sambil wanita itu menatap langit-langit kamarnya.


"Mami sudah sangat menyayangi aku sebagai anak kandungnya sendiri namun aku tetap bungkam saat anak kandungnya di permainkan oleh Jason dan Tante Laras. Maafin aku Bunga, maafin aku mami! Aku berharap agar ingatan mu kembali lagi seperti semula Bunga. Tanpa aku beritahu Kau sudah ingat semuanya dan bisa mengambil langkah yang tepat!"


Ara mengkhawatirkan keadaan sahabatnya, ia juga mengingat ucapan Bunga dari telepon jika Jasson sudah menikah lagi. Walau Jasson mengelak namun Ara tahu jika itu adalah kebenarannya.


Jasson sudah menikah dengan kekasih gelapnya


"Bagaimana kau mengetahui kebenaran ini Bunga. Bahkan saat ingatan mu kembali, aku yakin kau tidak akan bisa menerima semuanya," gumam Ara

__ADS_1


Betapa hancurnya hati seorang wanita jika mengetahui suaminya sudah menikah lagi dengan orang lain apalagi posisinya sekarang Bunga sedang sakit.


"Jasson sungguh kejam, mengapa ada orang sepertinya? Bahkan untuk mengatasi dan mengatakan kebenarannya kepada semua orang di rumah ini ia tidak mampu. Namun ia berani melakukan kesalahan dan pengkhianatan yang sebesar ini!"


__ADS_2