
Eyden menatap Ade dengan dalam, jika yang dikatakan oleh wanita itu memang benar. Maka ia sangat merasa bersalah karena dirinya lah penyebab perceraian Ade dengan Jasson.
Eyden memang mencintai Ade, namun ia tidak pernah berniat untuk menghancurkan rumah tangga Ade "Eyden, kenapa kamu diam?" Ade melihat kelakuan aneh dari temannya itu, namun Eyden hanya menggeleng "Tunggu lah sebentar di sini, aku akan membuatkan teh untuk mu!"
Eyden menolak dengan lembut, ia mengatakan jika dirinya lebih baik pulang saja.
"Maaf, sepertinya aku tidak bisa berlama-lama karena ada urusan mendadak yang harus aku kerjakan,"
Ade pun tidak bisa menolak atau menahan temannya itu, ia mempersilahkan Eyden pulang dengan manis. Kini sikap Ade jauh lebih lembut kepada Eyden "Hati-hati ya? Terimakasih karena sudah membantu ku,"
"Dengan senang hati aku akan selalu membantu mu,"
***********
__ADS_1
Jasson tahu jika Ade pasti mencari masalah di rumah Bunga, ia pun memutuskan untuk kerumah Bunga
"J-jasson? Ayo ikut aku!" Bunga membawa suaminya menjauh dari rumah, bahkan ia meminta satpam untuk tidak memberitahu orang rumah tentang kehadiran Jasson
Setelah memastikan tidak akan ada orang rumah yang tau, baru lah Bunga bertanya tujuan suaminya datang lagi "Ada apalagi Jasson? Apakah kamu ingin membuat keributan?"
"Jangan salah paham dengan ku sayang, tadi aku bertemu dengan pengkhianat itu di daerah sini. Aku tahu, pasti dia membuat keributan di rumah kamu bukan?"
"Hentikan semua tingkah mu Jasson! Kau bertingkah seolah seperti anak-anak!"
"Anak-anak apa sayang? Aku ingin melindungi mu!"
"Melindungi dari siapa? Bahkan aku merasa terancam dengan mu. Bukan dengan siapapun! Termaksud dengan Ade! Kau yang selalu menyakiti ku Jasson, bukan hanya aku namun juga mama, dan papa David. Kau menyakiti kita semua, bahkan kau tidak perduli dengan perasaan kedua orang tua mu! Kau tidak memikirkan kami, kau hanya menyayangi dan mencintai diri mu sendiri!"
__ADS_1
Jasson terdiam mendengar ucapan Bunga, apakah yang Bunga katakan itu benar? Ia merasa bersalah "Sayang, aku memang bersalah dan aku ingin memperbaiki semuanya! Aku minta maaf, maafkan aku yang selalu menyakiti kamu! Aku memang bersalah, tapi aku mohon jangan siksa aku seperti ini. Ingat anak kita,"
Bunga menjauh saat Jasson ingin memegang perutnya "Jangan sentuh aku Jasson!"
"Kenapa? Aku ini masih suami mu dan kau istri ku,"
Bunga tertawa, menggelengkan kepalanya dengan geli "Itu menurut mu Jasson, namun menurut ku pernikahan kita hanyalah sebuah kertas saja. Dan semenjak kau menikah dengannya, aku bukan lagi istri mu! Kau sudah kehilangan hak mu menjadi suami, kau lupa perjanjian kita dahulu? Namun kau yang mengingkarinya sendiri."
"Sayang, aku minta maaf. Dan aku ingin mempertahankan rumah tangga kita, mengapa kamu seakan tidak mau mempertahankan rumah tangga kita?"
"Kamu katakan aku tidak ingin mempertahankan rumah tangga kita? Aku sudah berusaha Jasson, berusaha lebih keras namun nyatanya? Kau tidak melihat semua perjuangan ku, kau tidak menghargainya dan kau menyepelekan perasaan aku! Kau menganggap Bunga ini hanyalah Bunga yang layu dan bodoh! Bahkan kau hanya menganggap ku sebagai figuran saja Jasson! Aku tidak ada artinya bagi mu, sama sekali tidak!"
"Dan sekarang kau bertanya mengapa aku tidak memperjuangkan dan mempertahan kan rumah tangga kita? Tanyakan pada diri mu sendiri Jasson!"
__ADS_1