Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 58


__ADS_3

"Mama tidak mau tahu, Jasson! Kamu harus lebih prioritas kan Bunga daripada wanita itu, jangan pernah menunjukkan jika kamu dan wanita itu sudah menikah! Intinya, harus tetap Bunga yang harus kamu utamakan,"


"Iya ma, namun Jasson bingung memberikan penjelasan kepada Bunga. Kalau dahulu, Bunga sudah tahu dan Jasson tidak repot-repot memberikan penjelasan kepadanya,"


"Mengapa harus satu rumah, Jasson! Dia bisa tinggal di mana aja, tapi jangan satu rumah!"


"Ma, kalau beda rumah. Jasson pasti akan jarang pulang ke rumah, dan itu pasti akan membuat Bunga, mami dan juga papa curiga. Apalagi alasan Jasson? Saat ini, Ara juga tinggal di sini dan bekerja di kantor. Ia pasti akan memberitahu semua orang jadwal-jadwal yang ada di rumah. Mama tolong lah mengerti!"


Laras pun tak ada pilihan lain.


*******


Sore harinya, Ara yang sudah lelah dan selesai mengerjakan pekerjaan kantor pun ingin pulang ke rumah namun perutnya terasa sangat lapar.


"Jika aku pulang dan langsung makan pasti tidak enak! Ya sudah, aku ingin singgah makan dahulu,"


Ara pun ingin makan di warung yang ada di dekat kantor, ia harus berhemat. Walau keluarga Bunga memberikan tumpangan makan dan tempat tinggal gratis ia tidak enak jika tidak memiliki tabungan yang sewaktu-waktu ia perlukan.

__ADS_1


Ia melirik ke arah Gerry yang berjalan ke arahnya "Si pengacau! Dia pergi seharian dasar pemakan gaji buta!" Gerutu Ara sambil matanya tetap melirik ke arah Gerry


"Selamat sore nona Ara kimochi"


"Apa kata mu? Ara kimchi?"


Gerry terkekeh "Bukan kimchi namun kimochi, nona!"


"Ha iya, sama saja itu. Berani-beraninya kau mengganti nama ku!"


"Karena nama anda begitu singkat, jadi saya tambahi saja belakanganya!"


Ara melewati Gerry dengan sinis, lelaki itu pun mengikuti. Ara membalikan tubuhnya menatap Gerry dengan tatapan sinis "Untuk apa mengikuti aku? Kau ingin mencari masalah lagi?" Bahkan dengan entengnya Gerry mengangguk "Iya benar, nona! Hanya itu tugas saja!"


"Terserah mu!"


Ara pun membalikan tubuhnya lagi, lalu berjalan ke arah jajanan kaki lima yang ada di dekat kantor. Namun saat ia ingin duduk. Ara melihat di seberang sana seorang wanita yang sangat ia benci

__ADS_1


"Pelakor itu!"


Ara pun menyebrang, dan mendekati wanita itu "Hey pelakor, apa kabar?" Ia sengaja berteriak, orang itu adalah Ade. Istri kedua Jasson saat ini.


Ade menatapnya dengan sinis, karena saat ini Ade sedang ada perkumpulan dengan geng sosialitanya di salah satu mall dekat kantor Bunga


"Kau, siapa?"


"Haha! Kau siapa, kau siapa! Pura-pura lupa kamu? Pelakor enggak tahu diri." Ara melirik teman-teman wanita itu yang semuanya begitu sosialita.


"Hey, kalian ini perkumpulan pelakor ya?"


"Hai mbak, jangan asal bicara!" Salah satu teman Ade pun membela sahabatnya dan menyerang Ara.


"Oh bukan ya? Kalau bukan kenapa mau sih berteman dengan pelakor! Dia ini, cantik-cantik namun gatel! Dia pelakor! Kalian tahu enggak kalau teman kalian ini pelakor?"


Ade merasa harga dirinya hancur di permalukan di depan banyak orang "Siapa yang pelakor, jangan asal bicara!" Kini Ade membela dirinya namun dengan gemas Ara menjambak rambut wanita yang ada di hadapannya itu "Kau sudah merebut lakik orang masih saja pura-pura tidak bersalah, dasar murahan! Tidak tahu malu!"

__ADS_1


Dengan menggunakan tangan satunya, Ara mengambil gelas minuman yang ada di meja dan menyiram ke wajah wanita yang sudah merebut suami dari sahabatnya itu


__ADS_2