Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 8


__ADS_3

"Aku hanya ingin persahabatan kita seperti dahulu lagi, Jasson!" Bunga mengatakan dengan suara yang berat, tidak mudah baginya. Namun ia ingin Jasson kembali seperti dulu lagi


Bunga akan membuat Jasson jatuh cinta kepadanya dengan perlahan.


"Sudah terlambat!" Jasson menjawab dengan dingin.


"Mengapa? Aku tidak menginginkan cintamu. Yang aku ingin hanya sahabatku kembali, mengapa sulit sekali bagimu?"


Bunga melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya.


"Baiklah, Jasson! Semuanya sudah tidak ada gunanya lagi. Kamu tidak mau menjadi sahabatku lagi, dan aku tahu jika kamu enggak akan mencintaiku. Lebih baik kita berpisah, tidak perlu khawatir! Aku yang akan mengatakan kepada orang tua kita!"


Jasson terdiam sejenak, saat Bunga ingin pergi ia memanggilnya.


"Tunggu, Bunga!"


Bunga berhenti, menoleh kearah Jasson.


"Baiklah, aku akan kembali menjadi sahabatmu, namun aku tidak bisa berpisah denganmu. Kau tahu bagaimana keadaan papa sekarang. Tapi kau juga tahu jika aku sangat mencintai Ade. Aku tidak mencintaimu!"


Bunga hanya terdiam, tidak menjawab ucapan suaminya.


"Aku ingin menikah siri dengan Ade!"


Ucapan Jasson tentu saja membuat Bunga sakit.


"Baiklah tapi tidak sekarang!"


"Lalu?" Jasson bertanya dengan bingung, Bunga sudah setuju namun mengapa tidak bisa sekarang.


"Tiga bulan lagi!"


"Kau gila! Itu terlalu lama untukku,"


"Terserah kepadamu, Jasson. Namun jika kamu keberatan dan ingin cepat menikah dengannya. Ceraikan saja aku!"


Kini Jasson tak banyak bicara, Bunga juga pergi meninggalkan suaminya.


Ia meminta waktu tiga bulan agar melakukan tantangan. Dalam waktu tiga bulan ia akan membuat Jasson jatuh cinta kepadanya namun jika waktu tiga bulan Jasson tetap tidak bisa mencintai Bunga. Bunga rela jika dirinya di madu dengan wanita lain


"Aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, Jasson!" Bunga begitu yakin kepada ketulusan cinta


"Tolong beritahu aku apa alasanmu!"


Jasson mendekat kearah Bunga, ia pun ingin tahu jawaban dari istri sekaligus sahabatnya itu.


"Aku butuh tiga bulan. Agar kamu bisa mencintaiku, jika aku gagal. Aku rela jika kamu menikah siri dengan Ade,"

__ADS_1


Ha-ha-ha


Jasson tertawa dengan keras, Bunga bagaikan badut untuknya


"Kau sungguh tidak waras, Bunga."


"Benar Jasson! Kamu memang benar, aku tidak waras karena cintaku kepadamu."


"Tiga bulan atau tiga tahun sekalipun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu!" Jasson menunjuk Bunga dengan jari telunjuknya.


"Beri aku kesempatan sekali saja, kamu enggak harus mencintai ku sekarang. Yang terpenting, jadilah sahabatku. Kembali seperti dulu!"


"Bunga, mengapa kau tidak mengerti? Kita sudah berteman sejak kecil! Puluhan tahun, namun sedetikpun aku tidak pernah mencintaimu. Apalagi tiga bulan kedepan, kau hanya membuang-buang waktu!""


"Tidak, Jasson! Aku sadar apa yang aku katakan. Aku hanya butuh waktu tiga bulan, hanya tiga bulan! Setelah itu, jika memang aku masih gagal. Kau bisa menikah dengannya, aku tidak akan keberatan di madu. Dan aku pastikan keluarga kita tidak akan tau!"


Jasson memikirkan ucapan Bunga, lagipula tiga bulan itu waktu yang sebentar baginya. Walau pun tiga puluh tahun ke depan. Jasson akan tetap mencintai Ade, bukan Bunga. Jadi itu bukan lah masalah, dan ia memiliki cara untuk bisa bersama dengan kekasih hatinya.


Jasson pun setuju dengan ucapan Bunga


"Baik, aku setuju."


"Terimakasih, Jasson!" Bunga memeluk Jasson, Jasson terdiam sebentar. Bunga menjauhkan kepalanya dari bidang kekar milik Jasson, mendongak keatas menatap wajah Jasson.


"Tidak perlu menganggap ku sebagai istri, anggap lah aku sebagai Bunga kesayangan mu, sahabat kecilmu." Jasson tersenyum, membalas pelukan Bunga.


Ade yang melihat pemandangan itu pun sangat kesal, ia mendekati keduanya. Melepaskan pelukan Jasson dan Bunga


"Jasson!"


Ade memeluk Jasson, seakan tidak ingin miliknya di bagi oleh orang lain!


"Sayang, ini enggak seperti yang kamu lihat. Tolong jangan salah paham," Jasson seakan takut dengan Ade. Sementara istrinya adalah Bunga


Bunga pergi meninggalkan kedua pasangan tersebut, hatinya sangat terluka namun ia harus sabar dan mempertahankan pernikahannya.


Jasson menatap belakang punggung Bunga yang semakin menjauh. Dirinya memang menyayangi Bunga, dan ia bisa kembali seperti dulu sebagai sahabat Bunga. Bukan suaminya


"Kamu kenapa berpelukan sama dia? Aku enggak suka!" Ade begitu manja memeluk Jasson, sedangkan pandangan Jasson kepada Bunga. Ia pun mengabaikan pertanyaan yang diberikan oleh kekasihnya


"Jasson!" Ade sangat kesal


"Iya, sayang. Maaf kan aku ya?"


Ade mengerucutkan bibirnya kedepan. Ia pun kesal namun bagaimana lagi? Kekasihnya sudah meminta maaf.


Ade merasa jika dirinya bukan lah pelakor, di sini Jasson yang sudah direbut oleh Bunga. Ade dan Jasson sudah berpacaran bertahun-tahun. Ia merasa Jasson miliknya, Bunga hanya lah perebut pujaan hatinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu jangan cemburu. Dan marah, aku hanya mencintaimu. Dia hanya sahabatku!"


"Nyatanya dia menjadi istrimu sekarang, sejak dulu aku selalu marah melihat pertemanan mu dengannya, Jasson! Dan kau selalu meyakinkan aku jika persahabatan kalian itu benar memang sebagai teman saja! Namun buktinya kau menikah dengan wanita yang kau anggap sahabat!"


Jasson merasa bersalah kepada Ade. Memang benar, jika kekasihnya selalu tidak nyaman jika dirinya terlalu dekat dengan Bunga.


Ia pun meminta maaf, andai saja waktu itu Jasson mendengarkan kekasihnya. Mungkin Bunga tidak akan memiliki perasaan apapun dengannya dan mereka tidak mungkin menikah.


Hati Jasson merasa dilema, mungkin karena ia sudah bisa menerima Bunga sebagai sahabatnya lagi.


****


Di sisi lain, ada seorang wanita yang menangis di pojokan kamar. Menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. Hatinya berkecamuk hancur berkeping-keping.


Walau Bunga sudah merelakan apa yang terjadi. Ia tidak bisa membohongi hatinya, sangat sesak saat melihat wanita lain memeluk suaminya tepat di hadapannya sendiri.


Pintu kamar Bunga terbuka, sedikit cahaya masuk ke kamarnya.


Ia segera menghapus air mata nya itu, entah siapa yang masuk Bunga pun tidak tahu.


Saat ia membuka selimut melihat siapa yang masuk, ternyata itu adalah Jasson.


"Ada apa?" Bunga bertanya dengan dingin, dengan mata sembabnya.


"Bunga, kau habis menangis?" Jasson kembali memberikan perhatian kepada Bunga. Walau itu sebagai sahabat, Bunga sudah tidak perduli yang terpenting saat ini adalah Jasson sudah lebih baik kepadanya.


Bunga menggelengkan kepalanya


"Tidak, mataku tadi kelilipan."


Jasson menghidupkan lampu kamar yang sebelumnya di matikan oleh Bunga.


Ia pun mendekat, lalu duduk di tepi ranjang. Keduanya lebih dekat, membuat jantung Bunga berdegup kencang.


Jasson langsung menghembus mata Bunga yang kelilipan


"Apakah masih perih?"


Bunga menggelengkan kepalanya, Jasson tersenyum kepada istrinya


"Ada apa?"


"Begini, kami sangat lapar. Aku ingin meminta bantuan mu untuk memasak makanan untuk kami, Kau tahu jika aku tidak bisa makan ditangan orang yang sembarangan."


"Iya, aku tahu. Baik lah aku akan memasak untuk kalian,"


Bunga beranjak bangkit, ia mengira jika Jasson perduli kepadanya ternyata ia hanya dijadikan tukang masak saja.

__ADS_1


__ADS_2