Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 48


__ADS_3

Bunga melirik sekeliling, mengapa Jasson mengajaknya di jajanan kaki lima? "J-jasson, apakah ini memang tempat makanan favorit kita? M-maksud ku, melihat latar keluarga kita,"


Jasson tersenyum "Aku tahu, jika kau bertanya-bertanya mengapa harus makanan di kaki lima? Memang begitu, walau kau berasal dari keluarga yang kaya raya. Namun kau selalu sederhana, Bunga! Kau selalu menyukai makanan di pinggir jalan daripada restaurant mewah. "


"Oh iya?" Bunga bertanya dengan begitu antusias, Jasson pun memberitahu semua kenangan mereka. Bahkan canggung di antara keduanya memudar.


Jasson seakan kembali seperti dulu, saat mereka bersahabat.


"Ini adalah menu kesukaan mu, yaitu bakso Sapi! Kau tahu Bunga? Kau sangat menyukai bakso, bahkan mau dua mangkuk tambah!"


"Wah, benar kah? Namun tubuh ku sangat kurus. Bagaimana bisa?"


"Haha, tidak Bunga! Dulu kau sangat,"


Jasson menggembungkan kedua pipinya, memberitahu Bunga jika wanita itu memiliki pipi yang sangat tembam


Bunga memegang kedua pipinya, "Tidak! Pipi ku sangat tirus saat ini!"


Bunga menyangkal, karena memang ia melihat tubuhnya saat ini kurus. Bunga tidak tahu, jika semenjak pernikahan dirinya selalu menderita mungkin hal itu yang membuat timbangan badan Bunga turun drastis


"Nak Bunga, Jasson. Sudah lama sekali kalian tidak ke sini, hampir satu tahun ya. Bagaimana kabar kalian?" Pedagang kaki lima itu bertanya, sambil memberikan dua mangkuk bakso kepada mereka


"Iya, Bu. Sedang ada urusan kemarin jadinya tidak sempat!"


"Syukurlah kalian tidak apa-apa. Ibu mendengar kalian sudah menikah, namun mengapa semenjak menikah tidak pernah ke sini lagi. Dan nak Bunga, kamu sangat kurus sekarang, apa Jasson membuat mu makan hati?" Pedagang itu pun bergurau kepada keduanya, memang mereka sudah terbiasa bercanda gurau dengan pedagang dulu.


Bunga bungkam, begitu juga dengan Jasson. Bunga menoleh ke arah Jasson "Hem begini Bu, semenjak menikah. Bunga memilih diet karena katanya tubuhnya sangat jelek jika gendut!" Jasson pun berbohong, Bunga bingung harus menjawab apa karena dirinya tidak mengingat apapun.


Bunga pun hanya tersenyum, pedagang itu pun mengatakan jika Bunga lebih banyak diam semenjak menikah


"Maaf, Bu. Namun saya tidak mengingat apapun," Bunga pun memberitahu jika dirinya mengalami kecelakaan dan hilang ingatan.

__ADS_1


"Astaga, saya turun prihatin dengan kamu. Maaf jika ibu salah bicara ya, ya sudah kalian makan saja, ibu harus memberikan kepada yang lain. Ibu doakan nak Bunga cepat sembuh ya?"


Bunga pun mengangguk, setelah pedagang itu menjauh dia bertanya kepada Jasson "Jasson, apakah dahulu aku begitu chubby?"


Jasson mengangguk, tanpa sadar ia mengeluarkan ponselnya. Melihat Poto lawas mereka di galeri "Lihat lah, kau begitu menggemaskan di sini. Seringkali dulu aku mencubit pipi mu!"


Bunga mengambil ponsel Jasson, terlihat banyak sekali Poto mereka berdua di ponsel Jasson. Bunga tersenyum "Aku percaya sekarang jika kita dahulu begitu bahagia, dan pernikahan kita juga!"


Jasson kembali terdiam, andai Bunga tahu jika hubungan keduanya sangat tidak baik semenjak pernikahan itu terjadi. Bunga pun mengembalikan ponsel Jasson, Jasson juga merasa lega karena Bunga tidak menggeser terlalu jauh. Jika tidak, maka semuanya akan terbongkar. Begitu banyak gambar Jasson dan kekasihnya yang begitu mesra dan tidak wajar.


Bunga melahap bakso itu dengan pelan-pelan, dan menikmatinya "Wah, bakso ini begitu lezat, Jasson!" Bunga terlihat bahagia dan menikmati suapan demi suapan. Dan ia ingin menambah satu mangkuk lagi "Apa aku katakan, jika kau memakan ini. Kau tidak cukup satu mangkuk, Bunga. Dan aku yakin, pipi mu akan cepat kembali chubby!"


Bunga terkekeh melihat Jasson memeragakan pipi yang begitu chubby seperti akan meledak "Tapi sungguh ini begitu lezat, kita akan membawakan makanan ini untuk mami dan juga orang yang ada di rumah!"


Jasson mengangguk setuju, setelah mereka selesai makan. Keduanya memutuskan untuk pulang, Jasson mengeluarkan dompetnya dan membayar tagihan itu


"Kalau dulu, nak Bunga yang selalu traktir. Sekarang sudah menjadi suami dan istri, suaminya yang traktir ya?" Pedagang itu kembali bergurau, ia pun meminta Jasson dan Bunga untuk sering-sering berkunjung ke tempatnya.


"Sepertinya pedagang itu sangat mengenal kita," di dalam mobil Bunga pun bertanya kepada suaminya.


"Iya, kita sering mengunjungi tempat itu. Bahkan hampir setiap hari, kau sangat menyukai bakso, Bunga!"


"Lalu, jika memang sering. Mengapa setahun belakangan kita tidak pernah berkunjung?"


Jasson bingung, ia pun tak tahu harus menjelaskan apalagi kepada Bunga. Jika Bunga terus bertanya seperti ini, ia takut jika dirinya tidak bisa mengendalikan diri dan mengatakan yang sejujurnya kepada sang istri


"It-itu karena mami mengetahui kau sering makan bakso, mami marah. Mami mengatakan itu tidak bagus untuk kesehatan kamu. Apalagi kita sudah menikah, dan kita harus fokus untuk memiliki anak,"


"Maafkan aku, Jasson! Walau sudah menikah hampir satu tahun. Aku tidak bisa memberikan mu keturunan,"


Bunga terlihat sangat sedih, Jasson pun menghiburnya "Sudah lah! Jangan menyalahkan diri mu sendiri, ini bukan kesalahan mu sepenuhnya. Ini karena aku juga, sudah jangan menangis!"

__ADS_1


Jasson menghapus air mata Bunga, yang Jasson katakan itu memang benar


Semua ini kesalahan dirinya, bahkan walau sudah lama menikah. Jasson baru menyentuh Bunga beberapa bulan belakangan ini saja.


Bahkan sangat jarang, bagaimana bisa mereka memiliki anak?


Aku merasa bersalah, kau sangat tulus Bunga namun Mengapa aku tidak bisa membalas ketulusan mu, walau aku ingin namun aku tidak bisa! ~batin Jasson


Jasson melajukan mobilnya menuju rumah, Bunga melihat ke arah permen kembang. Jasson langsung menghentikan mobilnya "Kenapa berhenti?" Bunga melihat ke arah Jasson.


"Ini juga salah satu kesukaan mu, aku tahu kau ingin kan membeli itu saat melihatnya dari jauh?"


Bunga mengangguk, Jasson sangat mengetahui isi hatinya tanpa harus Bunga jelaskan


Mungkin, nalurinya sebagai sahabat seperti dahulu sudah kembali. Bagaimana Jasson tidak memahami Jasson, jika mereka tumbuh bersama sejak kecil.


Jasson turun dari mobil, ia meminta Bunga menunggu di mobil saja.


Saat Jasson pergi, ia melihat notif ponsel suaminya. Namun Bunga tidak bisa membuka pin sandi ponsel tersebut. Namun terlihat nama di layar itu yang bertulis "My Love Ade!"


Hati Bunga berdegup kencang, apakah Jasson memiliki kekasih lain? Jasson masuk ke dalam mobil membawa lima bungkus permen kembang sekaligus yang berwarna-warni.


"Ini, permen kesukaan mu!"


Bunga terdiam, ia memberikan ponselnya kepada Jasson "Itu, kekasih mu memberikan pesan!"


Jasson kaget saat Bunga mengatakan itu, namun ia berusaha untuk tetap tenang.


"Apa maksud mu, Sayang?"


"Ponsel mu berbunyi, dan aku melihat namanya kau buat my love Ade. Apa kau berselingkuh dari ku Jasson? Kau mengkhianati cinta ku?"

__ADS_1


__ADS_2