Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 83


__ADS_3

Terlihat jelas luka di mata Laras, walau ia tidak mengatakan betapa sakitnya ucapan Ara yang sudah menyinggung hatinya


"Mama, tolong maafkan ucapan Ara. Bunga yakin jika Ara enggak bermaksud menyakiti hati mama! Namun Ara seperti itu karena ia tidak ingin Bunga terjatuh ke dalam lubang yang sama. Ma, Bunga tahu bagaimana sakitnya mama. Namun di sini juga ada mami, mami juga sakit, dan merasa takut sekaligus khawatir! Anak semata wayangnya telah di khianati bahkan cintanya di duakan. Dan di saat hamil seperti ini, anaknya justru di madu oleh menantu kesayangannya. Apakah mami juga tidak menderita dan terluka dengan semua perbuatan Jasson kepada Bunga? Ma, Bunga enggak bermaksud terus menyalahkan Jasson, namun itulah faktanya. Tidak ada seorang ibu yang merasa baik-baik saja saat tahu anaknya sedang di posisi paling terluka!"


Laras terdiam, ia merasa sangat egois dan hanya memikirkan perasaannya saja, dengan mata yang berkaca-kaca ia pun menatap menantunya Bunga "Maafkan mama sayang, mama terlalu mencintai dan menyayangi Jasson sehingga mama buta dengan kesalahannya! Maafkan mama, mama hanya ingin kamu dan anak ku bersatu dengan Jasson!"

__ADS_1


Bunga pun melepaskan pelukan keduanya "Mama, sampai kapan pun anak ini tetap anak Jasson. Dan dia memiliki hak dan kebebasan untuk melihat dan menjenguk anaknya, namun untuk Bunga dan Jasson kembali itu tidak akan mungkin ma! Maafin Bunga,"


Bunga berlari ke atas setelah mengatakan itu, David yang tidak mau ada keributan lagi memilih meminta maaf "Saya meminta maaf atas semua keributan yang terjadi, saya memutuskan untuk pergi dari sini. Bukan karena saya merasa sakit hati, namun menurut saya, jika.kami terus di sini kalian akan mengingat luka Bunga yang di lakukan oleh Jasson!"


Laras pun bungkam, ia hanya bisa menghargai keputusan suaminya lagipula ia tidak akan kuat jika setiap harinya Ara terus menerus menghina anak kesayangan Jasson..

__ADS_1


"Yang di katakan oleh Ara itu memang benar mas David, Bunga meminta kalian di sini agar nanti saat anak itu lahir ia bisa berkumpul dengan nenek dan kakek dari papanya. Tolong lah jangan pergi,"


"Mbak Salvira jangan khawatir! Saat Bunga sudah melahirkan, setiap harinya saya dan istri saya akan menjenguk menanti kami di sini. Kami tidak akan melupakan Bunga dengan anaknya," Ara menggeleng "Tidak om! Saat anak Bunga lahir maka anak wanita itu juga lahir. Apa Tante dan om enggak mikirin perasaan Bunga dan anaknya nanti? Wanita itu melahirkan akan ada Jasson yang menemaninya. Namun Bunga? Bahkan mertuanya saja tidak ada di sampingnya!"


David memikirkan ucapan Ara, dan laras juga Salvira pun setuju dengan ucapan Ara "Mas, menurut saya ucapan Ara pun ada benarnya. Jika suaminya tidak ada di sampingnya setidaknya kedua mertuanya ada untuk menemani ia nanti,"

__ADS_1


David merenung sejenak, Ara dan Salvira kembali meminta kepada David untuk tidak pergi dari rumah ini, karena itu akan membuat Ara merasa sedih


__ADS_2