Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 126


__ADS_3

"Apa mami tidak menyadari kesalahan mami kepada Gerry keponakan kita? Mami sangat keterlaluan memperlakukan dia. Dan Bukannya merasa bersalah, mami masih saja menyalahkan mereka. Apa yang ada di pikiran mami pun Monica dan papi tidak mengerti, Monica sayang papi setuju dengan kamu lebih baik kamu datang ke kantor dan meminta maaf di depan semua karyawan. Seperti kamu mempermalukan Ara kemarin, bertanggung jawablah nak atas semua yang sudah kamu lakukan. Papi tahu jika kamu anak yang hebat! Kamu bisa mempertanggungjawabkan semua perbuatan kamu. Papi bangga sama kamu!"


Monica tersenyum kepada papinya karena papinya selalu menjaga dan mendukung disetiap yang ia lakukan "Kalian itu jangan keras kepala! Dengar apa yang mami katakan! Monica, jangan membuat diri kamu malu sayang, apa kamu tidak menyayangi diri kamu? Mami sangat minta tolong sama kamu, kamu jangan seperti itu ya sayang? Dan papi, papi ini ayah seperti apa? Kenapa papi seperti itu? Papi sudah membuat mami kesal dan kecewa!"


"Mami jangan menyalahkan papi, ini semua terjadi juga karena mami!"


"Terus saja kalian menyalahkan mami atas semuanya, terus saja! Mami sangat tidak menyangka dengan kalian!"


Wanita paru baya itu membanting pintu dengan emosi, Monica dan Papinya hanya bisa mengelus dada dengan semua yang dilakukan oleh maminya itu


"Papi lihat bagaimana kerasnya mami, bukannya mami menyadari semua kesalahan mami. Mami justru menyalahkan orang lain."


Monica pun memeluk papinya, apakah menjadi orang baik itu salah?


"Sayang, tidak ada yang salah menjadi orang baik. Namun itu lah tantangan menjadi orang baik, kita akan selalu diberikan cobaan dan akan ada saja yang menghalangi kita berbuat kebaikan, kamu tidak perlu merasa takut. Terus lah berbuat baik nak dan perbaiki semua kesalahan kamu dengan kakak ipar kamu sayang. Semuanya belum terlambat nak, percaya sama papi!"


Monica pun mengangguk


********


Di kamar Bunga menyusun semua barang-barang yang akan ia bawa untuk holiday bersama keluarganya.


"Andai mama Laras dan kamu ada, pasti semuanya akan lebih menyenangkan."


Bunga masih berharap agar berkumpul dengan semua keluarganya. Ia ingin keluarganya menjadi utuh


Ia menyeka air matanya yang menetes, apakah Bunga terlalu bodoh menjadi wanita? Walau Jasson tidak ada kabar namun ia masih berharap agar suaminya masih akan kembali..


"Sekali saja kau menghubungi ku Jasson, bertanya kabar tentang anak kita. Aku sangat senang sekali, namun mengapa kamu dan mama Laras seperti tidak mengingat kami di sini jasson?"


Cekrek!


"Sayang, apakah kamu membutuhkan koper ini?"


Salvira mendekati anaknya saat melihat sang anak menangis "Sayang, kamu kenapa menangis? Apa kamu memikirkannya lagi!"


Salvira terlihat kesal dengan anaknya "Jawab mami Bunga!" Ia menyentak anaknya untuk pertama kalinya Salvira membentak sang anak, bukan maksud dia untuk membentak anaknya namun Salvira tidak mengerti dengan semua yang ada dipikiran anaknya


"Jawab mami Bunga! Jangan kamu diam saja, kenapa kamu terus diam seperti ini?"


"M-mami, bukan begitu maksudnya. T--tapi, Bunga hanya ingin,"

__ADS_1


"Ingin apa? Kenapa kamu melakukan ini? Sayang, kenapa kamu tidak menyayangi diri kamu seperti itu? Kenapa kamu tidak menyayangi dan menyiksa diri kamu. Sudah jelas jasson tidak mencintai kamu dan mama mertua kamu juga, jika mereka ingat sama kamu pasti mereka akan mengabari kamu. Ini nyatanya tidak kan?"


Bunga bungkam, ia sangat takut dengan semua ucapan maminya "Mami, maafin Bunga. Bunga sudah membuat mami kecewa namun Bunga tidak bisa membohongi diri Bunga sendiri, kalau Bunga masih memikirkannya,"


"Kenapa sayang? Kenapa kamu memikirkannya terus menerus seperti ini? Hah kenapa? Kamu enggak sayang sama mami, sama Jesslyn anak kamu? Kamu hanya memikirkan mereka terus menerus. Mami juga capek, setiap hari terus menerus bertengkar dengan kamu! Mami lelah, setiap hari harus berdebat dengan kamu seperti ini. Mami sayang sama kamu, tapi kamu nyatanya tidak sayang sama diri kamu sendiri!"


"Mami, maafin Bunga. Bunga enggak bermaksud begitu, tapi mami juga harus mengerti dengan keadaan Bunga,"


Salvira bertanya kepada anaknya apa yang tidak ia mengerti, dan ia pahami dengan semuanya? Salvira selalu memahami dan mengerti anaknya namun nyatanya Bunga semakin menjadi. Ia tidak memikirkan dirinya sendiri.


Bunga menangis, ia terduduk lemas dirinya juga tidak mengerti, namun bukan kah cinta tidak bisa di salahkan?


Salvira mendekati anaknya "Sudah! Kamu jangan menangis seperti ini! Mami enggak mau kalau nanti Jesslyn melihat mommy-nya menangis. Apa yang nanti yang ia pikirkan jika mommynya menangis seperti ini?"


Walau Salvira marah kepada anaknya namun ia tetap tidak bisa melihat anaknya menangis.


"Sayang, hapus air mata kamu!"


Salvira menyeka air mata anaknya, ia pun mengecup mengecup kening anaknya dengan sangat penuh kasih dan sayang


"Ini untuk terakhir kalinya Mami memohon kepada kamu untuk tidak menangis lagi dan memikirkan tentang orang yang tidak pernah peduli dengan kamu, bahkan jangankan ingat dengan kamu mereka pun tidak ingat dengan keturunan mereka sendiri yaitu Jesslyn. Jika Jason memiliki hati sebagai seorang ayah ia pasti akan bertanya tentang keadaan anaknya tidak peduli Bagaimana kamu mengabaikannya berulang kali, Namun nyatanya Jason tidak melakukan apapun untuk mengetahui sekedar kabar anaknya lalu untuk apa kamu memikirkan orang bahkan tidak pernah memikirkan kamu dan jesselin sama sekali?"


Salvira menggelengkan kepalanya, karena ia tidak tega melihat anaknya yang terus terjebak dengan dunia yang Bunga buat sendiri.


Bagaimana jika Jasson sudah menikah lagi dan memiliki keluarga baru? Itu akan membuat Bunga semakin hancur


"Mami, Bunga percaya dengan mereka. Terutama dengan mama Laras, mereka hanya sedang memperbaiki diri mereka mami. Dan saat waktunya tiba, mereka akan datang. Untuk menjemput Bunga dan Jesslyn,"


"Lalu, Apakah kamu berpikir mami akan melepaskan kamu kepada manusia seperti mereka? Tidak syaang! Mami tidak akan semudah itu melepaskan kamu dan Jesslyn. Kita semua tahu bagaimana sifat Jasson dan mamanya. Bahkan mamanya pernah mencoba mencelakai kamu. Mami sudah tidak percaya lagi dengan orang seperti mereka!"


"Mami harus percaya, jika ada kebaikan dari sifat orang lain, tidak semua orang terus menerus jahat mami. Semuanya bisa berubah sering berjalannya waktu,"


"Iya sayang, sama seperti kamu yang sekarang sangat berubah! Kamu mudah marah sekarang! Kamu mudah kesal dan memarahi orang lain. Kamu juga tidak pernah menghargai apa yang orang lain lakukan untuk kamu, contohnya tadi kamu memarahi pengasuh hanya karena masalah yang sangat sepele! Anak yang Mami kenal tidak seperti itu sebelumnya bahkan walau ia disakiti dirinya tidak akan pernah kasar dan membuat orang lain merasa ketakutan karena ucapannya,"


Bunga terdiam dengan apa yang dikatakan oleh maminya, jika ini menyangkut tentang dirinya maka bunga tidak akan terlalu mempermasalahkannya namun ini sudah menyangkut tentang anak semata wayangnya Jesslyn, Iya tidak akan bisa melihat anaknya sangat berantakan dan tidak terurus seperti itu dan bunga juga menjelaskan kepada mamanya jika sikapnya itu bukan karena dirinya jahat Namun karena ia ingin bersikap tegas kepada orang lain, Jika bunga terlalu lembek kepada pengasuhnya maka mereka tidak akan pernah memperhatikan tentang Jesslyn dan juga Justin dan itu semua akan mempengaruhi kehidupan mereka nantinya.


"Itu semua bukan alasan sayang, Kamu bisa mengatakan itu dan memberitahu mereka dengan cara baik-baik tidak harus dengan emosi dan dengan suara yang sangat keras. Apa kamu pernah melihat Mami berbicara begitu keras kepada pelayan yang ada di rumah ini atau di rumah mami sebelumnya?"


Bunga menggelengkan kepalanya karena ia memang tidak pernah melihat maminya bersikap kasar kepada para pelayan bahkan maminya selalu memperlakukan para pelayan dengan sangat baik.


"Iya mami, Bunga memang salah dan bunga janji tidak akan melakukan kesalahan lagi, bunga akan berusaha menjadi atasan yang sangat menghargai bawahannya,"

__ADS_1


"Iya sayang, tetaplah menjadi diri kamu sendiri seperti dahulu karena itu akan menjadi lebih baik. Tidak perlu berubah menjadi orang yang kasar atau menjadi orang lain,"


Bunga, mengganggukan kepalanya. Mereka Kembali melanjutkan aktivitasnya dengan menyusun barang-barang yang akan dibawa


"Apakah kamu akan membawa segini saja sayang? Menurut Mami lebih baik kamu membawa beberapa baju ganti untuk Jesslyn, karena kamu tahu bagaimana aktifnya Jesslyn dengan Justin dan mereka pasti akan sering bolak-balik mengganti pakaian,"


"Iya mami, Bunga akan membawa beberapa pasang lagi baju untuk Jesslyn. Terkadang, Bunga sangat lelah menghadapi tingkah Jesslyn yang begitu aktif,"


"Itu hal yang sangat wajar sayang, dahulu saat kamu masih kecil juga dirimu terlalu aktif sama seperti Jesslyn namun Mami dan Papi tidak pernah mengeluh sama sekali bahkan kamu bahagia melihat tingkah kamu yang begitu menggemaskan, bahkan sering kali kamu membuat ibu-ibu datang ke rumah dan marah-marahi mami dan Papi karena kamu selalu menyakiti anak mereka namun begitulah tingkah laku anak kecil dan itu tidak bisa disalahkan,"


"Benarkah mami? Apakah Bunga sebegitu nakalnya?"


Salvira mengangguk, ia pun membenarkannya bahkan kenakalan Jesslyn dan Justin tidak ada apa-apanya


"Iya sayang, kenakalan Jesslyn dan Justin belum ada apa-apanya. Bahkan kamu jauh lebih nakal dari mereka!"


Bunga tersipu malu, bagaimana bisa ia memarahi anaknya yang nakal jika dirinya dahulu jauh lebih nakal dari Jesslyn.


Bunga memegang kepalanya yang tidak gatal, Salvira pun menceritakan masa kecil Bunga dahulu.


"Saat kamu di bangku sekolah dasar, kamu pernah membuat kepala teman kamu bocor. Dan berdarah, kedua orang tuanya datang ke rumah dan marah-marah. Terutama ibu-ibu komplek! Haha!"


"Mami beneran? Apakah Bunga sesadis itu?


"Iya sayang! Kamu sangat menyeramkan saat kecil bahkan begitu bar-bar untung saja sekarang kamu menjelma menjadi malaikat yang sangat baik hati, mami juga bangga dengan kamu. Untung sifat bar-bar kamu tidak berlanjut hingga kamu dewasa, jika tidak. Mami akan merasa sangat repot haha"


Salvira berbicara dengan begitu antusias, sehingga air matanya jatuh tanpa sadar. Bunga memandangi wajah bahagia maminya


"Terus lah bahagia seperti ini mami, dan Bunga sedang merasakan apa yang mami rasakan dahulu. Namun bunga berharap, jika Jesslyn tidak bar-bar seperti Bunga jika tidak Bunga pasti akan merasa repot sekali,"


"Iya sayang, namun pesan mami. Kamu jangan terlalu keras dengan anak kamu, dia masih sangat kecil dan umurnya memang hanya untuk bermain saja. Dunia mereka itu dunia main, jadi itu semua wajar. Kalau kamu terlalu membatasinya sejak kecil, nantinya Jesslyn akan nakal saat mengetahui dunia luar."


"Mengapa begitu mami?"


"Iya sayang, karena kamu selalu melarang Jesslyn melakukan ini dan itu. Dia akan merasa terkekang dan tidak bebas, dan saat dirinya keluar maka ia akan nakal nantinya. Kamu tidak mau kan jika Jesslyn menjadi anak yang nakal?"


"Pertanyaan seperti apa itu mami? Tidak ada seorang ibu yang ingin anaknya menjadi nakal. Mami jangan seperti itu dong!"


"Iya itu makanya kamu jangan terlalu mengekang anak kamu sayang! Bebaskan dia selama itu masih hal yang wajar. Jika itu tidak wajar baru kamu boleh bersikap tegas dengan anak kamu,"


"Iya mami, Bunga akan berusaha untuk tidak terlalu keras kepada anak Bunga. Tapi Bunga juga mohon kepada mami, jangan terlalu memanjakannya, apalagi jika Bunga memberitahu anak Bunga. Mami jangan membelanya di depan dia karena itu akan membuatnya menjadi semakin keras kepala,"

__ADS_1


__ADS_2