
Bunga pun mengalah, ia tidak mau lagi memperpanjang masalah
"Udah dong sayang, jangan cemberut! Nanti jelek loh!" Jasson menggoda istrinya membuat Bunga malu. Wajahnya pun memerah
"Baik lah, kita enggak usah bulan madu. Maksudnya di tunda, tapi aku ingin jalan-jalan sama kamu sekarang!"
Jasson terdiam, mengapa Bunga sekarang menjadi manja. Jika ia menolak pasti Bunga akan bertanya-tanya atau akan marah. Ia tidak mau membuat Bunga kepikiran dan itu akan berdampak buruk untuk kesehatan otaknya. Namun jika ia menuruti permintaan Bunga pasti Ade akan merasa kesepian dan diabaikan oleh dirinya.
Bagaikan simalakama untuk Jasson, rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi ini
"Tuh kan, kamu melamun lagi. Berat untuk meninggalkan tamu kita?"
"Enggak, siapa bilang aku berat meninggal kan tamu kita, aku hanya berfikir ingin membawa kamu ke tempat yang indah di mana gitu..atau Kamu mau jalan-jalan kemana sayang?"
Bunga tersenyum, memeluk suaminya "Kemana aja sama kamu terasa indah!"
__ADS_1
Jasson masih bingung namun ia tidak bisa menolak permintaan Bunga. Semoga saja Ade bisa mengerti, setelah pulang dari membawa Bunga jalan-jalan baru lah Jasson akan menemui istri keduanya.
Ternyata memiliki dua istri tidak seenak yang di bayangkan oleh Jasson! Bahkan ia harus pusing membagi waktu untuk keduanya.
Jasson dan Bunga pun turun ke bawah. David dan Laras bertanya kemana anak dan menantunya akan pergi
"Bunga, Jasson kalian mau kemana?"
"Ma, pa. Jasson mau pergi dulu sama Bunga jalan-jalan. Mama sama papa mau titip makanan?" Bunga bertanya kepada kedua mertuanya, namun David ataupun Laras tidak ada yang ingin memesan makanan.
Mendengar suara mobil Jasson, Ade menghapus air matanya, ia berlari menuruni anak tangga
"Hei, kenapa dia berlari. Nanti dia jatuh, dia kan lagi hamil?" David khawatir dengan wanita itu. Tentu saja membuat Laras bangkit dan menghampiri istri anaknya itu "Kenapa kamu berlarian seperti ini? Bagaimana jika kamu jatuh dan anak yang ada di kandungan kamu?" Laras bertanya dengan sinis..Ade pun bertanya kemana Jasson pergi
"Tante, Jasson pergi kemana?"
__ADS_1
"Jasson pergi dengan istrinya, ada perlu apa?" Ade langsung menggelengkan kepalanya, dengan perasaan kecewa. Ia kembali menaiki anak tangga satu persatu
Bahkan Jasson tidak mengajaknya pergi, Ade kembali meneteskan air matanya. Kini, ia sudah tidak ada lagi di hati Jasson, yang ada di hati dan pikiran Jasson saat ini hanya lah Bunga, Bunga dan Bunga saja.
Apakah menjadi istri kedua akan selalu menjadi yang kedua? Dan selalu akan di duakan?
Ade mengira jika ia sudah menjadi istrinya Jasson dan tinggal di rumah ini bersama suaminya maka Jasson akan lebih banyak memiliki waktu untuk dia, namun nyatanya tidak
"Kamu jangan pernah berharap akan mendapatkan perhatian khusus dan akan di jadikan yang pertama dengan anak saya!"
Ade kaget ia tidak tahu jika ibu mertuanya sedari tadi mengikuti ia.
"Tante, jadi Tante tahu kalau aku?"
"Iya, saya sudah tahu tapi satu hal yang harus kamu tahu. Mungkin benar kamu memiliki hubungan dengan anak saya sebelum anak saya menikah dengan Bunga. Namun kamu juga harus tau kenyataan kalau Bunga adalah istri pertama dan istri sahnya anak saya! Jadi kamu jangan berharap lebih, dan kamu ini menumpang di rumah menantu saya, jadi saya harap kamu bisa menjaga sikap kamu,"
__ADS_1