Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 94


__ADS_3

Wanita itu merasa bangga, dan menganggap jika cinta Jasson hanya kepadanya. Namun kenyataannya, Jasson telah mencintai istri pertamanya Bunga


"Pa, Jasson sudah bersalah kepada papa, mama terutama kepada Bunga. Bahkan, Jasson tidak pantas mendapatkan maaf kalian namun Jasson berjanji pa. Jasson akan menjaga Bunga walau nanti Bunga tidak akan menjadi istri Jasson, Jasson sangat mencintai Bunga pa,"


Air matanya terus saja menetes, ia menyesali semua perbuatannya


"Sayang, sudah lah! Semuanya telah terjadi, saat ini kamu harus fokus dengan keluarga kita terutama anak ini," Ade mengelus perutnya dengan lembut, Jasson tidak menjawab.


Ia pun tidak tahu, apakah cintanya kepada Ade masih ada? Dan Jasson tidak tahu, alasan ia tetap bertahan bersama istri keduanya itu


"Jasson, ayo kita pulang! Aku sangat lelah!" Kehamilannya membuat Ade mudah lelah.


Jasson mengangguk "Pa, Jasson pamit pulang dulu ya? Jasson cinta dan sangat sayang papa, "

__ADS_1


Jasson bangkit, ia pun berjalan dengan langkah yang lemah, Ade menggandeng lengan suaminya dengan manja


"Jasson, aku sangat lelah!"


"Sudah lah! Sebentar lagi kita akan naik ke motor!"


Saat ini hanya motor lah kendaraan Jasson dan Ade. Seringkali Ade merasa malu menggunakan sepeda motor, namun keadaan membuatnya tidak ada pilihan.


Ade naik dan langsung memeluk Jasson, Jasson segera mengendarai sepeda motornya.


Bunga melihat Ade yang memeluk suaminya di boncengan sepeda motor itu, ia melihat dengan tatapan kosong..


"Lihat lah mereka! Bahkan di saat seperti ini, mereka tidak malu menunjukkan kemesraannya!" Laras mengatakan itu dengan perasaan yang sedih, hatinya teriris. Apakah anaknya tidak lagi memikirkan tentang perasaan Laras ibunya?

__ADS_1


"Mama, sudah lah! Mama jangan memikirkan hal-hal lain. Biarkan mereka mau melakukan apapun, lagipula mereka juga sudah menjadi suami istri yang sah,"


"Sayang, kamu jangan terlalu naif! Kamu lupa, bahwa kamu juga istrinya? Bahkan kamu itu istri pertamanya?"


"Ma, Bunga sudah tidak perduli dengan itu semua! Bunga sudah ikhlas dengan semua yang terjadi ma. Dan jika memang, kebahagiaan Jasson ada kepada wanita pilihannya. Biarlah, Bunga tidak masalah. Asalkan Jasson bahagia,"


Salvira yang mendengar ucapan anaknya merasa hancur, ibu mana yang bisa melihat kehancuran anaknya seperti itu? Marah pun tidak ada gunanya, karena anaknya sendiri yang meminta Salvira untuk tetap tenang.


Salvira menyandarkan kepalanya di kursi mobil, tanpa terasa air matanya menetes. Seorang ibu hanya ingin melihat kebahagiaan anaknya, namun di depan matanya ia melihat kehancuran sang anak hanya karena pengkhianatan yang dilakukan oleh menantunya Jasson!


"Jika mami tahu ini semua akan terjadi, mami tidak akan membiarkan kamu menikah dengan Jasson sayang! Ini semua kesalahan mami, seharusnya mami tahu dengan penolakan Jasson dahulu dan mami tahu jika Jasson tidak akan pernah mencintai kamu," batinnya.


Bunga melihat maminya yang menangis "Mami, kenapa mami menangis?" Salvira hanya menggeleng kepalanya "Tidak apa-apa sayang! Mami baik-baik saja," namun Bunga tahu pasti jika maminya sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Bunga memeluk maminya "Mami, Bunga enggak tahu apa yang mami rasakan dan pikirkan sekarang. Namun Bunga ingin, mami tidak memikirkan hal apapun yang membuat mami merasa sedih! Bunga sangat menyayangi mami juga menyayangi mama! Kalian berdua adalah ibu terbaik di dunia ini,"


Mendengar hal itu, membuat Salvira terutama Laras terharu "Terimakasih sayang! Mungkin kamu hanya menantu, namun mama sudah menganggap kamu seperti anak kandung mama sendiri. Bahkan mama rela mengorbankan seribu anak kandung, demi mendapatkan satu anak kandung seperti kamu,"


__ADS_2