Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 151


__ADS_3

Jasson dan mamanya kini sudah sampai di kota dimana Jasson di lahiran dan dibesarkan, Laras menangis mengingat kenangannya dengan sang suami.


Jasson berhasil membeli rumah lama mereka "Terlalu banyak kenangan kita di sini, Jasson!"


"Iya ma, Jasson tahu itu. Jasson juga merindukan rumah ini, akhirnya kita bisa mengambil ahli rumah ini lagi ma,"


"Rumah ini adalah rumah yang dibeli dari hasil kerja keras papa kamu, saat mama dan papa menikah. Rumah ini sudah ada, kami membangun semua kenangan dan rumah tangga di sini, bahkan kamu lahir nak. Mama bahagia sekaligus sedih, bahagia karena bisa mendapatkan rumah ini kembali. Namun juga sedih, karena saat kita kembali papa sudah tidak ada,"


Jasson memeluk mamanya "Sudah la ma! Jangan menangis lagi, semuanya sudah berlalu. Papa juga sudah pergi dan tenang di sisinya Tuhan, dan sekarang kita harus melanjutkan hidup kita. Mama lupa? Kedatangan kita ke sini bukan untuk bersedih namun untuk mengambil hak asuh Jesslyn, kita harus memperjuangkan hak asuh Jesslyn,"


Laras mengangguk, ia berjanji kepada suaminya jika dia akan mendapatkan cucu mereka "Walau papa enggak ada, tapi mama janji. Akan memperjuangkan hak asuh cucu kita, cucu kita akan besar di rumah ini mama janji sama papa," gumamnya. Jasson tersenyum "Nah begitu ma, mama harus tetap bahagia. Agar papa di sana tenang, jika mama sedih, papa di sana juga akan bersedih."


"Iya sayang, tidak ada lagi alasan untuk kita bersedih. Mama tahu, kamu lebih sedih daripada mama, namun kamu tetap kuat dan bangkit,"


"Jasson kuat karena mama, jadi kalau kekuatan Jasson lemah. Siapa yang akan menguatkan Jasson ma?"

__ADS_1


"Kamu juga kekuatan mama sayang,"


"Jasson berencana akan membuka cabang di sini ma,"


Laras menolak, ia tidak mau anaknya menjalankan bisnis kulinernya di sini "Tidak nak! Mama tidak setuju,"


"Kenapa ma?"


"Mama ingin, kita menikmati hasil kita tanpa ikut turun tangan lagi. Lagipula, Jesslyn nanti akan tinggal dengan kita, kalau kita membuka cabang di sini kita akan sibuk. Sibuk mengurus restauran cabang kamu di sini, dan bagaimana dengan Jesslyn?"


Jasson terdiam seketika "Lalu, apakah kita akan diam saja di sini ma?"


"Iya sudah jika itu kemauan mama, Jasson akan menuruti mama saja,"


Laras tersenyum "Bukannya mama tidak mau uang nak, namun mama rasa semua sudah cukup. Terlalu berlebihan juga tidak baik, kamu tahu itu? Jika kita membuka cabang di sini, mama takut Jesslyn akan merasa kesepian dan memilih tinggal bersama mamanya lagi,"

__ADS_1


Drttt....drttt....


Ponsel Jasson berbunyi, ia pun segera mengangkatnya


Panggilan terhubung


"Hallo, selamat siang,"


Terlihat Jasson yang kaget setelah mendengar ucapan seseorang dari seberang telepon


"Untuk apa dia datang? Sudah biarkan saja, jika dia datang lagi. Katakan kepadanya jika saya tidak bisa dihubungi. Iya, baik terimakasih!"


Panggilan terputus.


Laras bertanya kepada anaknya siapa yang baru saja menghubungi Jasson sehingga anaknya terlihat kesal

__ADS_1


"Jasson, siapa yang menghubungi kamu. Dan kenapa kamu terlihat sangat kesal sekali?"


"Karyawan Jasson ma, memberitahu jika tadi ada seorang wanita yang datang membawa anak perempuan. Jasson yakin, jika itu Bunga."


__ADS_2