
"Jesslyn juga sangat menyayangi mommy, Jesslyn enggak bisa hidup tanpa mommy. Mommy jangan sedih lagi ya?"
Bunga menghapus air matanya, sungguh Jesslyn sangat dewasa dalam cara berpikir sangat tidak sesuai dengan usianya. Mungkin, karena Jesslyn selama ini dididik dengan sangat keras oleh Bunga hingga ia bisa menerima kenyataan yang ada.
Salvira tersenyum bangga kepada cucunya "Bunga, Jesslyn ada bersama kita jadi tidak ada alasan lagi untuk kamu menangis atau pun bersedih. Mami tidak mau kamu bersedih lagi, kamu harus kuat untuk anak kamu sayang,"
Bunga mengangguk, ia tahu jika hanya ia yang bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk merebutkan hak asuh anaknya.
"Mommy jangan bersedih lagi,"
__ADS_1
Bunga mengatakan kepada anaknya jika dirinya akan kuat dan tidak akan bersedih lagi demi sang anak "Iya sayang, mommy berjanji tidak akan sedih lagi demi kamu. Mommy sangat menyayangi kamu,"
***********
Jasson dan mamanya sudah memesan tiket untuk kembali ke kampung halamannya. Sudah seharusnya mereka kembali ke tempat dimana Jasson dilahirkan dan dibesarkan disana.
"Ma, Jasson sudah meminta kepada orang suruhan Jasson untuk memesan tiket kepulangan kita, mama sudah bersiap?"
"Mama harap, agar hak asuh Jesslyn segera di proses. Mama tidak mau jika kita kehilangan Jesslyn, Jasson. Jesslyn itu keturunan kita, milik kita!"
__ADS_1
"Iya ma, apa yang mama katakan memang benar. Terutama, sikap Bunga yang sangat tidak baik tadinya. Membuat Jasson merasa kesal dan tidak mau mengalah lagi dengannya,"
Laras tersenyum, baginya keputusan sang anak itu sudah tepat untuk kebaikan mereka "Iya Jasson, mengapa tidak sedari kemarin kamu mengambil keputusan ini? Jika kamu mengambil keputusan ini dari kemarin. Jesslyn sudah bersama dengan kita sejak tadi,"
Jasson terdiam, karena memang ia tidak memiliki niat untuk mengambil anaknya dari Bunga. Namun, sikap Bunga membuat dirinya sangat kesal dan ingin Bunga merasakan apa yang dia rasakan selama bertahun-tahun ini. Berpisah dari anak mereka, Jasson ingin Bunga merasakan bagaimana sakitnya setiap malam Jasson menangis, merindukan anak mereka. Bahkan kehancuran seorang ayah yang bahkan tidak mengetahui jenis kelamin anaknya. Sungguh malang bukan?
"Jasson, apa yang kamu pikirkan?"
Laras masih penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh anaknya, namun Jasson menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau menceritakan apa yang ia pikirkan kepada mamanya, karena Jasson tidak mau kalau mamanya semakin membesarkan kebencian yang ada didalam dirinya
__ADS_1
"Sayang, kamu jangan mengira mama membenci Bunga. Mama masih menyayanginya seperti dahulu, tapi ini semua demi kita. Demi masa depan kamu, jika saja kamu mau menikah lagi dengan wanita lain dan mendapatkan keturunan mama tdiak akan menyuruh kamu mengambil Jesslyn. Mama akan membiarkan Bunga yang mengurus anak kalian, tapi kamu saja tidak mau menikah lagi. Sedangkan Bunga, dia sudah menikah dan memiliki anak lain. Bahkan, ia sudah mengandung anak keduanya dari suami barunya itu. Dia akan tetap bahagia, sementara kamu? Hanya akan sendirian sampai tua, mama tidak mau itu terjadi kepada anak kesayangan mama! Tidak! Selama mama masih hidup, mama akan memberikan yang terbaik untuk kamu Jasson! Mama tdiak akan membiarkan kamu merasa kesepian lagi!"