
Salvira yang tersulut emosi segera memberikan pelajaran kepada wanita yang sudah merusak rumah tangga anaknya. Jasson pun memarahi Ade yang sudah keterlaluan
"Kau lihat! Ibu mertua mu sudah menampar aku dan kau masih saja membela mereka? Apa salah dengan semua kemarahan aku?"
Laras yang gemas langsung menarik tangan Ade, meminta wanita itu untuk segera pergi "Lebih baik sekarang kau pergi sebelum kesabaran aku habis!"
Namun Ade malah menepis tangan ibu mertuanya "Di sini aku mengikuti suami ku, terserah aku! Jika kau ingin mengusir, minta juga anak mu untuk pergi! Karena aku akan pergi, jika suami ku pergi!" Laras melototkan kedua matanya menatap tak percaya.
"Sudah tolong hentikan!" Bunga pun meminta semuanya untuk tenang "Saat ini, papa David sedang di dalam. Keadaannya juga kita enggak tahu gimana, tolong dong jangan bertengkar terus! Dan kau Ade, lelaki yang tidak berdaya di dalam sana juga papa mertua mu. Setidaknya gunakan hati mu sedikit saja! Kau bisa marah kepada ku, tapi jangan sekarang di saat waktu yang tidak tepat! Kau bisa menuntut aku bahkan di pengadilan, aku tidak masalah! Namun jangan membuat kekacauan di sini. Jika kau tidak bisa tenang demi papa mertua mu, lebih baik tolong kau pergi!"
Bunga mengatupkan kedua tangannya, meminta agar wanita itu tidak membuat keributan "Sayang, untuk apa kau meminta seperti itu kepadanya!" Laras merasa tidak terima, begitu juga dengan Ara
"Untuk apa kau meminta maaf kepada pelakor ini? Bukan kau yang bersalah namun dia yang tidak tahu malu Bunga!"
__ADS_1
"Sudah lah! Saat ini aku hanya memikirkan tentang kesembuhan papa saja! Aku tidak perduli siapa yang salah, siapa yang pelakor. Saat ini aku hanya ingin papa merasa tenang! Tidak lebih!"
Bunga merasa sangat stres, Jasson pun tidak tega dengan istri pertamanya. Mungkin faktor kehamilan yang membuat Bunga mudah stres, terlihat wajahnya sangat pucat.
"Bunga, kamu enggak kenapa-kenapa?"
Saat seperti ini, Jasson masih saja memegang bahu Bunga, terlihat ia sangat khawatir. Namun Bunga menepis tangan Jasson "Jasson tolong lah! Jangan lagi membuat keributan, aku enggak mau istri tidak sah mu membuat kekacauan!"
"Jika kau tidak bisa menutup mulut mu, lebih baik kau pergi dari sini!" Jasson mendorong tubuh Ade, untung saja Bung segera memegang tubuh Ade jika tidak wanita itu bisa jatuh
"Jasson! Kenapa kau kasar kepadanya?" Ade meneteskan air mata, ia tak percaya dengan apa yang barusan di lakukan oleh Jasson.
"J-jasson! Kau telah mendorong aku!" Ujarnya dengan bibir gemetar, ia pun tidak percaya dengan perbuatan Jasson barusan.
__ADS_1
"Kau pulang sekarang! Pulang!" Jasson berteriak kepada Ade, meminta istri keduanya untuk pulang "Aku membawa mu ke sini, agar kau bisa lebih dekat dengan keluarga ku. Namun nyatanya, kau hanya membuat keributan saja! Di dalam sana, papa ku sedang berbaring tidak berdaya, dan kau masih mempermasalahkan hal yang kecil!"
"Hal kecil bagi mu!" Jasson yang terlihat semakin murka ingin memukul Ade, namun Bunga menahan Jasson
"Hentikan Jasson! Istri mu sedang hamil, dan kau tidak berhak melakukan kekerasan kepadanya!" Bunga pun masih saja membela wanita yang sudah merusak rumah tangganya
Namun Ade bukannya berterimakasih, ia semakin terlihat kesal dan ingin melukai Bunga
"Wanita munafik! Kau seolah membela ku, namun kenyataannya kau ingin merebut Jasson ku!"
Ara kembali pasang badan untuk sahabatnya "Jika kau berani menyakiti sahabat ku, maka kau akan berhadapan dengan ku! Kalian tetap lah di sini,.aku akan membawa wanita tidak tahu diri ini keluar! Agar tidak mengganggu ketenangan om David! Kita semua tahu, jika wanita ini hanya sebagai pengacau saja!"
Ara menarik pergelangan tangan Ade dengan kuat, walau wanita itu memberontak namun kekuatan ara jauh lebih kuat!
__ADS_1