
"Tenang lah! Mengapa kau begitu terburu-buru?"
Ade yang semakin kesal mendekati adiknya "Jangan bermain-main, aku sedang kesal sekali sekarang!"
Terlihat dari matanya yang memerah, Ade merasa kesal dan emosi!
"Begini, saat istrinya sedang mengalami amnesia. Kau minta Jasson menikahi, tak masalah jika itu menikah sirih! Yang terpenting, kalian memiliki status yang lebih jelas! Jika Jasson menolak, kau bisa mengancamnya untuk mengadukan segalanya kepada istrinya itu! Tak masalah jika istrinya sudah tahu, tapi saat ini dia sedang hilang ingatan. Menarik bukan?"
"Tidak! Aku tidak bisa melakukan itu, lagipula Jasson sudah memberitahu aku apa konsekuensinya jika ibu mertuanya sampai mengetahui itu semua! Aku akan hancur!"
"Kau ini terlalu bodoh! Menikah lah secara diam-diam, seperti kemarin kau tinggal bersama dia dan istrinya. Katakan jika suami mu sedang berkerja keluar negeri,"
Namun Ade tidak siap, ia merasa cemburu. Saat kemarin, Jasson dan Bunga bermesraan walau itu hanya sandiwara. Apalagi sekarang! Bunga sedang hilang ingatan dan yang ia tahu jika dirinya dan Jasson saling mencintai. Itu akan membuat Ade stres!
"Aku tidak ingin! Jangan memaksa ku, lebih baik aku tidak menikah dengannya namun mendapatkan fasilitas yang baik!"
Ratu kesal, namun berusaha tenang. Ia harus bisa mencuci otak kakaknya "Ya sudah, tetap lah seperti ini tanpa status. Dan kau yakin, Jasson tetap mencintai mu di masa depan? Bagaimana jika ia mencintai istrinya karena terus bersama? Dan kau? Kau akan dicampakkan! Namun jika kalian menikah sekarang, jika suatu saat dia mencintai istrinya. Kau sudah menjadi istri keduanya!"
Ade mempertimbangkan ucapan sang adik "Su-sudah lah! Aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu! Kau jangan membuat aku merasa dilema!"
"Terserah mu saja!"
Ratu pergi meninggalkan kakaknya seorang diri. Ade terdiam, memang benar. Saat ini saja, Jasson mengurangi jatah bulanannya dan sudah sepekan dirinya tidak di kunjungi.
Terakhir kali pertemuannya dengan Jasson, saat Ade yang mendatangi Jasson ke kantor.
Untuk sekarang, pasti sulit bagi Jasson bertemu dengan Ade.
Ade berusaha menghubungi kekasihnya, namun Jasson mengabaikan panggilannya. Hal itu tentu membuat wanita cantik itu merasa kesal!
__ADS_1
Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi. Ia mengira jika itu adalah panggilan dari Jasson namun ternyata panggilan dari Eyden, Ade begitu malas mengangkatnya
"Untuk apa ia menghubungi ku? Sungguh menyebalkan!" Wanita itu semakin kesal hingga mematikan ponselnya.
Ia berencana akan kerumah Jasson, wanita cantik itu tidak terima diperlakukan seperti ini oleh Jasson!
"Jasson, kau sudah membuat ku sangat kesal sekarang!"
Ia segera bangkit untuk bertemu dengan Jasson.
Ade segara memesan taxi online, sesampai di kediaman rumah Bunga.
Ade mengetuk pintunya, terlihat Ara yang membuka pintu tersebut.
Tentu saja melihat siapa yang datang membuat darahnya mendidih! "Kau pelakor, sedang apa kau kemari?"
Ara tidak bisa menahan emosinya saat melihat wanita yang saat ini berdiri di depan pintu
Jasson yang melihat kehadiran Ade pun merasa ketakutan, begitu juga dengan Laras
"Bagaimana kabar kamu?" Salvira masih begitu ramah dengannya, sedangkan Bunga terlihat bingung dengan wanita yang ada dihadapannya.
"Jasson, siapa dia?" Bunga bertanya kepada suaminya dengan bingung, Jasson masih bungkam! Salvira memperkenalkan Ade di depan Bunga dan kerabat yang lainnya "Bunga sayang, ini Ade. Istri dari teman dekat suami mu, kemarin dia juga sempat tinggal satu rumah bersama kalian. Dan Ade ini, sedang mengandung!" Bunga tersenyum ramah kepada Ade, untuk pertama kalinya Bunga memberikan senyuman tulus kepada wanita yang sudah merusak rumah tangganya.
"Hai, maaf aku tidak mengingat mu!"
Ade pun memasang senyuman palsu "Tidak apa-apa, bagaimana kabar mu? Saat mendengar dari Jasson ku, Hem maksudnya Jasson mu, aku begitu khawatir. Aku sudah mencoba menghubungi Jasson, namun ia mengabaikan panggilan dari ku."
Jasson ingin membawa Ade untuk pergi dari tempat itu, namun Laras menghentikan anaknya "Jika kamu membawa wanita itu pergi, ia bisa membuat kekacauan sekarang. Dan dia akan memberitahu semua orang!" Laras berbisik di kuping anaknya. Jasson pun menurut
__ADS_1
"Terimakasih ya nak Ade, sudah mau mampir di rumah Tante dan menjenguk Bunga!" Salvira mengucapkan terimakasih karena wanita itu sudah begitu perhatian.
Wanita ini, sungguh ingin sekali ku remas-remas wajah dan penampilannya menjadi orang stres! Sabar Ara, tenangkan dirimu, masukkan dulu tanduk mu jangan terbawa emosi! ~batin Ara
Siapa yang tidak muak melihat wanita itu, jika sudah mengetahui semua kejahatannya terhadap Bunga.
"Duduk, silahkan!" Salvira mengajak tamu anaknya untuk duduk, Ade pun mengikuti. Sesekali ia tersenyum dan melirik ke arah Jasson dengan sinis
Jasson terlihat gelisah, namun ia berusaha tenang. Jasson duduk di samping Bunga, tiba-tiba saja kepala Bunga terasa sakit. Jasson yang panik, segera membantu istrinya "Sayang, kamu kenapa?" Terlihat ke-khawatiran di wajah Jasson.
"Aku tidak tahu, entah mengapa kepala ku terasa pusing. Dan aku seperti melihat bayangan yang aku sendiri tidak mengerti apa itu," Bunga masih memegang kepalanya, Jasson langsung berpamitan kepada semua orang untuk kembali ke kamar. Ia menggendong tubuh istrinya "Tenang lah!"
Jasson terlihat panik, ia takut Bunga kenapa-kenapa atau Bunga kembali mengingat semuanya
Jasson pun tak mengerti, sambil menggendong tubuh Bunga. Ia menaiki anak tangga satu persatu. Salvira meminta semua orang untuk membiarkan Jasson dan Bunga istirahat terlebih dahulu, "Mungkin Bunga merasa lelah atau bingung dengan kita semua. Saya berharap kalian dapat memakluminya dan membiarkan mereka istirahat. Maaf ya nak Ade, jika kedatangan kamu tidak kami sambut dengan baik, Tante sangat minta maaf!"
"Enggak apa-apa kok Tante, Ade akan pulang sekarang. Setidaknya Ade sudah lega mengetahui keadaan Bunga, Ade titip salam untuk Bunga ya Tante?"
Salvira mengangguk, keduanya berpelukan untuk mengucapkan perpisahan.
"Terimakasih ya sayang sekali lagi sudah mau menjenguk anak Tante, biar supir Tante yang akan mengantarkan kamu!"
"Tidak usah Tante! Biar saya naik taxi saja,"
Ade langsung pergi meninggalkan kediaman rumah Bunga. Ade tidak bisa berbicara dengan Jasson membuatnya semakin kesal. Namun ia masih memiliki akal yang sangat sehat.
Laras pun tidak berbicara apapun kepada Ade, ia tahu jika wanita itu tahu jika Laras mengetahui semuanya maka dia akan semakin mengancam Jasson
Bukan hanya Jasson, namun juga dirinya!
__ADS_1
Laras memastikan wanita itu sudah pergi dari rumah menantunya..
"Aku sudah membuat kesalahan, karena sudah salah paham dan jahat kepada menantu ku padahal menantu ku selalu menutupi keburukan anak ku Jasson. Bukan hanya kepada orang tuanya saja, namun kepada aku sebagai ibunya Jasson. Tak akan aku biarkan wanita itu menganggu rumah tangga menantu beserta anakku!" Laras berjanji akan memperbaiki semuanya