Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 120


__ADS_3

Gerry memeluk Jesslyn dan Justin secara bersamaan, Ara yang tidak mau Jesslyn merasa sedih lagi juga berniat mengajak Jesslyn untuk berjalan-jalan namun ia mengurungkan niatnya. Jika ia melakukan itu, Jesslyn akan semakin marah dengan Bunga.


"Justin sayang, mami juga harus pergi bekerja ke kantor. Untuk masa depan kamu,"


Gerry dan Salvira kaget dengan ucapan Ara "Sayang?" Lirih Gerry dengan pelan "Mami mau bekerja juga? Jadi semua ibu itu bekerja untuk anak-anaknya ya mami?" Tanya Jesslyn yang melepaskan pelukannya dari Gerry. Ara mengangguk "Iya sayang, itu bukan karena kami tidak menyayangi kalian..namun karena kami seorang ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, memang Daddy Gerry bekerja. Namun mami juga ingin bekerja agar bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi,"


"Iya mami, jadi mommy tidak salah ya jika bekerja untuk Jesslyn?"


"Tentu saja tidak sayang! Mommy kan bekerja untuk kamu!"


Ara mengajak suaminya untuk segera ke kantor sebelum pergi Ara memanggil pengasuh Jesslyn dan Justin untuk menjaga mereka


"Saya dan suami akan pergi ke kantor. Bunga juga ke kantor jadi kamu jagain anak-anak dengan baik ya? Jangan membuat kesalahan karena saya tidak akan memaafkan kesalahan apapun yang akan melibatkan anak-anak!"


Kedua pengasuh itu mengangguk, dan berjanji akan menjaga Jesslyn mau pun Justin dengan baik.


"Ara sayang, kamu jangan khawatir! Mami di rumah dan akan memantau mereka,"


Ara mendekat dengan Salvira "Mami sebaiknya banyak istirahat saja, Ara enggak mau mami terlalu lelah menjaga anak-anak terutama Justin yang begitu aktif,"


Salvira memeluk Ara dan membisikkan sesuatu di telinga Ara "Sayang, mami tahu kamu ke kantor agar Jesslyn tidak marah lagi kan dengan Bunga? Makasih sayang, kamu sudah membuat Jesslyn mengerti,"


Ara hanya mengangguk saja, tidak mengatakan apapun yang akan membuat Jesslyn mendengarnya. Keduanya pun melepaskan pelukan satu sama lain, lalu Ara mengajak suaminya untuk pergi ke kantor.


Mereka pun pergi menggunakan mobil yang Gerry beli dari hasil kerja kerasnya selama ini bekerja di kantor Bunga. Walau ia menjadi orang kepercayaan oleh keluarga Bunga, namun Gerry tidak memanfaatkan kesempatan untuk itu semua. Ia membeli barang-barang dengan gajinya yang sebenarnya


Ara dan Gerry masuk ke dalam mobil, wanita itu menggunakan sabuk untuk keamanan "Sayang, kenapa kamu ke kantor? Bukannya tadi kamu bilang mau mengajak jalan anak-anak sama aku?"


Gerry bertanya dengan begitu lembut kepada Ara, namun Ara mengatakan jika ia membawa Jesslyn dan Justin pergi jalan-jalan. Jesslyn akan semakin marah dengan mamanya.


"Sayang, jika aku tetap membawa mereka. Apa yang akan Jesslyn pikirkan tentang Bunga? Ia akan menganggap Bunga adalah ibu yang egois dan hanya mementingkan pekerjaannya saja. Aku tidak mau, Bunga disalahkan oleh anaknya lagi, aku tidak mau sayang. Bunga sudah banyak mengalami kesedihan selama ini, dan jangan lagi!"


"Iya sayang, aku mengerti. Nyonya Bunga adalah orang yang sangat baik, dan dia sudah banyak cukup menderita selama ini,"


Ara mengangguk, Gerry melajukan mobilnya menuju kantor. Mereka berharap, jika Bunga benar-benar pergi ke kantor.


******


"Selamat pagi CEO Bunga,"


"Selamat pagi nyonya!"


"Pagi CEO!"


Para karyawan menyambut kehadiran Bunga yang dibalas oleh senyuman yang ramah "Selamat pagi,"


Bunga tetap ramah kepada Karyawan-karyawannya walau sebenarnya ia banyak masalah di rumah "Apakah kalian sudah makan?"


"Sudah CEO bunga,"


Bunga pun bahagia, karena karyawannya sarapan sebelum memulai pekerjaan yang sangat berat nantinya.


"Bagus! Sebelum memulai pekerjaan kalian harus makan ya? Saya tidak mau kalian sakit karena kalian terlalu bersemangat bekerja namun melupakan makan!"


"Iya CEO Bunga!"


Bunga langsung masuk ke dalam ruangannya, terlihat Poto pernikahannya dengan Jasson di atas meja. Ia pun memandanginya "Sudah Lima tahun kita berpisah, namun mengapa sulit sekali melupakan kamu Jasson? Seharunya aku bisa melupakan semua kenangan kita, baik atau pun kenangan buruk itu Jasson! Namun kenapa kau pergi tanpa mengatakan apapun Jasson? Sekali saja kau melihat aku Jasson, aku tetap di sini menunggu mu Jasson!"


Bunga meneteskan air matanya dengan senggugukan, ia merindukan ayah dari anaknya itu "Aku sangat merindukan kamu, merindukan mama. Kenapa kalian tidak pernah sekali saja menghubungi ku atau pun Jesslyn? Apakah kalian tidak merindukan Jesslyn? Jesslyn sekarang sudah besar, dan dia selalu bertanya di mana papanya. Kenapa papanya tidak ada dan tidak bersama dengannya?"


Bunga sangat sedih, ia memandangi album pernikahannya, air matanya terus saja menetes. Bunga berharap, agar Jasson sekali saja menghubunginya namun semua itu terasa sia-sia. Jasson dan ibunya bagaimana ditelan bumi, entah kemana perginya mereka. Bahkan di saat Bunga ingin mencari tahu, maminya melarang tidak mengizinkan Bunga untuk mencari tahu lagi keberadaan mereka.


Bunga tidak berdaya, ia hanya bisa mendengarkan ucapan maminya saja. Karena hanya maminya yang perduli dengannya.


"Jasson, andai kamu melihat anak kita sekarang sudah besar, dia sangat cantik dan menjadi anak yang pintar,"


*******

__ADS_1


Di sisi lain, Jasson dan mamanya sudah menjadi orang yang lebih baik


Laras menyiapkan makanan untuk anaknya yang akan mengurus bisnisnya. Modal yang Bunga berikan, dipergunakan untuk Jasson dan laras membangun usaha makanan. Dan bisnis itu berjalan dengan lancar.


"Mama, sepertinya Jasson akan ke luar kota untuk mengurus kerja sama kepada klien yang sangat penting. Bahkan banyak beberapa YouTubers mukbang yang ingin berkunjung ke restauran kita, kata mereka. Makanan Nusantara yang kita jual sangat di minati oleh mereka, Jasson berniat membuka cabang di daerah pulau jawa ma,"


Laras mendukung anaknya "Sayang, mama sangat bangga dengan kamu. Kamu begitu mandiri sekarang,"


Jasson tersenyum, ia mengatakan akan menjemput Bunga dan anaknya kelak. Namun nanti, saat dirinya sudah menjadi yang lebih baik lagi dan Jasson tidak akan menggunakan harta mertuanya lagi


'"Jasson ingin segera menjemput Bunga dan anak Jasson ma. Namun sekarang, Jasson merasa belum pantas menjemput mereka! Jasson ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, Jasson ingin memberikan fasilitas yang mewah dengan hasil kerja keras Jasson sendiri ma,"


"Sayang, mama saksi bagaimana kamu berusaha merubah hidup kita. Dan mama yakin, jika Bunga dan maminya akan bangga dengan kamu, kita akan memperbaiki semuanya,"


"Jasson sangat merindukan Bunga ma, bahkan Jasson juga merindukan anak Jasson. Pasti sekarang ia sudah menjelma menjadi seseorang yang sangat lucu dan menggemaskan,"


Jasson dan Laras tidak tahu, apakah anak Bunga lelaki atau perempuan. Karena mereka memutuskan untuk mengganti semua nomer mereka, Bunga juga tidak pernah memposting anaknya di medsos. Sehingga Jasson tidak tahu bagaimana kehidupan Bunga dan anaknya.


"Ma, apakah Bunga masih setia menunggu Jasson?"


Laras percaya dengan cinta menantunya "Sayang, mama percaya jika Bunga akan menunggu kamu. Ini keyakinan seorang ibu,"


"Namun apakah Bunga akan bertahan ma menunggu Jasson hingga menjadi orang yang lebih baik?"


Laras mengangguk, ia sangat mempercayai menantunya "Mama sangat percaya sayang! Bunga wanita yang sangat baik dan dia tidak akan berpaling dengan lelaki lain,"


Sudah lima tahu mereka tidak bertemu, bukannya Jasson dan Laras melupakan anak Bunga. Namun mereka ingin membuktikan jika mereka sudah berubah dan akan menjadi yang lebih baik lagi


Laras memutuskan untuk pindah keluar kota, karena ia tidak mau anaknya melalukan hal-hal yang nekat lagi


"Ma apakah Jasson boleh sekali saja menghubungi b-bunga? Hanya sekedar menanyakan kabar anak kami," Laras menggelengkan kepalanya


"Jangan sekarang sayang! Nanti saja, kita akan menemui mereka secara langsung. Saat semuanya sudah membaik,"


Namun Jasson tidak mengerti kapan waktu itu akan tiba, ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan anak dan wanita yang ia cinta.


Jasson mengatakannya dengan kesedihan, Laras memahami kesedihan anaknya namun ia ingin Jasson memahami segalanya


"Sayang coba lah mengerti! Lebih baik kamu fokus sekarang dengan bisnis kamu! Jika kamu sukses, bunga dan maminya akan bangga dengan kamu. Dan mereka akan menyadari jika kamu benar-benar berubah. Namun saat kamu datang sekarang kepada mereka, kamu belum menjadi apa-apa. Mereka hanya menganggap kamu sebagai benalu saja!"


"Ma, namun kita sudah memiliki tiga cabang di beberapa daerah yang berbeda?"


"Sayang, itu belum cukup. Jika perlu kamu harus membuka cabang di semua daerah, agar Bunga dan maminya tahu bagaimana perjuangan kamu selama ini..jika hanya tiga cabang saja, mereka akan tertawa!"


"Apakah omset sebulan lima ratus juga itu kurang ma?"


"Sayang, untuk orang kecil seperti kita itu sangat besar namun untuk mereka itu tidak ada apa-apanya, kamu paham kan sayang?"".


Jasson mengangguk paham, ia akan berusaha lebih keras lagi untuk menjadi lebih maju. Laras juga meminta modal kepada anaknya untuk membuka butik


"Sayang, mama juga ingin membuka butik. Iya lumayan, untuk menambah aset kita. Dan butik itu bukan makanan, dan tidak basi! Jadi, untuk rugi itu sangat tipis beda seperti makanan Nusantara yang kita buat."


Jasson pun mengangguk, ia akan melakukan apapun yang membuat mamanya merasa senang "Mama butuh berapa?"


"Satu milyar,"


"Apa? Itu sangat banyak sekali mama. Kenapa?"


"Sayang, mama harus menyediakan baju-baju ternama, juga modis dan modalnya itu sangat besar. Bukan seperti makanan, yang butuh modal sedikit kenapa kamu sangat berhitungan sekali? Ini juga untuk masa depan kamu juga!""


Jasson memeluk mamanya "Iya mama, Jasson akan memberikan modalnya nanti siang. Jasson akan menyerahkan segalanya kepada mama! Jasson tahu jika mama bisa mengatur segalanya."


Laras tersenyum kepada anaknya "Iya sayang, kamu jangan khawatir! Mama tidak akan mengecewakan kamu lagi! Kamu akan menikmati hasilnya nanti, percaya dengan mama!"


Jasson mengangguk, ia tidak memikirkan tentang uang namun memikirkan tentang anaknya bersama Bunga.


"Tapi yang paling Jasson inginkan, bertemu dengan Bunga dan anak Jasson ma. Dan Jasson berharap, agar itu semua akan segera menjadi kenyataan! Jasson sangat berharap itu!"

__ADS_1


********


"Bunga!" Ara masuk ke dalam ruangan sahabatnya, Bunga melihat Ara dengan jengah "Kenapa sih ngagetin!" Segara Bunga menghapus air matanya.


"Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu!"


"Apa?"


"Bagaimana jika kita membawa anak-anak berlibur ke luar kota. Dan kau tahu? Ada restauran Nusantara yang sangat terkenal, katanya sih baru buka. Namun sangat ramai, ayo kita ke sana aku sangat penasaran dengan rasanya yang sangat enak!"


"Tidak Ara! Aku sedang tidak ingin berlibur kemana pun! Aku harap kau mengerti, aku tidak mau kemana-mana aku hanya ingin di rumah saja bersama mami dan Jesslyn!"


"Ayo lah Bunga! Ini hanya sementara, dan ini sangat enak! Kamu tidak akan menyesal, bukan hanya kulinernya saja yang enak namun juga wisatanya. Anak-anak pasti akan suka,"


"Ara, ini di kantor jadi berbicara dengan seputaran pekerjaan! Jangan berbicara tentang lain-lain!"


Semenjak Jasson dan Laras pergi, Bunga lebih menjadi dingin kepada orang-orang sekitarannya


"Bunga ayo lah! Ini bukan untuk mu, namun untuk Jesslyn! Kau tidak kasihan melihatnya di rumah saja, sementara saat kau masih kecil mami sering mengajak mu keluar negeri!"


Bunga terdiam, apakah dia sangat egois kepada anaknya? Sementara Bunga tidak pernah mengajak anaknya liburan walau hanya ke luar kota.


"Aku merasa bersalah kepada anakku, seharusnya aku memikirkan kebahagiaan anakku, Jesslyn!"


Ara pun mengatakan kepada Bunga untuk memikirkan tentang kebahagiaan Jesslyn "Kita akan berlibur demi anak-anak bukan untuk kita Bunga!"


Bunga pun memberikan tanggungjawab itu kepada Ara "Aku mempercayai semuanya kepada mu! Lakukan mana yang menurut mu baik saja Ara, dan pesan lah tiket penerbangan untuk kita,"


"Yey! Kita akan berlibur sekeluarga. Ini akan sangat menyenangkan,"


Namun Gerry mengatakan jika dirinya tidak bisa ikut "Maaf, tapi saya tidak bisa ikut!"


"Kenapa?" Ara bertanya kepada suaminya "Karena saya tidak bisa meninggalkan tanggungjawab di sini! Jika kita semua pergi, siapa yang akan mengontrol kantor nantinya?"


Apa yang dikatakan oleh Gerry menang benar "Tapi Gerry, kamu juga harus liburan dengan kita. Masalah kantor, akan ada staf yang mengurusnya, dan kita juga akan memantau ya dari jauh!"


"Iya saya tahu nyonya, namun bagaimana jika pertemuan dengan klien dan klien itu menyulitkan karyawan? Mereka tidak akan bisa menanganinya karena merasa ketakutan,"


"Iya kamu benar juga Gerry! Namun Jesslyn dan Justin akan mencari kamu, di mana Daddy mereka. Kamu tahu bagaimana Jesslyn dan Justin sangat dekat dengan kamu, bahkan Jesslyn tidak mau pergi jika kamu tidak ikut,"


"Saya yang akan memberikan pengertian kepada nona Jesslyn, nyonya!"


Bunga terlihat marah "Sudah berapa kali saya katakan, jangan memanggil Jesslyn dengan sebutan Nona! Apakah kamu tidak menganggapnya anak kamu juga?"


"Saya tahu nyonya, namun ini bukan di rumah dan nona Jesslyn tidak akan mendengarnya,"


"Sudah lah! Kamu jangan membantah, saya tidak suka kamu membantah dan ini adalah perintah! Saya tidak bisa melihat anak saya sedih karena ucapan kamu yang salah bicara! Kamu tahu, jika Jesslyn sangat menyayangi kamu. Dia akan sedih jika kamu memanggilnya dengan sebutan Nona. Lagipula, kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga kami!"


"Sudah lah Bunga, untuk apa kau berdebat dengan suami ku? Dia memang orang yang sangat keras kepala! Percuma kamu terus berdebat dengan suami ku, tidak akan berpengaruh!"


"Bukannya aku mau berdebat Ara, tapi kau tahu bagaimana Jesslyn sangat dekat dengan Gerry. Dia pasti akan bertanya-tanya kenapa Gerry tidak ikut. Bukan hanya Jesslyn namun juga Justin anak kalian. Untuk apa kita pergi liburan jika keluarga tidak lengkap?"


"Seharusnya kamu dengarin apa yang Bunga katakan, aku enggak ngerti sama kamu. Kamu selalu saja menghindar dari keluarga, pertama keluarganya Monica. Padahal mereka sangat menyayangi kita, namun kamu selalu dingin dan menghindar dan sekarang dengan keluarga Bunga. Apa kamu enggak mau berkeluarga ya? Enggak mau memiliki keluarga?"


Ara bertanya dengan kesal kepada suaminya, Gerry tidak menjawab ia hanya bungkam. Andai Ara tahu bagaimana sikap keluarganya Monica pasti ia juga tidak akan mau bergantung kepada mereka lagi.


"Lihat lah! Bahkan aku sendiri istrinya yang bicara dia enggak mau menjawab!" Bunga pun menenangkan sahabatnya "Sudah-sudah! Kalian jangan bertengkar karena aku, maafkan aku. Dan jika memang Gerry tidak mau ikut tidak masalah. Yang penting kalian jangan bertengkar, jangan! Karena aku tidak mau jika kalian berbeda pendapat. Itu akan membuat ku merasa bersalah sekali. Aku menyayangi kalian sebagai kedua sahabatku, bukan hanya juga sahabat namun juga keluarga."


Ara diam, ia masih kesal dengan suaminya. Gerry hanya bungkam menatap istirnya, memang begitu lah dirinya yang terlihat sangat kaku. Gerry dan Ara pun keluar dari ruangan, masuk ke dalam ruangan mereka sendiri.


"Kamu kesal sama aku?" Gerry bertanya kepada istrinya itu, namun Ara Bungkam. Ia tidak mau membahasnya lagi karena baginya semua percuma dan sia-sia.


"Aku minta maaf sayang, aku tahu kamu kesal. Karena aku! Tapi jika kamu memahami apa yang aku katakan, aku yakin kamu akan mengerti semuanya,"


Ara menatap suaminya, ia mengatakan jika dirinya tidak mengerti apapun yang saat ini Gerry pikirkan atau pun rasakan.


"Tidak! Walau aku menjadi istri mu namun aku sulit sekali memahami mu, aku tidak bisa memahami diri mu Gery! Tidak bisa! Mengapa sulit sekali, mengerti tentang suami ku. Dan bagaimana aku bisa mengerti jika suami ku hanya bisa bungkam, diam tanpa mengatakan apapun!"

__ADS_1


__ADS_2