
"Mami jangan khawatir, Bunga dan Jasson akan segera memberikan mami cucu." Jasson mengatakannya dengan rasa tidak malu, Bunga ingin sekali mengakhiri sandiwara ini
Namun demi kesehatan mami dan juga ayah mertuanya, Bunga hanya bisa bungkam namun ia berjanji tidak akan memberikan keturunan untuk mengandung anak Jasson.
Untuk sementara, Bunga hanya bisa mengalah sampai menemukan semua bukti-bukti yang ada
Bunga dengan cepat menghabiskan makanan itu, ia ingin segera tidur agar tidak terbawa emosi.
"Sayang, kamu mengapa makan terburu-buru seperti itu? Nanti kamu bisa tersedak!"
Salvira menegur anaknya dengan lembut, Bunga hanya tersenyum "Maaf mi, Bunga merasa sangat lelah dan ingin istirahat lebih awal. Sebab itu, Bunga ingin segera menghabiskan makanan, lalu istirahat!"
"Sayang, kamu bersantai saja! Kita akan istirahat, namun jangan terburu-buru seperti itu. Aku enggak mau kamu tersedak!"
Jasson merapikan rambut Bunga yang berantakan. Ingin rasanya Bunga menepis tangan Jasson, jika mengingat perbuatan Jasson yang begitu hina di kantor.
Ponsel Jasson berbunyi, Bunga paham siapa yang menghubungi suaminya. Jasson terlihat sangat gugup, Bunga tersenyum tipis.
"Sayang, mengapa kamu terlihat sangat gugup? Angkat dong, siapa tahu itu penting!" Jasson semakin gugup saat Bunga memintanya mengangkat panggilan tersebut.
"Ti-tidak, Sayang! Ini panggilan salah sambung saja!"
"Angkat saja, mana tahu penting! Atau biar aku sangat yang mengangkat panggilannya?"
Wajah Jasson memerah, apa yang harus ia katakan kepada Bunga? Salvira pun kini memerintahkan menantunya untuk mengangkat panggilan dari yang mengubungi tersebut..
Ponsel Jasson terus saja berbunyi, namun lelaki itu tidak memiliki nyali untuk mengangkatnya
"Mengapa kau sangat pengecut, Jasson?" batin Bunga dengan geram, andai Jasson berani mengungkapkan segala kebenaran yang ada! Bunga tidak perlu harus menutupi segalanya.
*******
Ade merasa kesal karena Jasson mengabaikan panggilannya, pikirannya berantakan. Ia begitu kesal jika membayangkan Jasson menghabiskan waktu berduaan dengan Bunga..
Walau Bunga sekarang menjadi istri sah dari Jasson, namun Ade tidak rela rasanya!
__ADS_1
Ade melihat ratu yang pulang dalam kondisi mabuk, Ade mendekati adiknya. Namun Ratu menepis tangan Ade "Lepaskan aku! Kau merusak kebahagiaan ku, aku membencimu!"
Ade bingung dengan apa yang adiknya katakan "Apa maksud mu?"
Walau Ade wanita yang sangat licik dan egois, namun ia sangat menyayangi adiknya. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan Ade mengurus adiknya seorang diri.
Ia selalu memberikan yang terbaik untuk Ratu, bahkan lebih mengutamakan kebahagiaan Ratu. Mendengar ucapan Ratu yang membenci dirinya, Ade merasa hancur "Mengapa kau pulang dalam keadaan mabuk seperti ini?"
Namun Ratu yang berjalan dengan tidak seimbang memilih masuk, tanpa menjawab pernyataan dari kakaknya.
Ratu langsung masuk ke dalam kamar, ia mengunci pintu kamarnya!
"Ratu, buka pintunya!" Ade memerintahkan adiknya dengan tegas "Enggak, aku enggak mau! Aku membenci mu kak! Mengapa kau merebut Eyden dariku? Bahkan kau mengandung anaknya? Aku sangat mencintainya, namun kau mengkhianati ku kak!"
Kini, Ade mengetahui jika adiknya mencintai ayah dari anak yang ia kandung. "Aku sangat mencintaimu, Eyden! Namun kau menghancurkan hatiku, padahal aku bisa memberikan hidup bahkan tubuhku kepadamu. Namun kau begitu jahat kepada ku, begitu juga dengan kau kak! Aku membencimu, sangat membencimu!"
Ratu berteriak dengan keras, Ade menangis mendengar ucapan adiknya. Di setiap sisi buruk Ade, ia memiliki hati yang tulus untuk adiknya
Hanya Ratu yang ia punya, dan tanpa sadar ia melukai perasaan adiknya sendiri.
"Bohong! Kau berbohong! Kau mencintainya, jika kau tidak mencintainya lalu mengapa kau bisa mengandung anaknya?"
Ade terdiam, ia pun tidak ingat mengapa itu bisa terjadi. Namun yang jelas, Ade tidak sengaja melakukan itu. Ia juga terpengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang.
Sekali lagi, Ade meminta maaf kepada adiknya. Walau ia tahu sebenarnya jika Ratu pasti tidak akan bisa memaafkannya!
********
Bunga dan Jasson menghabiskan malam bersama, hingga pagi hari. Bunga terbangun, namun tidak ada Jasson di sampingnya. Ia yakin jika Jasson sudah pergi terlebih dahulu untuk menemui Ade.
Bunga tidak mengambil pusing, ia segera turun dari tempat tidur. Untuk membersihkan dirinya.
Ia tahu, jika hari ini jadwalnya sangat padat. Ia menemui beberapa klien untuk membicarakan kerjasama antara perusahaannya bahkan banyak menandatangani dokumen-dokumen penting
"Huft! Andai saja, Jasson bisa membantuku. Tapi sudah lah, aku tidak ingin ia membantu, karena aku tahu itu tidak tulus. Ini sudah tugasku!"
__ADS_1
Bunga berharap, setelah menikah. Suaminya yang akan mengurus segalanya, namun ia tidak bisa memberikan tugas itu kepada Jasson.
Andai saja, Jasson mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Dengan senang hati, Bunga akan memberikan harta yang ia miliki..
Ara menatap wajah sahabatnya dengan serius, ia tahu jika keadaan Bunga tidak baik-baik saja.
"Bunga ku yang begitu mekar, jangan layu hanya karena hama yang tidak berguna!"
Ara seakan menyindir Jasson, Jasson menatap dirinya dengan sinis. Sedangkan Ara yang merasa tidak takut, menatap Jasson dengan sinis. Ia melotot kan matanya seperti ingin keluar
Jasson langsung membuang muka, Bunga yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya.
Sahabatnya begitu lucu dan sangat galak. Ia tahu itu, Jasson perlahan menatap Ara namun ekpresi wajah Ara sama sekali tidak berubah, malah semakin menyeramkan.
"Mengapa kau menatapku seperti ingin memakan ku?"
Jasson seakan protes, namun Ara tidak menjawab.
Saat salvira menatap Ara, wanita itu memasang wajah polosnya dan asyik menikmati makanan yang di hidangkan "Jasson, Ara sedang menikmati makanannya sejak tadi. Kamu ini halusinasi saja!"
Namun Jasson sadar dan yakin itu bukan halusinasi, Bunga menggeleng melihat kelakuan sahabatnya yang seperti anak kecil.
"Mi, Jasson tidak sedang berhalusinasi. Dan Bunga juga melihatnya, iya kan sayang?"
Bunga menggeleng seakan tidak mau memihak kepada suaminya "Maaf sayang, aku menatapnya namun aku tidak melihat apa yang Ara lakukan seperti yang kamu katakan. Mami benar! Kamu sedang berhalusinasi!"
Jasson terdiam Ara kembali menikmati makanannya sambil menunduk seakan tidak terjadi apapun.
Jasson yang merasa pusing, memilih untuk pergi ke kantor terlebih dahulu.
Saat ia keluar dari pintu, ia melihat Ade yang sudah berdiri didepan pintu. Jasson yang panik langsung menarik dan membawa Ade pergi jauh dari kediaman rumahnya..
Jika ibu mertuanya itu tahu, maka tamatlah riwayat Jasson.
Jasson membawa Ade ke taman dekat rumah "Apa kau gila? Mengapa kau datang, bagaimana jika maminya Bunga melihat mu?"
__ADS_1
"Aku tidak perduli, suruh siapa kau mengabaikan ku bahkan tidak mengangkat panggilan telepon ku. Kau tahu aku tidak bisa kesepian, aku gila membayangkan kau menghabiskan malam dengan Bunga!"