
"Jangan banyak bicara nona! Makan lah sekarang!"
Ara yang kesal namun tetap mengikuti ucapan Gerry, sungguh untuk pertama kalinya ia bisa makan sebelum pekerjaannya selesai.
Biasanya, Ara tidak akan mau sampai apa yang ia kerjakan selesai terlebih dahulu.
*******
Bunga tertidur di dalam dekapan Jasson, ia merasa nyaman namun entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Walau Jasson selalu menunjukkan sikap baik dan perhatian, namun Bunga merasa sangat ganjal
"Mengapa aku merasa sangat mengganjal? Apakah aku dan Jasson hubungan kami seperti ini?" Bunga yang gelisah pun bangkit, ia berencana untuk menemui maminya.
Bunga pun menuruni anak tangga satu persatu, namun ia tidak melihat maminya.
"Mungkin mami berada di kamar, namun di mana kamar mami?"
Bunga merasa semakin tidak berguna, kamar ibunya di mana saja ia tidak tahu padahal mereka satu rumah.
"Bunga sayang, kamu membutuhkan sesuatu" Laras tiba-tiba muncul, bertanya kepada menantunya yang terlihat kebingungan.
"Hem, mama. Bunga tadi mencari mami, namun mami tidak ada. Bunga ingin menemui mami di kamar, namun Bunga tidak tahu dimana kamar mami berada,"
Terlihat Bunga yang murung, Laras menenangkan menantunya
"Ayo, mama antar kamu ke kamar mami,"
__ADS_1
"Terimakasih banyak ma, maaf Bunga banyak merepotkan!"
"Jangan mengatakan itu, sayang! Kamu tidak merepotkan siapapun, ayo!"
Laras menggenggam tangan menantunya, mereka pun menaiki anak tangga satu persatu..
"Ini kamar mami kamu!"
Bunga tersenyum kepada ibu mertuanya, ia pun masuk ke kamar mami "Mami, mami sibuk?"
Salvira menoleh ke arah anaknya, ia pun menyuruh Bunga untuk masuk. Salvira juga melihat besannya yang pergi meninggalkan kamar
"Mami enggak sibuk kok, sini nak;"
"Ada apa sayang?"
"Mi, begini. Bunga ingin bertanya kepada mami, bagaimana perkenalan Bunga dengan Jasson. Jasson selalu bersikap baik dengan Bunga, namun entah mengapa Bunga merasa sangat ganjil sekali mi! Hati Bunga begitu ganjil,"
Salvira menghela nafas panjang, ia membelai dan merapikan rambut anaknya
"Kamu dan Jasson itu adalah teman kecil, kalian sudah berteman sejak kalian masih sangat kecil. Karena kita dulu bertetangga dengan mereka, dan sebelum pernikahan kalian. Kita sudah dekat seperti keluarga,"
"Apakah Bunga dan Jasson saling mencintai, Mi? Maksudnya mengapa kami bisa sampai menikah?"
"Mami pikir tidak! Karena pernikahan kalian juga karena sebuah perjanjian,"
__ADS_1
"Perjanjian? Perjanjian apa mi?"
"Dulu, keluarga Jasson bangkrut. Lalu, keluarganya datang ke kita dan meminta bantuan, namun kamu memberikan syarat kepada Jasson. Kamu akan membantunya namun dengan satu catatan kalian harus menikah!"
Bunga terkejut dengan ucapan maminya, ia merasa bersalah dengan Jasson
"Apakah Aku sekejam itu mi?"
"Tidak nak, kamu tidak kejam!"
"Bunga sangat kejam mi, di saat teman kecil Bunga meminta bantuan. Bunga justru memberikan syarat yang begitu berat, dan tandanya pernikahan kami karena keterpaksaan?"
Bunga memegang kepalanya yang terasa sangat sakit "Bunga, sayang! Kamu kenapa?" Salvira merasa panik, ia pun memanggil menantunya Jasson
"Jasson!"
Laras dan David masuk ke dalam kamar besan mereka saat Salvira memanggil Jasson. Jasson tak kunjung datang, karena dirinya masih tidur
"Mbak, ada apa? Mengapa mbak berteriak?"
"Bunga! Kepalanya terasa sangat sakit. Saya khawatir dengannya, tolong anak saya!"
"Tenang mbak!"
"Aw, sakit!" Bunga meringis kesakitan
__ADS_1