
"Dimana Gerry dan Ara?"
Terdengar suara bising-bising dari luar "Ada keributan apa itu?" Ara memandang suaminya, bertanya kenapa ada keributan. Gerry pun menaikan bahunya, karena ia tidak tahu apa yang sebenernya terjadi.
Gerry, Ara dan Bunga pun keluar dari ruangan mereka masing-masing "Ada apa ini? Kenapa kamu membuat keributan?" Bunga bertanya kepada wanita yang sudah membuat keributan di kantornya
"Monica?" Lirih Gerry dan Ara secara bersamaan, Ara pun mendekati sepupu dari suaminya itu
Plak!
Satu tamparan mendarat di wajah Ara, Ara memegang pipinya. Membuat Gerry langsung mendekat "Kenapa kau menampar istri ku?" Gerry memeluk istrinya seakan memberikan perlindungan
Bunga meminta Gerry membawa Monica untuk masuk ke dalam ruangan "Sebaiknya kita membicarakan hal ini di dalam saja, jangan membuat kekacauan di luar sini!"
Monica pun berjalan mengikuti Bunga, Bunga meminta kepada Monica untuk duduk "Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu membuat kekacauan bahkan sampai menampar adik saya?"
Terdengar jelas dari suara Bunga yang tidak sedang jika Ara diperlakukan sangat kasar seperti itu "Wanita ini sudah menjauhkan kakak ku dari keluarganya, aku tahu Ara. Kau yang menyebabkan Gerry dan keponakan aku Justin tidak pernah datang lagi ke rumah,"
Ara kaget mendengar ucapan Monica "Monica kamu salah paham dengan aku, aku tidak pernah melarang suami dan anak ku ke rumah kalian. Jika kamu tidak percaya boleh tanyakan semua ini kepada Gerry, aku tidak berbohong sama sekali!"
"Kau berbohong! Aku tidak percaya dengan mu! Dan aku yakin, Kau yang sudah membuat sepupu ku menjauh dari kami. Sebelumnya dia tidak pernah begitu!"
"Cukup Monica! Kau sudah sangat keterlaluan, seharusnya kau bertanya baik-baik dengan aku bukan malah menuduh Ara seperti itu!"
Gerry membentak sepupunya, ia tidak terima jika istrinya di perlakukan seperti itu "Aku tidak asal menuduh! Aku memiliki bukti!"
"Bukti apa? Kau berbicara asal tanpa bukti dan Sekarang kau mengatakan mempunyai bukti? Bukti apa?"
Gerry membentak sepupunya itu, Monica mengatakan jika Gerry sebelumnya tidak seperti ini "Sebelumnya kau tidak seperti ini kepada kami. Dan semenjak menikah, kamu berubah sangat! Dan aku dan papi yakin jika itu karena hasutan istri mu,"
"Kau salah besar Monica! Bahkan dia selalu meminta aku untuk berkunjung ke rumah kalian. Namun aku belum sempat, karena banyak pekerjaan dan sekarang kau menuduh bahkan menampar istri ku!"
Namun Monica tidak percaya dengan ucapan Gerry, ia menganggap jika Gerry sudah terpancing dengan semua ucapan istirnya sehingga Gerry melindungi Ara
"Kau pikir aku percaya? Bahkan aku dan papi menyesal telah merestui mu menikah dengan wanita licik sepertinya! Dia sangat munafik, terlihat sangat polos namun nyatanya dia berusaha memisahkan keluarga kita,"
Ara mendekati Monica mengatakan jika itu semua salah paham "Kau salah paham monica! Aku tidak seburuk yang kau pikirkan! Aku tidak seburuk itu, dan aku tidak pernah berpikiran untuk menjauhkan mu dari Gerry. Ataupun Gerry dari keluarga kalian, untuk apa aku melakukan itu?"
"Sudah lah hentikan semua drama mu!" Ara menangis, ia sedih karena keluarga suaminya memusuhinya seperti itu bahkan terang-terangan di kantor.
"Aku tidak percaya dengan itu semua! Aku sangat percaya jika Ara lah yang sudah meracuni pikiran kakak ku!"
"Hentikan! Kenapa kamu membuat keributan di kantor saya? Ini urusan keluarga kalian, kalian bisa menyelesaikannya di luar kantor. Jangan di daerah kantor ini..Karena saya tidak akan tinggal diam jika ada orang yang membuat keributan di kantor ini!"
Bunga memberikan peringatan kepada Monica agar tidak membuat keributan di kantornya, Monica yang diusir oleh bunga segera pergi dari kantor itu karena ia tidak mau harga dirinya terhina.
Ara menangis dipelukan suaminya, bunga mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu dan mengatakan jika tidak perlu berpikir hal-hal yang akan membuat pikirannya akan menjadi sakit.
Gerry juga menghibur istirnya dan mengatakan kepada Ara untuk tidak memikirkan hal-hal yang akan membuat dirinya sakit "Sayang tolong tenangkan diri kamu! Aku tidak mau kamu menjadi sakit karena masalah ini, lagi pula Bukan kamu yang melarangku itu datang ke rumah Monica dan keluarganya Namun aku yang memang tidak ingin datang ke sana, , Maafkan aku yang belum memberitahu alasan yang sebenarnya namun aku melakukan itu karena aku tidak ingin kamu menjadi kepikiran,"
"Kamu tidak datang ke tempat mereka? Jika seperti ini keluargamu mengira akulah penyebab alasan kau tidak mau berkunjung ke rumah saudaramu, padahal berulang kali aku katakan kepadamu agar kita berkunjung ke rumah keluargamu. Anak kita juga pasti senang jika berada di dekat keluarganya, namun kamu tidak pernah mau mendengarkan aku dan sekarang sepupumu justru menyalahkan aku!"
Terlihat sangat kesal dan sedih padahal ia tidak pernah berpikir sedikitpun untuk menjauhkan suaminya dari keluarga suaminya itu. Bunga mencoba menenangkan sahabatnya "udah tenangkan dirimu Ara, kau sendiri yang mengatakan kepadaku untuk tetap tenang dalam mengatasi semua masalah yang terjadi dan aku yakin ini semua hanyalah kesalahpahaman,"
__ADS_1
"Iya bunga, kau memang benar! Ini memang sebuah kesalahan dan hanya sebuah kesalahpahaman dan hanya suamiku yang bisa membenarkan segalanya, Jika ia tetap bungkam maka keluarganya akan tetap mengira akulah penyebab dari semuanya"
"Aku akan menjelaskan segalanya kepada Monica juga kepada Papi, Tapi maafkan aku sayang! Aku tidak bisa memberitahu alasan mengapa aku memilih menjauh dari mereka karena bagaimanapun mereka adalah keluargaku dan aku tidak ingin kau menilai keluargaku dengan buruk. Biarkan masalah ini terus ku pendam, dan hanya aku yang hanya mengetahui semua alasan ini,"
Ara tidak mengerti dengan jalan pikiran suaminya itu, walau suaminya sudah melihat semua yang telah terjadi namun ia masih tetap bungkam
Bunga tidak mau terlalu mencampuri masalah sahabatnya terutama itu tentang masalah rumah tangga, ia pun meminta agar sahabatnya bisa menyelesaikan semua masalah itu dengan kepala dingin. Bunga juga berpamitan kepada Ara dan Gerry karena ia akan kembali ke ruangannya.
Kejadian ini membuat bunga dan yang lainnya merasa sangat pusing, jika ini tidak terjadi di kantor mungkin semuanya akan baik-baik saja
Mata para karyawan pun menuju ke arah bunga yang baru keluar dari ruangan, bunga juga memarahi seluruh staf yang menoleh ke arahnya "Apakah tugas kalian di sini untuk memantau masalah orang lain? Apakah keluargaku menggaji kalian untuk kepo dengan urusan orang lain? Kerjakan tugas kalian dengan baik dan jangan pernah mencampuri urusan ataupun masalah yang telah terjadi di sini kalian mengerti?"
Seluruh karyawan mengangguk dan meminta maaf kepada bunga, Mereka pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi
"Maafkan kami nyonya, Kami tidak akan mengulangi kesalahan kami lagi dan kami akan bekerja dengan lebih baik,"
"Bagus, jika kalian mengulangi kesalahan yang sama lagi aku akan memecat kalian! Karena saya tidak membutuhkan karyawan seperti kalian yang sibuk dengan permasalahan orang lain, jika kalian melindungi dan menjaga serta membantu orang lain dalam kesusahan Saya merasa sangat senang karena karyawan saya memiliki sifat dan empati yang sangat tinggi namun sayangnya kalian tidak memiliki sifat itu! Kalian justru tertawa di atas penderitaan orang lain kalian hanya bisa menikmati semuanya tanpa bisa membantu Bahkan bukan hanya tidak membantu, justru kalian sibuk dengan semua permasalahan yang ada dan saya sangat kecewa memiliki karyawan-karyawan yang memiliki sifat begitu buruk seperti kalian!"
Bunga terlihat sangat kesal dan marah dia sangat menyayangi sahabatnya dan dirinya tidak akan pernah bisa menerima jika orang lain menyakiti sang sahabat.
Setelah mengatakan itu dengan penuh penekanan dan juga peringatan, bunga segera pergi ke ruangannya sendiri.
"Aku tidak mengerti mengapa sepupunya Gerry bisa beranggapan jika ara yang bertanggung jawab atas semua ini?"
Bunga begitu sedih, pantas saja Gerry tidak mau berkumpul dengan keluarganya ternyata itulah sebabnya. Bunga sekarang bisa memahami jika keluarga Gerry bukanlah orang yang tulus.
"Gerry sudah melakukan keputusan yang sangat benar karena tidak membiarkan sahabat dan keponakanku hidup di lingkungan seperti itu, aku tidak bisa membayangkan jika Justin tumbuh dalam keluarga yang sangat egois dan keras kepala seperti itu," walau Monica sudah pergi namun bunga tetap saja menggerutu kesal
*******
"Dia menganggap akulah penyebabnya gerry! Kau harus bisa menjelaskan segalanya kepada keluargamu jika tidak mereka akan terus berpikiran buruk tentang diriku. Bahkan berulang kali aku katakan kepadamu jika Justin juga berhak untuk dekat kepada keluarganya namun kau tidak pernah mendengarkan aku dan sekarang lihatlah Semua keluargamu pada menyalahkan aku!"
"Tidak sayang! Ini semua hanyalah kesalahpahaman Dan aku berjanji akan membuat kesalahpahaman ini memudar, ini hanya sementara dan aku akan memperbaiki semuanya. Aku juga akan menjelaskan kepada Papi maupun Monica jika bukan dirimulah yang mempengaruhi ku namun aku sendiri yang tidak berminat untuk ke rumah mereka,"
Gerry pun mengalihkan pembicaraan ia mengajak istrinya untuk memesan tiket yang akan membawa mereka untuk berlibur seperti keinginan istrinya dan Gerry juga mengatakan Jika ia akan ikut itu semua ya lakukan agar istrinya tidak lagi bersedih dan memikirkan masalah tadi
Lihat senyuman di wajah Ara, ia bertanya kepada suaminya Apakah suaminya bersungguh-sungguh untuk ikut berlibur? Gary mengganggu menandakan Jika ia benar-benar akan ikut berlibur "apapun akan aku lakukan demi kamu dan juga anak kita, Aku sangat mencintaimu dan menyayangi anak-anak kita sayang dan kamu harus tahu jika kamu dan anak kita adalah penyemangat hidupku!"
Wajah Ara memerah, seperti udang rebus ucapan suaminya tentu saja membuat moodnya menjadi lebih baik. Ara mengucapkan terimakasih banyak kepada suaminya melakukan yang terbaik untuk keluarga mereka. Gerry menyeka air mata istirnya "Sudah jangan menangis lagi sayang! Aku tidak bisa melihat mu menangis seperti itu! Aku sangat menyayangi mu!"
"Aku uga sangat menyayangimu Gerry, kamu dan Justin adalah hidupku dan aku tidak tahu apa artinya aku tanpa kalian,"
Keduanya berpelukan dengan erat, seakan tidak mau terpisahkan satu sama lain "bersamaku Sayang hingga akhir hayat Dan aku berjanji akan tetap menjaga dan menyayangimu dan anak kita sampai tua nanti, bersamaku Sayang hingga nanti dan jangan pernah bosan dalam keadaan apapun,"
Ara mengangguk, ia berjanji pada suaminya tidak akan pernah meninggalkan Gerry dalam situasi apapun
********
Sore harinya, sudah menunjukkan pukul 05.00 sore dan waktunya untuk mereka pulang. Gerry dan Ara,berniat untuk berkunjung dan menjelaskan segalanya kepada Monica dan keluarganya, Gerry tidak ingin jika keluarganya salah paham lagi kepada sang istri, Ara merasa sangat takut, ia pun mengatakan jika tidak sanggup melihat sorotan kebencian di mata keluarganya Gerry
"Sayang Bagaimana jika mereka tidak menerimaku lagi dan terus salah paham denganku? Kamu lihat bagaimana tadi Monica tidak mau mendengarkan penjelasan kamu,"
"Aku memahami segalanya, namun Mau sampai kapan mereka terus salah paham kepadamu? Aku tidak bisa melihatmu terus-menerus disalahkan oleh keluargaku apalagi atas semua perbuatan yang tidak pernah kamu lakukan, mungkin monica tidak dewasa dalam menyikapi segala hal Tapi percayalah papiku bukanlah orang yang mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain,""
__ADS_1
Ara menggigit bibir bawahnya Karena ia merasa sangat gugup, Gerry kembali meyakinkan istrinya jika itu tidak seburuk yang Ara bayangkan.
Bunga mengetuk pintu ruangan mereka dan masuk "Kalian tidak pulang?"
Ara terdiam, Gerry mengatakan jika mereka akan singgah ke rumah saudara kembar dari papanya terlebih dahulu "nyonya, kami akan singgah ke rumah Monica terlebih dahulu, saya harus menjelaskan semuanya kepada Monica dan papinya. Saya tidak mau jika istri saya buruk di mata orang lain terutama di keluarga saya sendiri,"
Bunga tersenyum dengan pernyataan dari suami sahabatnya itu, ia pun yakin jika Ara akan bahagia dengan lagi yang saat ini sudah menjadi suami Ara
"Baiklah jika begitu! Saya akan pulang terlebih dahulu dan saya berharap kalian tidak terlalu lama kembali ke rumah karena mami pasti akan sangat mengkhawatirkan kalian,"
Ara pun meminta kepada bunga untuk tidak memberitahu semua yang telah terjadi di kantor karena ia tidak ingin Ibu dari sahabatnya itu merasa khawatir lagi "Bunga, aku mohon kepada mu untuk tidak memberitahu mami tentang semua masalah yang terjadi di kantor tadi pagi, Aku tidak ingin Mami merasa khawatir lagi karena jika Mami tahu ia akan cemas dengan aku. Sudah banyak kesedihan yang dirasakan oleh mami dan Sudah saatnya sekarang Mami bahagia bersama kita dan kedua cucunya,"
Bunga mengangguk dan mengatakan kepada sahabat itu untuk tidak perlu khawatir karena ia tidak akan pernah memberitahu maminya, karena Ara tidak penting namun kesehatan maminya jauh lebih penting dari semua masalah yang telah mereka lalui.
"Aku pulang dulu, kalian hati-hati ya? Jika sesuatu terjadi kepada kalian segera hubungi aku! Dan Gerry, aku mohon jagalah Ara!"
Gerry mengangguk, ia meminta kepada Bunga untuk tidak perlu khawatir dengan semuanya. Karena ia akan menjaga istrinya dengan baik
"Nyonya jangan khawatir! Saya akan menyelesaikan masalah ini segera. Dan tidak akan ada lagi kesalahpahaman yang akan terjadi. Mau itu kepada keluarga saya atau pun dengan siapapun yang menyangkut dengan Ara,"
Bunga tersenyum, ia tidak merasa khawatir dan sangat percaya dengan penjagaan yang dilakukan oleh Gerry terhadap Ara.
"Terimakasih banyak Gerry! Aku tidak salah mempercayakan Ara sahabat tersayang ku kepada mu,"
Gerry hanya mengangguk, Ara dan Bunga pun berpelukan sebelum Bunga memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.
Sedangkan Gerry mengajak istrinya untuk pergi ke rumah Monica.
"Sayang, kenapa kamu sangat bersemangat mengajak aku ke sana dan menjelaskan kesalahpahaman ini?"
Ara bertanya kepada suaminya karena ia sangat tahu jika Gerry tidak pernah tertarik kerumah itu "Jika ini menyangkut tentang kamu dan anak kita, aku akan tetap kesana walau banyak yang akan menghalangi atau racun sekali pun harus aku lewati aku akan tetap datang!"
"Wow, sweet banget sih suami aku!"
Tiba-tiba Ara menggoda suaminya padahal Gerry tidak ingin bercanda. Ara terkekeh kecil, bukannya ia ingin bermain-main namun ia tidak mau suaminya terlalu serius menanggapi semuanya. Ia ingin suaminya lebih santai, jika masalah di hadapin dengan santai maka semuanya akan selesai dan Ara percaya itu semua.
"Sayang, kenapa di saat seperti ini kamu masih bisa bercanda?"
Gerry bertanya dengan tidak habis pikir, Ara pun mengatakan jika tidak ada gunanya menanggapi semua masalah yang ada dengan serius.
*****
"Aku tidak mengerti, tadinya kamu menangis bukan main karena masalah ini dan saat aku ingin menyelesaikannya kamu bermain seperti ini?"
"Karena suami ku terlalu gemas dan aku sangat ingin menggigit pipi kamu!" Ara dengan spontan mengigit pipi suaminya dengan keras, membuat pria itu meringis kesakitan
"Kenapa kamu menggigit aku?"
"Aku gemas!"
Gerry jauh lebih gemas melihat tingkah istrinya yang seperti anak kucing
"Jangan menggoda ku, nanti junior ini bangun tiba-tiba apa kamu mau menghabiskan malam di kantor ini?" Bisik Gerry yang sedang menggoda istrinya, Ara langsung bungkam. Ia tahu jika suaminya mengatakan itu, dirinya akan kelelahan melayani suaminya nanti di kantor
__ADS_1