Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 93


__ADS_3

"Papa!"


Laras masih menangis, meratapi suaminya di pemakaman. Kini, David telah selesai di makamkan namun kesedihan itu makin mendalam untuk semuanya. Terutama kepada Bunga, Laras dan juga Jasson


Kini, Ade mengajak suaminya untuk pulang ke rumah "Sayang, papa sudah di makam kan lebih baik kita pulang sekarang! Kamu lihat, semuanya tidak menganggap kita! Untuk apa kita tetap di sini?"


Ade meminta kepada suaminya untuk pergi, namun Jasson tidak mau. Ia juga tidak perduli jika semua keluarga tidak menganggapnya namun yang pasti dia akan tetap di makam ayahnya


"Aku tidak perduli! Apakah mereka menganggap aku ada atau tidak. Aku hanya ingin di sini, bersama dengan papa!"


Ade memeluk suaminya dari samping, Bunga melihat Jasson dan Ade yang berpelukan membuat hatinya teriris namun Bunga berusaha untuk mengendalikan dirinya

__ADS_1


"Sudah lah! Tidak ada gunanya untuk ku sedih!" Batin Bunga yang semakin terisak, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Jika hatinya semakin sakit dan hancur saat melihat Jasson dan istri keduanya bermesraan di pemakaman


Bahkan, kerabat merasa tidak terima dengan Jasson dan Ade yang bersikap seperti itu!


"Jika kalian ingin bermesraan lebih baik kalian pergi saja!" Ujar paman Jasson, yang mengerang-kan rahangnya. Wajahnya juga memerah kesal


Namun Jasson mau pun Ade tidak menggubris ucapan pamannya. Bunga yang tidak mau semakin sakit pun mengajak mama mertuanya untuk pulang "Mama, lebih baik kita pulang sekarang ma, papa juga sudah di makam kan."


"Ma, sudah lah! Jangan memikirkan hal lain, Bunga tidak mau melihat mama sakit,"


Bunga langsung mengajak Laras, Salvira dan Ara untuk kembali. Ia tidak lagi menatap Jasson, Jasson melihat kepergian istri pertamanya menatap punggung belakang Bunga yang semakin menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


Semua orang pun pergi satu persatu secara bergantian, kini tinggal hanya Jasson dan Ade yang ada di pemakaman David.


Setelah kepergian semua orang, Jasson mencium makam ayahnya "Papa, maafin jasson! Jasson sangat menyayangi papa, Jasson sangat mencintai papa. Jasson enggak pernah ingin papa pergi dengan rasa kecewa yang begitu besar seperti ini! Jasson tidak bermaksud menyakiti hati papa, bahkan papa pasti tahu apa perasaan Jasson sekarang,"


Ade tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh suaminya bahkan ia pun salah sangka "Aku tahu Jasson, jika kau sangat mencintai ku dan akan selamanya seperti itu!" Batin Ade yang menganggap jika Jasson masih mencintainya seperti dulu.


Namun kenyataannya sekarang, Jasson sudah mencintai Bunga hanya saja kesalahannya tidak akan mungkin membuatnya dan Bunga bisa bersama lagi.


"Pa, perasaan Jasson kepada Bunga sudah berubah. Mungkin dahulu Jasson selalu menyakiti Bunga. Pa, Jasson telah menyesal dan Jasson telah menyadari perasaan Jasson kepada Bunga namun sekarang sudah terlambat pa, Bunga tidak bisa lagi kembali bersama Jasson dan Jasson sadar dengan semua kesalahan Jasson." Batinnya, sedangkan Ade masih senyum-senyum sendiri.


"Om David, lihat lah! Anak mu sangat mencintai ku. Bahkan saat kau telah mati, anak mu masih saja membela ku dan mengungkapkan perasaannya kepada ku!"

__ADS_1


__ADS_2