Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 133


__ADS_3

"Bunga," Jasson yang menoleh ke arah Bunga langsung mengejarnya, Laras mengikuti anaknya


"Jasson, kamu mau kemana?"


Namun Jasson tak menghiraukan panggilan mamanya, ia menyebrangi jalanan untuk mengejar Bunga "Tunggu Bunga!"


Bunga pun terdiam, ia tak berani menoleh ke arah Jasson. Tangannya gemetar, pertemuan setelah sekian lama berpisah.


"Kenapa kamu pergi, dan kenapa kamu ada di sini?"


Jasson langsung menghampiri Bunga, menatap Bunga yang tidak pernah berubah kecantikannya. Bunga masih bungkam, namun Jasson terus menanyakan begitu banyak pertanyaan


"Bagaimana kabar mu, Bunga?"


"Pasti anak kita sekarang sudah besar bukan?"

__ADS_1


Jasson tersenyum dan berbicara sendirian karena Bunga masih dengan keheningan "Kamu tahu Bunga, aku sangat merindukan mu dan anak kita,"


"Tidak Jasson! Kau berbohong! Jika kau merindukan kami," Bunga tidak melanjutkan ucapannya, Jasson pun memandangi Bunga yang masih menunduk "Aku tahu, kau pasti marah kepada ku. Karena aku tidak pernah bertanya atau pun menghubungi kalian bukan? Aku takut Bunga, dan aku terus memantapkan diri untuk kamu dan anak kita,"


"Jesslyn baik-baik saja, dan dia tidak merindukan sosok papanya. Karena ada Daddy-nya yang menyayangi dia dengan baik,"


"Daddy? Apakah kau sudah menikah lagi?"


Bunga tidak menjawab, ia langsung berpamitan pergi kepada Jasson "Aku harus pergi sekarang, Jesslyn pasti mencari keberadaan aku!"


Jasson meneteskan air matanya, hatinya terasa patah. Namun kini ia senang karena tahu nama anaknya, dan ia memiliki seorang putri "Setidaknya aku tahu jenis kelamin anak ku sekarang, maafkan papa Jesslyn papa tidak bisa membahagiakan kamu,"


Jasson pun meninggalkan tempat itu dengan hati dan perasaan yang sangat kecewa.


*******

__ADS_1


Bunga mengatur nafasnya perlahan, semua bagaikan mimpi untuknya. Ia bisa bertemu dengan Jasson di kota ini "Apakah aku bermimpi?" Ujarnya pelan, namun ia memukul sedikit pipinya dan terasa perih "Aw!" Bunga meringis kesakitan "I-ini bukan mimpi, itu nyata. Setelah sekian lama, aku bertemu dengan Jasson. Namun kenapa aku pergi darinya?" Bunga seperti tidak sadar, namun saat ia menoleh. Tidak ada siapapun lagi, Bunga tidak berani jika harus menemui Jasson di caffe-nya.


"Sebaiknya aku kembali ke hotel," Bunga tidak tahu apa yang ia rasakan sekarang, semuanya berjalan secara tiba-tiba tanpa persiapan.


Bunga menyesal telah menyebut kata "Daddy!"


"Jasson pasti salah paham, ia mengira aku sudah menikah lagi. Aku harus menjelaskan segalanya kepada Jasson!"


Saat Bunga ingin kembali menghampiri Jasson, ia tidak meneruskan niatnya "Untuk apa? Untuk apa aku menjelaskan segalanya kepada Jasson? Tidak! Aku tidak ingin, lagipula dia juga tidak memberitahu alasan kenapa dia pergi dari ku, dan untuk apa aku menjelaskan segalanya? Itu tidak ada gunanya, dan belum tentu Jasson setia kepada ku."


Bunga mengingat wanita cantik yang ada di samping mantan ibu mertuanya yang terlihat mereka sangat akrab


Bunga memutuskan untuk kembali ke hotel dengan perasaan yang campur aduk, sedih senang semuanya menyatu dalam satu. Kerinduannya selama bertahun-tahun kini sudah terobati dan kini Bunga tahu jika Jasson tinggal di kota ini.


Namun nyatanya, Jasson di sini juga karena pembukaan restaurant-nya.

__ADS_1


__ADS_2