Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 106


__ADS_3

"Ak-aku tinggal ke kamar dulu ya kak?" Ade mengangguk, Ratu segera masuk ke kamar. Namun sebelum ke kamar ia mengatakan kepada Eyden dan kakaknya untuk bersenang-senang "Have fun!"


Ratu segera melangkah menjauh, ia masuk ke dalam kamar. Menutup pintu dengan tangan gemetar, menutupi mulutnya agar suara tangisnya tidak kedengaran.


Sesakit itukah merelakan orang yang kita cintai demi seseorang yang tidak kalah jauh berharga?


Namun ratu tidak boleh lemah!


Aku tidak boleh lemah! Aku harus bisa kuat agar kakak ku bisa bahagia dengan kak Eyden. Apalah artinya kebahagiaan ku jika kakak ku saja menderita!


Ade menyeka air matanya dengan tangan yang gemetar "Aku harus kuat! Aku harus bahagia demi kebahagiaan kakak ku! Aku tidak boleh lemah, cinta bisa aku cari namun kebahagiaan kakak ku, jauh lebih penting dari apapun!"


Ratu berjalan mendekati cermin, melihat wajah dan tubuhnya yang ideal "Aku sangat cantik, dan buruknya aku jika aku egois. Mementingkan egoku namun kakak ku menderita, aku tahu saat ini kak Stella tidak mencintai kak Eyden. Namun aku yakin suatu saat nanti, dia akan bisa memahami dan merasakan cintanya kak Eyden yang begitu tulus. Mereka orang baik, dan mereka pantas bahagia,"

__ADS_1


*******


"Silahkan masuk Eyden!" Ade mempersilahkan lelaki itu untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Eyden pun mengikutinya masuk ke dalam, duduk di sofa


"Tunggu sebentar, aku akan membuatkan teh untuk mu,"


"Kau yang membuatnya? Memangnya di mana pelayan kalian yang selama ini mengerjakan segalanya?" Eyden bertanya dengan bingung, Ade pun menjawab jika sudah beberapa bulan yang lalu ia tidak menggunakan pelayan lagi


"Aku sudah tidak menggunakan pelayan lagi,"


"Karena aku tidak bekerja lagi, dan keuangan kami menipis jadinya aku yang mengerjakan semua rumah."


"Apa? Bukannya Ratu juga selalu melakukan pemotretan dan jobs nya juga mendapatkan bayaran yang tidak sedikit? Lalu, suami mu Jasson?"

__ADS_1


"Ratu juga mengatakan jika ia yang akan membayar jasa pelayan. Namun aku menolak, kasihan ratu jika dia sudah lelah bekerja namun uangnya habis untuk membantu kebutuhan rumah. Dan Jasson, gaji dia hanya cukup untuk kami sehari-hari saja,"


"Tapi Ade, tabungan kamu banyak. Dan manager juga memberikan uang kompensasi untuk kamu, oh tidak! Jangan bilang uang tabungan kamu juga habis karena membiayai kebutuhan kalian?"


Ade pun dengan ragu mengangguk "Iya, namun aku tidak masalah sama sekali Eyden! Karena rumah tangga bukan hanya suami saja yang menanggung, aku sebagai istri juga memiliki kewajiban untuk membantu keuangan suami ku. Dan aku tidak pernah merasa keberatan,"


Eyden merasa tidak tega dengan Ade, wanita itu terkenal sangat cantik, dan model dengan bayaran termahal. Namun sekarang, ekonominya sangat sulit


"Mengapa setelah menikah kehidupan mu menjadi seperti ini?" Eyden bertanya dengan nada yang sedih. Ade menatap lelaki yang dihadapannya dengan sorotan mata yang teduh


"Itu tidak masalah bagi ku Eyden! Karena itu pilihan ku, aku tidak menyesal sama sekali. Bagaimana pun, Jasson pernah melakukan hal-hal yang banyak membantu keluarga ku, dan kemarahannya aku mengerti. Aku yang salah, aku telah mengkhianatinya,"


"Maafkan aku Ade, ini semua salah ku. Karena kau mengandung anak ku,"

__ADS_1


Ade menggelengkan kepalanya dengan cepat "Tidak Eyden! Aku percaya jika itu bukan anakmu, karena kita melakukannya itu hanya sekali dan itu juga tidak sengaja, karena sebuah kecelakaan saja."


__ADS_2