
Cekrek!
Bunga membuka pintu kamar hotel perlahan, ia kaget saat mamanya bertanya ia kemana "Sayang, kamu dari mana?" Tersentak kaget, menoleh ke arah maminya "Mam-mami, mami tidak tidur?"
"Sayang, mami bertanya dan kamu tahu jika mami tidak suka dibalas dengan pertanyaan lagi bukan?"
Bunga diam, ia bingung harus mengatakan apa "Mami, tadi Bunga keluar sebentar mencari angin segar. Karena Bunga merasa penat,"
"Ya sudah sayang, sekarang kamu istirahat saja ya? Kamu sudah lelah, mami enggak mau kamu ngedrop lagi!"
Bunga mengangguk, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Bunga membuka dan melihat Ara dan Gerry yang berdiri didepan pintu dengan wajah yang terlihat sangat bahagia
"Gerry, Ara. Kalian tidak tidur?" Gerry dan Ara saling pandang lalu tersenyum "Kalian ini, mami bertanya bukannya menjawab malah senyum-senyum tidak jelas," ujar Bunga yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja
Ara tidak menjawab, ia menunjukan rest pack tersebut kepada Bunga dan Salvira, wanita paru baya itu mengambil barang yang ada di tangan Ara.
Saat melihatnya langsung merasa gembira "Kamu hamil?" Ara menganggukan kepalanya tersenyum bahagia "Iya mami,"
__ADS_1
Salvira dan Bunga merasa sangat senang, memeluk Ara dan mengucapkan selamat untuk kehamilan kedua Ara "Selamat, aku sangat bahagia untuk kehamilan kedua kamu,"
"Sayang, mami sangat bahagia sekali karena kehamilan kedua kamu. Selamat sayang mami!"
Salvira memeluk Ara dengan penuh cinta dan kasih sayang "Selamat juga untuk kamu ya Gerry, kamu akhirnya menjadi ayah untuk dua anak sekarang,"
"Terimakasih banyak mami,"
Bahkan Salvira meneteskan air matanya karena terlalu terharu mendengar kabar bahagia itu "Kalian jangan di sini saja. Kalian masuk lah!"
Namun Gerry menolak dengan halus, ia mengatakan jika mereka hanya ingin memberitahu kabar bahagia itu saja.
"Iya mami, Ara dan Gerry hanya ingin memberitahu kabar bahagia ini saja. Tidak lebih, lagipula anak-anak masih tertidur. Kasihan jika terlalu ramai di dalam mereka akan terbangun,"
Salvira dan Bunga tidak memaksa, keduanya meminta kepada Ara untuk lebih banyak istirahat "Ara sayang, kamu sebaiknya banyak istirahat saja ya? Jangan terlalu lelah. Mami enggak mau kamu kecapekan,"
Ara pun menganggukan kepalanya "Iya mami, Ara akan banyak istirahat di kamar,"
__ADS_1
Keduanya pun segera pamit untuk kembali ke kamar, setelah itu Salvira dan Bunga kembali menutup pintu kamar mereka. Bunga terdiam sejenak, ia tidak tahu apakah harus menceritakan pertemuannya tadi dengan Gerry atau tidak?
"Sayang, mami perhatikan sepertinya kamu memikirkan sesuatu. Apa itu jika mami boleh tahu?"
Bunga menatap maminya "Tadi sewaktu Bunga mencari udara segar, Bunga bertemu dengan Jasson,"
"Jasson? Lalu?"
"Tidak! Bunga enggak ada bicara apapun sama Jasson, setelah bertemu Bunga memutuskan untuk pergi menjauh. Dan jasson juga bertanya tentang kabar Jesslyn,"
"Jesslyn? Kenapa dia tahu Jesslyn?"
"Karena Bunga yang memberitahu nama Jesslyn,"
"Kenapa sayang? Untuk apa kamu memberitahunya?"
"Menurut Bunga, Jasson harus tahu tentang anaknya mami. Dia juga berhak tahu,"
__ADS_1
Salvira hanya menggeleng tidak habis pikir dengan anaknya "Jika dia ingin, dia bisa mencari tahu. Bukan kamu yang memberitahunya, lagipula dia tidak tertarik dengan,"
"Mami, tolong lah! Jangan membahas ini, Bunga enggak mau Jesslyn sampai mendengar pembicaraan kita. Bunga belum siap jika anak Bunga down mentalnya hanya karena masalah ini,"