Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 67


__ADS_3

"Terimakasih banyak Tante, maaf kalau banyak merepotkan Tante,"


"Tante enggak merasa direpotkan kok sayang! Kamu jangan merasa sendiri. Ada kami di sini,"


Ade tersenyum lalu ia permisi untuk kembali ke kamar "Tante, Ade sebaiknya ke kamar aja ya? Ade enggak selera makan dan terasa sangat mual,"


Jasson mendengar istrinya mual pun khawatir namun ia bungkam, tidak berani menunjukkan sikap khawatirnya dengan Ade


Wanita itu beranjak bangkit dari kursinya, dan kembali ke kamar menaiki anak tangga satu persatu. Hatinya tiba-tiba saja menjadi gelisah


"Wanita itu sungguh banyak drama!" Ars pun menggerutu dengan kesal, mengapa Ade selalu saja membuat kekacauan?


"Aku sangat kesal dengan semua ini! Mengapa semuanya begitu penuh drama. Dan sahabatnya mengapa membiarkan pelakor itu masuk ke dalam rumah ini? Bunga aku yakin, kau pasti akan menyesal,"


Bunga menatap wajah Ade yang sedih, dan wajah Ara yang begitu kesal "Ara, kamu kenapa terlihat sangat tidak suka dengannya?"

__ADS_1


"Makanya kamu ingat dong! Biar tahu kenapa aku benci sama dia!"


Huk...! Huk....! Huk....!


Jasson dan Laras kompak tersedak mendengar ucapan Ara, entah wanita itu mengancam atau sekedar membuat mereka takut. Keduanya pun tidak paham


"Mami harus berangkat sekarang, kalian jaga diri baik-baik ya?"


Setelah selesai makan, Salvira pun berpamitan kepada semua orang untuk pergi melakukan penerbangan bisnis.


Bunga menangis memeluk maminya "Mama cepat kembali ya? Maafin Bunga yang belum bisa mengingat semua tentang kenangan kita! Bunga memang anak yang buruk, tapi percayalah mami! Bunga selalu ingin mengingat semua kenangan kita. Hanya saja Bunga belum bisa," Bunga terisak, Salvira mengelus rambut anaknya "Sayang, kamu jangan khawatir ya? Mami selalu berdoa agar ingatan kamu kembali pulih dan mami yakin. Suami juga ibu mertua mu bisa menjaga kamu, apalagi ada Ara,"


"Mami juga pasti akan merindukan kamu dan yang lainnya. Sudah jangan sedih lagi!"


Salvira berusaha kuat untuk mereka, "Ara, kamu jangan sedih-sedih kalau kamu sedih nanti Bunga juga akan sedih!"

__ADS_1


Setelah melakukan perpisahan, Salvira langsung pergi ke bandara di antar oleh supir pribadi.


Ara pun bersiap-siap untuk ke kantor. Saat Ara ingin ke kamarnya David pun memanggil Ara


"Nak Ara, bisa om bertanya sesuatu kepada kamu nak?"


Ara pun menghentikan langkahnya ia juga tidak tahu apa yang akan di tanyakan oleh papanya Jasson


"Papa, ada apa?" Laras bertanya dengan bingung sekaligus takut. Bagaimana jika Ara memberitahu segalanya kepada suaminya itu


Bunga pun heran mengapa papa mertuanya ingin bertanya sesuatu kepada ia?


"Iya om? Ada apa?"


David melihat menantunya Bunga "Jasson, kamu bawalah istri mu ke kamar. Papa hanya ingin ngobrol santai dengan Ara jangan khawatir!" Walau David mengatakan hal itu namun itu tetap membuat Jasson panik dan khawatir karena papanya bukan lah tipikal orang yang banyak bicara

__ADS_1


"Papa mau bicara apa dengan Ara? Katakan saja pa!" Jasson pun masih penasaran namun Laras meminta anaknya untuk membawa Bunga ke kamar.


"Sayang, di sini ada mama. Kalau ada yang penting pasti papa akan memberitahu kita semua. Mungkin memang ini hanya lah obrolan santai saja! Kamu bawa saja Bunga ke kamar! Bunga juga harus banyak istirahat agar kondisi badannya kembali bugar!"


__ADS_2