
Bunga heran serta kebingungan, mengapa anaknya tiba-tiba saja tidak mau bertemu dengan Jasson sedangkan ia tahu anaknya sangat ingin bertemu dengan Jasson sebelumnya.
"Nak, kamu memikirkan apa?" Salvira bertanya begitu lembut kepada sang anak, Bunga pun menjelaskan kebingungannya
"Mami, Bunga tidak mengerti mengapa tiba-tiba Jesslyn menolak untuk bertemu dengan Jasson? Padahal sebelumya Jesslyn sangat ingin menemui papanya. Apa yang terjadi?"
"Nak, sudah lah! Kamu jangan memikirkan itu! Yang pasti sekarang Jesslyn sudah lebih baik, kesehatannya saat ini jauh lebih penting dari apapun bukan? Kita enggak perlu memikirkan apapun lagi, mami ingin kita fokus dengan kesehatan Jesslyn,"
Bunga mengangguk, namun tidak bisa dibohongi jika dirinya masih berpikir dengan keras "Mi, bagaimana Jesslyn? Apakah dia masih terlihat sedih?"
"Tidak nak! Jesslyn sudah baik-baik saja kamu jangan khawatir ya? Kita akan segera pulang. Dengan begitu, Jesslyn akan bertemu dengan papanya,"
__ADS_1
Bunga mengangguk, namun tiba-tiba Jesslyn berteriak dan mengatakan tidak mau, rupanya Jesslyn yang merasa bosan meminta kepada Ara untuk membawanya berjalan-jalan ke luar ruangan.
"Mommy, Oma. Sudah Jesslyn katakan Jesslyn tidak ingin bertemu dengan papa! Mengapa mommy dan Oma tidak mengerti?"
Bunga dan Salvira menoleh ke arah Jesslyn "Sayang, kenapa Jesslyn keluar nak? Seharusnya Jesslyn istirahat saja,"
"Iya sayang, kamu seharusnya istirahat. Kenapa kamu keluar? Kan sudah mommy katakan untuk kamu istirahat,"
Salvira menegur anaknya untuk tidak terlalu keras dengan Jesslyn "Sayang, sudah mami katakan kamu jangan terlalu keras kepada Jesslyn. Nanti dia bisa sedih nak, mengapa kamu tidak mengerti?"
"Bunga, tenang lah! Jesslyn hanya merasa bosan dan aku hanya membawa ia keluar sebentar untuk mencari angin. Kenapa kau marah?"
__ADS_1
Mungkin, rasa khawatir Bunga membuatnya sedikit berlebihan. Ia marah kepada hal yang tidak besar, Bunga mengambil nafas perlahan. Ia meminta maaf kepada anak dan juga sahabatnya "Maafkan aku Ara, aku enggak bermaksud menyakiti hati mu. Tolong maafkan aku,"
"Tidak apa-apa! Aku tidak merasa tersinggung kepada mu. Aku juga tidak marah aku tahu kau seperti ini karena kau merasa khawatir kepada Jesslyn tapi aku minta tolong jaga sikap mu, jaga emosi mu. Jangan seperti ini! Jika kau begini terus, nantinya akan membuat Jesslyn merasa takut kepada mu,"
Bunga terdiam tidak mengatakan apapun, ia tahu jika sikapnya belakangan ini sering kali berlebihan.
"Maafkan aku, aku sangat berlebihan. Tapi, aku hanya ingin Jesslyn segera sehat. Jesslyn sayang, tolong maafkan mommy ya?"
Jesslyn mengangguk, Bunga mendekati anaknya "Jesslyn enggak mau ketemu papa, mommy! Jesslyn tidak ingin!"
Jesslyn mengatakan dengan mata yang berkaca-kaca, sebegitu kecewanya dia dengan papanya? Sehingga Jesslyn tidak mau bertemu dengan pria yang ia cintai?
__ADS_1
"Ya sudah sayang, sekarang kamu istirahat dulu ya? Setelah kamu sehat, kita akan liburan okey?"
Anak kecil itu tersenyum, dan mengangguk "Iya mommy, setelah Jesslyn sembuh. Kita akan berlibur bersama semuanya. Juga bersama adik Justin, Jesslyn hanya ingin bersama kalian saja. Tidak mau yang lain, bagi Jesslyn kehadiran Daddy adalah hal yang penting,"