
Jason tidak menyangka jika Ade bisa mengatakan hal itu kepada kedua orang tuanya "Mengapa kamu menghina kedua orang tua ku? Apa kesalahan mereka?"
Ade menatap sinis Jasson "Kau bertanya apa kesalahan mereka? Sadar enggak sih? Keluarga mu sudah menghina aku! Mengatakan aku perempuan murahan! Kamu diam aja kan? Semua yang ada di rumah itu menghina aku Jasson namun kamu tidak membela ku. Dan saat aku mengatakan hal seperti ini kamu marah? Egois!"
Ade pun berlalu pergi meninggalkan suaminya, Jasson hanya terdiam melihat tingkah Ade yang semakin keterlaluan
"Mengapa Ade seperti ini? Mengapa ia mengatakan hal buruk tentang keluarga ku?"
Jasson menatap punggung belakang Ade yang hilang dari pandangannya.
**************
Dua Bulan sudah berlalu
Bunga tetap melanjutkan kehidupannya di rumah, bahkan ia tetap menyayangi kedua orang tua Jasson.
"Papa makan yang banyak ya? Papa harus makan dan minum obat. Bunga enggak mau papa sakit,"
David dan Laras terharu, bahkan sikap Bunga seolah tidak terjadi apapun.
"Kejutan!"
Bunga kaget mendengar suara maminya, ia pun menoleh dan langsung memeluk sang mami
"Mami!" Bunga berlari ke arah ibunya, ia memeluk Salvira. Bahkan teriak di dalam pelukan sang ibu "Hey, kenapa kamu menangis nak? Kan sudah mami katakan jika mami akan kembali. Mengapa kamu sedih seperti ini? Mami sudah pulang sekarang, jangan menangis lagi!"
Salvira melepaskan pelukannya dengan sang anak, ia menatap semua orang satu persatu, namun dirinya tidak melihat Jasson dan Ade.
"Di mana tamu kita? Oh mungkin suaminya sudah pulang ya? Dan dia telah kembali kerumahnya."
Tidak ada yang berani menjawab, begitu juga dengan Bunga "Jasson di mana? Mengapa dia tidak ikut sarapan?"
Salvira semakin bingung saat tidak melihat keberadaan menantunya
"Mami, Jasson tidak ada di sini. Bunga sudah mengusirnya,"
Salvira kaget bukan main mendengar pernyataan dari sang anak "Kamu usir? Kenapa kamu usir suami mu sayang? Kesalahan apa yang sudah Jasson lakukan sehingga kamu mengusirnya nak? Sayang kamu enggak boleh seperti itu, suami harus kamu hormati nak,"
Salvira pun mencoba memberikan pengertian kepada anaknya, Bunga menangis "Lalu apa yang harus Bunga lakukan mi? Jasson sudah selingkuh dan menikah dengan wanita yang beberapa waktu lalu menumpang di rumah kita,"
Salvira semakin terkejut "Sayang, apa yang kamu katakan?"
"Iya mami, Jasson telah menikah dengan wanita lain. Bahkan anak yang di kandung oleh Ade adalah anaknya Jasson!"
"Sayang, kamu bicara apa? Sudah jangan melantur seperti itu! Mami tahu jika kamu hanya bercanda kan?"
Salvira berjalan ke arah kedua besannya "Mbak, mas David apa yang anak saya katakan itu tidak benar kan?"
Laras dan David terdiam "Maafkan saya mbak Salvira, andai itu semua tidak benar. Saya pasti akan berterima kepada Tuhan. Namun nyatanya, apa yang Bunga katakan itu benar!"
Bagaikan di sambil petir untuknya, baru beberapa bulan ia pergi. Sudah banyak sekali hal yang terjadi
"Sudah la mi! Bunga enggak mau membahas Jasson lagi! Semuanya sudah terjadi, dan Bunga sudah memutuskan untuk berpisah setelah anak ini lahir,"
"Setelah anak ini lahir? Kamu hamil?"
Bunga tersenyum dan mengangguk kepada maminya "Iya, dan sebentar lagi mami akan memiliki cucu! Bukan hanya mami, namun juga mama dan papa!"
Salvira langsung memeluk anaknya, walau ada berita kepedihan namun masih ada berita kebahagiaan yang ia dengar "Selamat sayang! Kamu menjadi ibu sebentar lagi."
__ADS_1
Bunga pun terharu "Iya mami! Mami juga akan menjadi Oma!"
Begitu lah Bunga, daripada mencari alasan untuk bersedih, ia lebih baik mencari alasan untuk tersenyum bahagia
"Bunga enggak perduli lagi mi dengan yang terjadi. Bunga lebih fokus dengan anak Bunga sekarang, Bunga enggak mau karena masalah ini. Kehamilan Bunga jadi terganggu, dan saat mami pulang Bunga merasa lebih tenang dan bahagia lagi!"
David berjalan menuju besannya "Mbak, atas nama anak saya. Saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya saya tahu jika ini tidak bisa di maafkan,"
"Mas David sudah lah! Jangan meminta maaf, ini semua bukan kesalahan kalian.. Jasson yang bersalah, lalu mengapa kalian yang menanggung kesalahannya? Dia sudah dewasa, tahu mana yang baik dan mana yang tidak! Ini semua bukan kesalahan kalian, jangan menyalahkan diri kalian seperti ini,"
Salvira sungguh bijaksana, walau anaknya sudah di sakiti namun ia masih berlapang dada menerima besannya. Bahkan Laras pun sangat malu, mengapa ia bisa tega mengkhianati orang-orang baik seperti Bunga dan ibunya?
Salvira bahkan memeluk Laras, dan meyakinkan David jika mereka tidak perlu merasa bersalah. Bunga tersenyum dan bersyukur jika maminya tidak marah kepada kedua mertuanya
"Kita akan merawat anak ini dengan baik, namun sayang tidak benar jika Jasson pergi meninggalkan kamu!"
"Apalagi yang harus Bunga lakukan mi? Jasson sudah mengkhianati cinta Bunga dan Apakah Bunga harus kembali kepadanya? Enggak mi! Bunga enggak akan mau, kembali dengan pengkhianat sepertinya! Bunga bisa merawat anak ini. Ada mama, ada Ara, ada papa, juga mami di sini, kita akan merawat dan membesarkan anak ini bersama-sama!"
*******
Di sisi lain, Jasson merasa kesepian. Ia merindukan Bunga, bahkan Ade tidak benar mengurusnya seperti yang Bunga lakukan selama ini.
"Kenapa makanan kamu enggak kamu makan, Jasson?"
"Iya ini aku makan, tapi aku udah kenyang,"
"Kenyang? Kamu enggak mikir ya? Makanan ini mahal, pakai uang aku belinya! Kamu jangan seenaknya dong! Tabungan aku udah mulai menipis,"
"Jangan khawatir Ade! Aku akan gajian bulan depan! Aku akan mengganti semua uang kamu!"
"Cih! Gaji kamu enggak bisa gantiin tabungan aku, kamu lupa kalau gaji mu itu kecil? Perut aku juga sudah mulai membesar Jasson dan beberapa bulan lagi aku akan melahirkan! Kamu enggak mikir gimana biayanya? Istri kamu di sana enak, dia bisa makan enak dan tidak pusing memikirkan biaya melahirkan, sedangkan aku di sini? Punya suami enggak guna!"
Usia kandungan Ade sudah memasuki lima bulan, namun Jasson masih saja memiliki penghasilan yang sedikit. Ratu hanya menggelengkan kepala "Kak, bukannya nikah mengurangi beban justru menambah beban!"
"Jasson, bukan aku yang enggak menghargai usaha kamu. Tapi kamu yang enggak menghargai usaha aku selama ini! Aku udah berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu, tapi yang ada di pikiran kamu hanya Bunga, Bunga, dan Bunga! Setiap malam, saat kamu tertidur selalu nama dia yang kamu sebut. Apa kamu pikir aku enggak ngerasa sakit? Aku selalu mengurus kamu dengan baik, bahkan segalanya udah aku curahkan demi rumah tangga kita. Namun yang ada di otak kamu hanya Bunga, Bunga dan Bunga! Apa kamu pernah memikirkan perasaan aku? Enggak Jasson! Dan yang kamu banggakan sekarang kamu udah kerja? Memangnya gaji kamu cukup? Jangan kan untuk aku shopping. Kebutuhan sehari-hari saja enggak cukup!"
Padahal Jasson sudah berusaha semampunya dengan gaji perbulan empat juta. Dan semuanya sudah ia berikan kepada Ade, namun wanita itu merasa tetap kurang. Dan selalu menghina Jasson
Saat bersama Bunga dulu, bahkan Jasson tidak pernah memberikan Bunga nafkah dengan uangnya.
"Aku tahu, empat juta itu enggak banyak. Tapi bisa enggak kamu menghargainya? Bahkan aku rela hanya memegang uang lima ratus ribu sebulan dan sisanya aku kasih kamu. Apa kamu enggak bisa mengatur segalanya?"
Ade menggeleng biasanya ia bisa menghasilkan puluhan juta dalam sekali pemotretan dan sekarang hanya memegang uang belanja tiga juga saja setiap bulan. Tentu bukanlah hal yang mudah bagi wanita itu, namun Jasson tidak pernah mengerti dan menghargainya
"Terserah kamu! Aku capek! Aku ingin bekerja, dan kamu selalu mencari keributan pagi-pagi begini!"
Setelah Jasson pergi, wanita itu pun menangis. Ia memikirkan nasib anaknya, bahkan apakah anaknya mendapatkan hidup yang layak jika penghasilan Jasson masih seperti itu?
Jasson pergi dengan perasaan yang kesal, bahkan sekarang. Ia bekerja menggunakan motor, mungkin memang benar saat kita menyakiti orang lain suatu saat kita akan mendapatkan pembalasan.
Kini setelah ia berpisah dari Bunga baru lah Jasson merasakan susahnya mencari uang. Selama ini Jasson hanya bisa mengandalkan uang istrinya. Namun sekarang, ia harus banting tulang agar mendapatkan uang.
Menyesal pun sudah tidak ada artinya lagi, semuanya sudah terjadi. Jasson memikirkan anak yang ada dikandungan Bunga, bagaimana pun itu adalah anaknya, ia pun berusaha menghubungi Bunga namun wanita itu mengabaikan panggilan dari Jasson.
"Aku tahu kamu marah Bunga, tapi sekali saja angkat panggilan ku,"
*********
Salvira bergabung sarapan dengan anaknya. Hatinya masih terluka, dan ia tidak percaya jika Jasson tega melakukan itu kepada anaknya, namun melihat Bunga yang tidak mau sedih membuat Salvira tidak ada alasan untuk bersedih "Anak ku berusaha untuk kuat, Mengapa aku membuat anak ku menjadi lemah? Dia akan sedih jika aku bersikap lemah!"
__ADS_1
"Sayang, ini pasti masakan kamu?"
Salvira bertanya kepada anaknya, Bunga tersenyum "Iya mi, Ara yang membantu Bunga untuk masak. Soalnya Bunga mual mencium beberapa aroma makanan,"
"Wah sekarang Ara sudah pintar masak ya?"
"Mami! Jangan begitu dong, Ara kan malu!"
Hahaha
Mereka tertawa di meja makan, Bunga melihat ponselnya yang terus saja berdering. Namun wanita itu tidak mau memperdulikannya, hatinya sudah begitu sakit dengan pengkhianatan Jasson.
Ara melihat anak Jasson "Bunga, angkat saja siapa tahu penting."
"Tidak! Itu tidak penting lagi sekarang! Aku tidak mau berurusan dengannya! Sudah lah!"
Laras tahu jika menantunya sedang membahas sang anak. Laras tak mengatakan satu kata pun, ia juga merindukan anaknya yang sudah lama tidak bertemu
"Bagaimana kabar Jasson sekarang?" Batinnya, sebagai seorang ibu pasti ia mengkhawatirkan anaknya. Walau kecewa bagaimana mana pun kesalahan anaknya
David tahu apa yang ada dipikiran istrinya. Bunga yang kesal langsung mematikan ponselnya, ia tidak mau jika Jasson mengganggu ia lagi.
"Bunga, kenapa kamu nak?" Salvira bertanya ia mengkhawatirkan keadaan anaknya "Tidak mi, Bunga enggak kenapa-kenapa. Dan Bunga ingin kembali ke kantor,"
"Tapi nak?"
Mi tolong lah! Mau sampai kapan Bunga harus berdiam diri di rumah? Bunga ingin mengingat semuanya, mungkin saat nanti Bunga pergi ke kantor Bunga bisa mengingat segalanya. Bunga ingin mengingat masa lalu Bunga mi!
Salvira tidak lagi melarang anaknya "Baik lah sayang, kalau itu yang kamu mau. Mami tidak bisa memaksanya, yang penting kamu harus sehat!"
"Terimakasih banyak mami!"
Bunga memeluk maminya dengan erat, ia senang karena maminya bisa mengerti keadaan dirinya itu
"Mami, selama ini Bunga ingin ke kantor namun Ara melarangnya, Ara hanya mengikuti amanah dari mami. Ara enggak mau nantinya Bunga kenapa-kenapa,"
"Iya sayang, mami berterimakasih sama kamu. Karena kamu udah menjaga Bunga dengan baik, juga dengan mbak Laras dan mas David. Terimakasih selama ini kalian sudah menjaga Bunga saat saya tidak ada. Jika tidak ada kalian, saya tidak tahu bagaimana anak saya,"
"Mami, namun mengapa mami lama sekali perginya? Mami katakan kemarin hanya sebentar,"
"Iya sayang, namun mami tidak bisa langsung kembali sayang. Mami menunggu segalanya hingga selesai, setelah selesai mami segera kembali dan berkumpul dengan kalian semua di sini,"
"Sudah lah mami, intinya mami sudah di sini. Dan kumpul dengan kita semua, Bunga senang. Bunga enggak merasa kesepian lagi! Bunga sangat menyayangi mami! Bukan hanya Bunga namun semuanya menyayangi mami!"
Salvira terharu, bahkan meneteskan air matanya. Melihat semua begitu menyayanginya "Mami jangan sedih lagi! Mami juga jangan memikirkan Bunga! Bunga enggak apa-apa mami, Bunga baik-baik aja! Mami jangan khawatir ya?"
Laras dan David merasa semakin bersalah, mengapa Jasson begitu tega menyakiti orang-orang baik?
David yang tak kuasa langsung permisi, meninggalkan ruang makan, Laras mengejar suaminya
"Pa, kenapa papa pergi meninggalkan meja makan?"
"Lalu, mama berharap papa bagaimana ma? Papa hancur melihat kesedihan yang di buat oleh Jasson. Sudah dua bulan berlalu, namun kepedihan itu masih ada di kita. Bahkan,"
"Pa!" Bunga mendekat berjalan ke arah mertuanya. Ia tidak mau ayah mertuanya menjadi sakit "Sudah berulangkali Bunga katakan. Kepada papa dan mama, jangan pernah membahas ini lagi. Bunga menyayangi kalian, dan Bunga enggak mau papa sakit! Semenjak kejadian itu, papa lebih sering drop dan sakit. Udah ya pa? Mau sampai kapan papa terus-menerus merasa bersalah? Atas perbuatan yang tidak papa lakukan? Bunga sayang dengan papa, sayang dengan mama. Bunga enggak mau kalian terus saja sedih. Ini semua bukan kesalahan mama dan papa! Tolong jangan merasa bersalah seperti ini terus pa. Bunga sedih kalau papa sakit!"
"Nak, papa tahu bagaimana kelembutan hati kamu. Namun papa masih merasa terluka nak, papa sedih jika menantu dan cucu papa menderita!"
Bunga menjelaskan jika tidak akan ada yang menderita, bahkan Bunga juga menjamin kebahagiaan anaknya, anaknya tidak akan merasa kesedihan sedikit pun.
__ADS_1
Itu janji Bunga kepada keluarganya "Anak ini tidak kan mendapatkan kesedihan pa! Bahkan anak Bunga akan mendapatkan kebahagiaan,"
Bunga menahan sakitnya, kepalanya terasa pusing. Membuat Laras dan David khawatir dengan menantu mereka "Sayang, kamu kenapa nak?"