Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 90


__ADS_3

"Mami, andai saja Ara tidak membuat keributan. Mungkin ini semua tidak akan terjadi," suaranya terdengar berat, hatinya gelisah. Ia begitu merasa sangat bersalah


"Mami, maafkan Ara,"


"Sudah sayang! Jangan menyalahkan diri kamu seperti ini! Kamu tidak bersalah, mami enggak mau kamu terus larut dalam kesedihan! Ini semua musibah, dan kita semua harus bisa ikhlas dengan semua yang terjadi!"


********


Suasana dalam kedukaan, mereka membawa jasad papanya Jasson di kediaman rumah Bunga


Bunga memeluk Laras dengan erat, keduanya saling menguatkan satu sama lain. Walau Jasson telah di usir oleh Laras namun ia tetap ingin mengikuti pemakaman papanya.


Saat Jasson ingin menyusul, Ade memegang tangan suaminya "Kamu keterlaluan banget sih! Aku dari tadi nungguin kamu di sini!"

__ADS_1


Rahang Jasson mengerang! Matanya juga memerah "Apakah kau tidak puas membuat keributan?" Jasson membentak istrinya, dia merasa sangat kesal dan emosi apalagi hatinya tercampur dengan perasaan emosi yang tidak ada hentinya


"Apa yang kau katakan? Aku ini istri mu! Puas apa? Aku berhak tahu bagaimana kondisi suami dan papa mertua ku,"


Ade melihat jasad David yang di bawa oleh tim medis keluar dari rumah sakit, Jasad David langsung di bawa ke dalam mobil ambulans, Bunga dan Laras pun masuk kedalam mobil tersebut. dirinya merasa sangat terkejut, ambulans segera menjauh dari pandangannya


"Tidak mungkin," air matanya juga menetes, walau ia tidak dekat dengan papa mertuanya namun dirinya juga merasa kehilangan.


"J-jasson? Apakah papa kamu,"


Ade meneteskan air matanya kembali "Apa yang kau katakan Jasson? Dia juga papa mertua ku dan aku sangat merasa kehilangan papa aku! Mengapa kamu mengatakan hal itu?"


"Sudah lah! Hentikan semua omong kosong mu Ade! Aku tidak perduli dengan itu semua! Jika memang kau menyayangi papa ku, kau tidak akan membuat keributan!"

__ADS_1


Ade hanya menggelengkan kepalanya, di saat seperti ini dia memilih mengalah dan tidak memperpanjang semuanya "Maafkan aku Jasson! Sungguh aku menyesal, aku sangat mencintai mu!"


Ucapan Ade membuat Jasson luluh, ia pun langsung memeluk istrinya dengan erat "Papa ku telah tiada, dan itu semua karena aku! Aku sudah membuat dirinya seperti ini," Jasson luluh, Ade merasa lega. Akhirnya dia bisa meluluhkan sang suami


"Aku tahu ini berat untuk mu Jasson! Aku juga merasa sangat kehilangan namun aku mohon kamu jangan seperti ini! Kita harus kuat, ini semua sudah takdir dari yang maha kuasa,"


Ade menghibur suaminya, ia pun mengajak suaminya untuk berkunjung ke rumah Bunga "Ayo sayang! Kita kerumah Bunga, aku yakin pasti jasad papa kamu di bawa ke rumah Bunga. Kita harus ke sana, bagaimana pun itu papa kamu dan juga papa mertua aku. Kita punya hak untuk melihat jasad papa!"


Jasson pun mengangguk, keduanya segera pergi untuk menyusul ke rumah Bunga


**********


Suasana rumah Bunga dipenuhi oleh tangisan-tangisan kehilangan orang-orang terdekat. Banyak teman, keluarga besar dan juga rekan kerja yang datang untuk melihat jasad David.

__ADS_1


Tamu-tamu yang hadir melihat ke arah Jasson yang datang membawa wanita lain dengan perut yang buncit


"Jasson, siapa wanita ini?." Tanya salah satu kerabat yang terlihat sangat bingung dengan Ade. Jasson terdiam sejenak, lalu ia mengatakan jika Ade adalah istrinya


__ADS_2